Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#15


__ADS_3

Evelyn menatap Naura yang terdiam, dia melepas maskernya, merasa tidak sabar ingin meluapkan kemarahannya. "Naura! Ibu kandungmu itu seperti kerbau yang dicocok hidungnya. Dia memanjakan anak orang lain sampai segitunya dan sama sekali tidak peduli denganmu yang jelas-jelas anak kandungnya sendiri. Tidak pernah memikirkanmu! Sejak dulu, aku sudah menyuruhmu untuk selalu berhati-hati! Sekarang kamu lihat sendirikan? Kamu dipaksa menikah dengan Aaron Daffa!" Ucap Evelyn dengan emosional kemudian meminum air mineral yang ada disampingnya.


"Ev, pelan-pelan minumnya!" Seru Naura mengingatkan sahabat baiknya sambil mendorong bingkai kacamatanya.


"Apa keluarga Ardinata membuatmu sulit?" Tanya Evelyn sambil melotot.


"Tidak. Keluarga Ardinata...semuanya baik." Jawab Naura. Terkecuali 'Samuel' yang masih saja mengganggunya.


"O ya, apa kamu tau? Kenapa Marsha membuat berita yang mengatakan kalau kamu telah merebut laki-laki yang sudah dijodohkan kepadanya?" Tanya Evelyn dengan serius menatap Naura.


"Kenapa?" Tanya balik Naura.


"Melihatmu yang seperti ini, siapa yang mau menghabiskan pikiran menuangkan lumpur ditubuhmu, kalau bukan karena ada keuntungan yang akan didapat?" Ucap Evelyn dengan menatap Naura.


Naura benar-benar tidak mengerti, kenapa Marsha melakukan hal seperti ini kepadanya. "Memangnya, ada keuntungan apa?"


Evelyn tersenyum sinis. "Sebelum aku pulang, aku menyuruh temanku mencari tau Marsha melakukan ini karena dia ingin semua orang tau kalau dia menjalin hubungan dengan Lucky dan menjadikanmu sebagai papan loncatan!" Ucap Evelyn dengan emsosional.


"Benar juga ya?" Ucap Naura yang menjadi mengerti setelah mendengar perkataan dari Evelyn lalu tersenyum sinis. "Rencana dia bagus sekali."


Meskipun keluarga Ardinata tidak mempedulikan yang menikah dengan Aaron Daffa itu Marsha atau bukan, tapi keluarga Ardinata memiliki kekuasaan yang begitu besar di kota ini. Semua orang tau kalau Marsha dan Aaron telah dijodohkan, jadi tidak ada yang berani dengan mudah menjalin hubungan dengannya.

__ADS_1


Dan saat ini, Marsha sedang berusaha melepas identitasnya sebagai calon istri dari Aaron Daffa. Makanya dia membuat berita di internet dan sosial media dengan menginjak Naura dan menyiram air kotor ditubuhnya. lalu menjadikan dirinya sendiri sebagai seorang kakak yang baik hati telah merelakan Aaron Daffa menikah dengan Naura.


"Lalu, apa rencanamu sekarang?" Tanya Evelyn kemudian teringat sesuatu dan semakin serius menatap Naura. "Naura, aku mau tanya sesuatu. Dengan kamu yang seperti ini, menikah dengan Aaron, apa kalian berdua....."


"Dia sangat keberatan karena aku jelek." Sahut Naura dengan cepat menyambar kalimat terakhir Evelyn karena dia tau apa yang akan ditanyakan Evelyn.


"Dasar! Orang jelek memang banyak akalnya. Dia tidak melihat dirinya seperti apa, masih keberatan dengan orang lain yang jelek." Ucap Evelyn diselingi tawanya. "Naura, kamu jangan berdandan seperti ini. Rubah penampilanmu, pakai pakaian yang bagus dan dandan secantik mungkin." Lanjut Evelyn dengan sangat antusias karena dia sedang membintangi sebuah film tentang pembalasan dendam, jadi dia berpikiran memakai cara ini.


Seketika, Naura tertawa. "Tidak perlu terburu-buru. Untuk saat ini, begini juga masih bagus."


Selesai mengobrol dan makan, Evelyn mendapat panggilan telepon dari agensi tempat dia bekerja.


Meskipun sering berbicara keras, Evelyn merupakan teman yang sangat baik kepadanya. Untuk masalah kecil seperti ini, dia masih begitu perhatian karena dia tau keadaan ekonomi Naura buruk. Setiap kali pergi makan bersama, dia yang akan selalu membayarnya.


Naura merasa ada kehangatan didalam hatinya. Dia juga merasa tidak enak hati dengan Evelyn.


Evelyn tau semua rahasia Naura. Tentang keluarga Affandi juga dia tau dengan jelas. Sejak dulu, dia sering mengingatkan Naura untuk jangan terlalu berharap terhadap keluarga Affandi, terutama Merlin ibu kandungnya.


Tetapi, hati Naura masih merasa tidak percaya hingga sampai saat ini telah menikah dengan Aaron Daffa. Dan mereka bukan tidak puas, masih saja ingin memanfaatkan Naura.


Mereka berpikiran kalau Naura masih bisa dengan mudah dimanfaatkan.

__ADS_1


Ketika Naura sedang menunggu taksi ingin pulang ke rumah Aaron, tiba-tiba ada panggilan masuk dari Merlin. Dia segera mengangkat telepon darinya dan langsung mendengar suara Merlin yang begitu lembut. "Naura, malam ini pulanglah untuk makan malam bersama dirumah ya?"


"Aku tidak ada waktu." Naura langsung menolaknya.


Mendengar suara Merlin yang begitu lembut saat menelponnya, sudah pasti dia punya maksud yang tersembunyi.


Mendengar Naura yang langsung menolaknya, Merlin tidak menyangka. Seketika dia tersulut emosi dan bicara dengan suara yang mengeras kepada Naura. "Kamu ini! Kamu tidak bekerja, lalu sibuk apa kamu? Hanya untuk makan malam saja tidak punya waktu? Semua anggota keluarga Affandi hadir dan ......."


"Tapi sekarang, aku sudah menjadi anggota keluarga Ardinata." Naura langsung menyambar memotong ucapan Merlin.


Kini Merlin benar-benar sangat marah kepada Naura. "Beginikah sikapmu berbicara dengan ibumu hah?!" Merlin membentak Naura.


Sebelumnya, Naura tidak pernah membantah apalagi berbicara dengan suara yang terdengar begitu dingin seperti ini. Semua hanya karena ketidak peduliannya terhadap Naura selama ini.


Merlin tidak pernah peduli dengan Naura dan selalu bersikap seenaknya terhadapnya.


Sekarang, Naura juga tidak akan peduli dengan Merlin dan tidak bisa bersikap ramah lagi terhadap ibu kandungnya ini.


"Sebaiknya, ibu hubungi saja Marsha! Dia lebih patuh dan juga lebih lembut dari pada aku! Semuanya lebih baik dibandingkan dengan aku!" Ucap Naura yang sudah tidak bisa menahan marahnya kemudian langsung menutup panggilan teleponnya begitu saja.


...__________...

__ADS_1


__ADS_2