Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#191


__ADS_3

Siang harinya, Naura ingin pergi ke kantin milik perusahaan AD Entertainment bersama rekannya untuk makan siang. Tapi, begitu dia berjalan ke kantin, Kairav meneleponnya.


"Kamu ada di mana? Bukankah sudah bilang akan makan siang bersama?" Meskipun kata-kata Kairav terdengar menyalahkannya, tapi nada bicaranya seperti sedang bercanda.


Naura langsung menolak Kairav. "Aku dan rekan-rekan sedang makan di kantin, atau tunggu jika Aaron ada waktu nanti, kita akan makan bersama."


Kairav terdiam sejenak, lalu menjawab, "Baiklah."


Tidak tahu apakah itu hanya perasaan Naura saja, dia merasa nada bicara Kairav terdengar agak aneh.


Naura juga tidak terlalu memperhatikan masalah ini.


Namun, dia tiba-tiba teringat saat terakhir kali melihat Kairav di restoran teh seperti orang yang sedang tertekan.


Apa sebenarnya yang terjadi?


Gejolak yang disebabkan oleh "pacar misterius" akhirnya berakhir dengan kepala humas sosial media Aaron, tapi orang yang berada di balik masalah ini, sepertinya tidak diketahui.


Memikirkan hal ini, Naura kemudian mengirimkan pesan Wechat kepada Aaron untuk menanyakan masalah ini.


Mungkin Aaron sedang sibuk, karena sampai Naura selesai makan siang, Aaron baru membalas pesannya, tapi pria itu hanya membalas dengan singkat. ["Tidak ditemukan"].


Naura membaca pesan balasan singkat dari Aaron beberapa kali, dia merasa bahwa Aaron sedang berbohong.


Penghasut opini publik untuk menjatuhkan sebuah perusahaan, tidak mungkin tidak meninggalkan sedikit jejak pun. Selama bertekad menyelidikinya, pasti bisa ditemukan.


Apalagi orang seperti Aaron.


Aaron adalah orang yang bijaksana dan berpikiran jauh. Masalah ini sudah lama berlalu, tidak mungkin dia tidak menemukan sesuatu.


Kalau begitu, mungkin Aaron dapat menyelidikinya, tapi tidak ingin mengatakannya. Dengan kata lain, Aaron sudah menemukan orang di balik masalah ini, tapi Aaron masih tidak percaya bahwa orang itu akan berbuat seperti itu. Jadi, Aaron mengatakan bahwa dia tidak dapat menyelidikinya!


Semakin Naura memikirkannya, dia semakin merasa apa yang dipikirkannya itu benar.


Jika orang lain yang mengatakan tidak dapat menyelidikinya, maka Naura akan percaya. Tapi tidak mungkin bagi Aaron.


Keyakinan kepada Aaron keluar dari dalam hatinya.


Begitu pikiran ini muncul, maka itu tidak dapat dihentikan.


...

__ADS_1


Naura sepanjang hari memikirkan masalah ini.


Setelah jam pulang kerja, dia buru-buru pulang ke rumah dengan taksi. Dia ingin mengatakan masalah ini dengan Aaron. Tetapi, ketika dia sampai di rumah, Aaron masih belum pulang.


Sudah pukul tujuh malam, dan Bibi Mei sudah menyiapkan makan malamnya. Tapi Aaron masih belum pulang.


Melihat hari yang sudah malam, Bibi Mei pun menyarankan kepada Naura dan berkata, "Nyonya muda, makan dulu saja. Tidak tahu kapan Tuan Muda pulang."


"Tidak apa-apa, aku akan menunggunya dulu."


Ini hari pertama Aaron ke perusahaan Ardinata, pasti akan sangat sibuk dan ini sangat normal.


Naura menunggu untuk beberapa saat lagi, melihat Aaron masih belum pulang juga, Naura pun bersiap menelepon Aaron.


Hanya saja, ketika dia baru saja mengeluarkan ponselnya, ada panggilan masuk.


Naura menyipitkan matanya, dan itu adalah panggilan dari Aaron. Dia segera mengangkat teleponnya dan bertanya. "Kapan kamu akan pulang?"


