
Naura masih sedikit sadar. Dia bisa merasakan kedua lengannya yang dipegang erat oleh dua orang disisi kanan dan kirinya.
Tenaga mereka sangat kuat. Kalau pun Naura memberontak berusaha ingin melepaskan diri, itu hanya akan sia-sia saja.
"Aku...mau dibawa...kemana...?" Ingin rasanya berteriak meminta to long. Tapi, untuk mengeluarkan suaranya saja dia begitu lemah.
Naura lamat-lamat merasakan kalau dirinya dibawa masuk kesebuah ruangan. Kemudian dia merasakan tubuhnya dilempar diatas ranjang.
Naura berusaha ingin bangun dengan mencengkeram sprei, tapi tenaganya tidak ada. Kemudian dia mendengar suara orang sedang berbicara.
"Kenapa kamu juga membawa wanita jelek ini?" Tanya seorang laki-laki dengan heran.
"Meski wajahnya sangat jelek, tapi body nya oke. Dilihat dari belakang juga wajahnya tidak terlihat kan?" Kali ini suara seorang perempuan. "Terserah kalian mau bermain dengan cara apa. Kalian bisa bermain sepuasnya. Tapi ingat! Jangan sampai membuatnya mati!" Laniutnya dengan begitu kejam.
Naura mengepalkan tanganya dengan erat lalu mencubit tangannya sendiri dengan kuat membuat dirinya agar tetap sadar.
Naura merasakan rasa sakit karena cubitannya sendiri. Perlahan, kesadarannya pun kembali. Dia melihat ada dua orang berdiri disamping ranjang sedang bicara. Yang satu wanita dan yang satunya lagi laki-laki.
Tapi, Naura masih tidak bisa mendengar apa yang sedang mereka bicarakan. Dia berusaha bergerak untuk bangkit dan kabur dari tempat ini. Tubuhnya begitu lemah tidak bertenaga. Tapi, tiba-tiba tubuhnya terjatuh dari atas ranjang. 'BUGH!'
Suara benturan tubuhnya dengan lantai menarik perhatian mereka yang sedang berbicara.
Laki-laki itu menghampirinya dan mengangkat tubuh Naura lalu membaringkan legi diatas ranjang. "Wah! Wanita ini cukup kuat juga setelah diberi obat itu!" Serunya terdengar terkejut.
"Beri sedikit lagi!" Tegas si wanita.
"Permainan tidak akan seru kalau dia tidak sadarkan diri." Bantah si laki-laki.
"Berikan sedikit saja, nanti kamu bisa bangunkan dia lagi!" Seru si wanita.
Naura merasakan sakit didagunya karena orang itu memaksanya untuk membuka mulutnya. Kemudian, dia merasakan cairan dingin yang masuk kedalam mulut dan tenggorokannya. Kali ini, Naura benar-benar tidak sadarkan diri.
...
Aaron yang masih sibuk memeriksa dokumen-dokumen, dia keluar dari ruang kerjanya ingin turun kebawah mengambil minum.
Saat berjalan melewati kamar Naura, dia melirik kearah pintu kamar Naura. Langkahnya terhenti lalu mengernyit saat mendapati pintu kamar Naura setengah terbuka.
Gadis jelek itu biasanya melakukan rutinitas seperti nenek-nenek. Kenapa dia tidak menutup pintunya?
Gumam Aaron dalam hati merasa heran.
__ADS_1
Aaron melangkahkan kakinya menuju kamar Naura. Mendorong pintunya dan melihat kedalam kamar. Sepi, tidak ada si penghuni. Lampu kamar juga menyala.
Aaron mengerutkan alisnya lalu melihat jam tangannya sudah hampir jam sebelas malam. Lalu dia melihat sekeliling dalam kamar Naura. Tatapannya jatuh pada laptop yang masih menyala disofa.
Aaron melangkah masuk kedalam kamar menuju sofa. Dia melihat laptop milik Naura. Tapi, laptopnya terkunci. Untuk membukanya membutuhkan sandi. Tidak sulit bagi Aaron untuk menebak sandinya.
Begitu mengetik sandi, layar terbuka dan langsung memperlihatkan sosial media yang tadi dilihat Naura. Dia juga membuka video yang sedang viral malam ini hanya sebentar lalu menutupnya.
Aaron semakin merasa heran. Naura yang belum kembali hingga larut malam, merupakan hal diluar kebiasaannya.
Aaron melihat tempat tidur Naura seperti baru dirapikan. Piyama milik Naura juga masih terlipat rapi disofa. Mungkin, istrinya tadi ingin pergi mandi lalu tidur. Tapi, apa yang terjadi sampai membuat istrinya harus pergi keluar rumah dan belum kembali?
Saat memikirkan itu, raut wajahnya langsung berubah dan tatapan matanya menjadi tajam.
Aaron kembali membuka video viral itu lagi. Melihatnya berulang kali kemudian mengambil ponselnya disaku celananya dan menghubungi Christian.
Saat tersambung, telepon langsung diangkat oleh Christian. "Hei Aaron! Kamu menelponku jam segini, apa kamu berniat mau membantuku berhenti meminum alkohol?!" Seru Christian dari seberang telepon dan terdengar suara keramaian disekitarnya.
Perusahaan AD Entertainment Group merupakan perusahaan terbesar di kota ini. Terkadang pimpinan perusahaan juga harus memberi sedikit perhatian terhadap partner kerjanya dengan cara makan dan minum bersama diluar.
Dan Aaron selalu menyerahkan masalah ini kepada Christian.
Setau Aaron, artis kecil itu adalah teman baik Naura. Soal siapa namanya, dia tidak bisa mengingatnya.
"Apanya yang artis kecil hah?!" Christian terdengar tidak terima dengan sebutan Aaron tentang Evelyn. "Namanya Evelyn Cathleen! Dia pasti akan menjadi seorang bintang besar yang terkenal!" Lanjutnya dengan penuh keyakinan.
Aaron mendengus dingin. "Kalau mau menjadi seorang bintang besar, dia harus bisa bertahan lama di dunia entertainment."
Mendengar ucapan Aaron membuat Christian merasa terkejut dan semakin tidak terima. "Heh, apa maksudmu?! Kalau kamu ada masalah, cepat datang temui aku! Berani-beraninya mengusik seorang wanita!"
Aaron merasa benar-benar ingin membuang Christian ke benua Afrika sekarang juga. Dia tidak mau memiliku partner yang bodoh seperti Christian.
"Pergi ke Bar 99 sekarang!" Ucap Aaron kemudian langsung menutup teleponnya dan segera beranjak pergi dengan mengendarai mobil sport mewahnya.
Bar 99 merupakan salah satu Bar yang terkenal di kota ini. Tapi, menurut kabar, reputasinya sangat buruk karena tempat ini dibangun oleh sekelompok anak-anak orang kaya yang hanya mengerti makan dan minum juga bersenang-senang saja. Sebelumnya juga sudah ada berita buruk yang tersebar tentang Bar itu.
Tapi, karena Bar 99 ini merupakan kerjasama milik anak-anak orang kaya, jadi tempat ini memiliki latar belakang yang sangat keras dan tidak mudah dihancurkan begitu saja. Ini sudah bukan rahasia publik lagi.
Christian tau betul seperti apa Bar 99 itu. Dia segera mengambil jaket, memakainya dan segera pergi.
Diperjalanan menuju Bar 99, Christian mencoba menghubungi Evelyn dengan tangan yang gemetar.
__ADS_1
"Sial! Kenapa tidak angkat?!" Gumamnya dengan geram sekaligus panik.
Jarak antara tempat