"Aku baru saja selesai pertemuan, malam ini mungkin akan pulang sangat malam. Kamu tidur dulu, jangan menungguku." Aaron sedikit menurunkan nada bicaranya dan terdengar sedikit lembut, tetapi juga terdengar sedikit lelah.


Pertemuan ini sangat malam, dia bahkan tidak menyadari bahwa ini sudah sangat malam. Maka dari itu, begitu pertemuannya selesai, dia langsung menelepon Naura.


"Aku sudah tahu." Jawab Naura.


Tapi sekarang dia sendirian menghadapi kamar yang kosong. Naura merasa sedikit tidak terbiasa.


Setelah makan, dia kembali ke kamarnya. Dia menyalakan laptopnya untuk menulis naskah.


Dia menulis sambil memperhatikan apakah ada suara mobil di luar. Tapi, setelah merasa lelah bekerja seharian, tidak lama setelah itu, Naura sudah tertidur di depan tempat tidur.


Ketika Aaron pulang, dia melihat pemandangan ini. Dia berjalan ke kamar tidur dan melihat Naura yang sedang bersandar di depan tempat tidur dan tidur dengan kepala miring. Tangan Naura masih bertumpu pada keyboard laptop, poninya terangkat dan rambut panjangnya terurai.


Aaron berjalan dengan ringan ke arahnya, dia mengulurkan tangan dan mengeluarkan laptop di bawah tangan Naura.


Meskipun gerakannya sangat ringan, tapi Naura belum lama tertidur dan dia pun bangun.


Naura membuka matanya yang mengantuk dan belum sepenuhnya sadar, melihat Aaron ada di depannya, dia berkata dengan samar-samar, "Kamu sudah pulang ya?"


Naura yang masih belum sepenuhnya sadar, tubuhnya hampir saja terjatuh ke bawah.


Aaron dengan cepat mengulurkan tangannya untuk menangkap kepalanya, tangan lainnya memeluk pinggangnya untuk membaringkannya di atas tempat tidur, dan berkata dengan pelan. "Iya. Cepat tidur."

__ADS_1


Setelah Naura mendengarnya, dia pun benar-benar tertidur lagi.


Aaron menatap wajah cantik Naura yang tertidur dan membeku sesaat. Akhirnya dia tidak bisa menahan dirinya untuk mencubit hidung Naura. "Gadis kecil."


Aaron kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai mandi, dia berbaring di atas tempat tidur.


Naura yang sudah tertidur sepertinya punya kesadaran, dia secara otomatis mendekati lengan Aaron.


Melihat situasi ini, mata Aaron terlihat lembut. Dia pun memeluknya erat-erat dan segera tertidur.


...


Keesokan harinya.


Ketika Naura membuka matanya, tangannya tanpa sadar meraba-raba tempat tidur di sampingnya. Tapi, sisi di sampingnya kosong.


Dia segera berguling dan bangun.


'Apakah tadi malam Aaron tidak pulang?'


'Tidak! Dia sepertinya pulang...'


Naura memalingkan kepalanya, pandangan matanya tertuju pada laptop di atas sofa.


Dia pun ingat, semalam Aaron pulang bahkan membantunya merapikan laptopnya.


'Tetapi, di mana dia? Tidak mungkin sudah pergi lagi, kan?'


Naura turun dari tempat tidur, dia meraih sebuah jubah dan memakainya sambil buru-buru memakai sandal, dan berlari ke lantai bawah.


Dia berlari ke tangga dan melihat Aaron sudah berpakaian formal berjalan ke luar.


Naura memanggilnya. "Aaron!"


Ketika Aaron mendengarnya, dia berbalik dan hanya melihatnya sekilas, kemudian dia mengernyitkan keningnya. "Kembali dan ganti pakaianmu, aku berangkat ke perusahaan dulu."


"Oh." Naura merespon tanpa sadar dan dia melihat Aaron berbalik dan berjalan ke luar.


Dia membuka mulutnya, tapi pada akhirnya dia tidak mengatakan apa-apa.


Sampai sosok Aaron menghilang, dia mengencangkan jubah di tubuhnya dan kembali ke kamar untuk berganti pakaian.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2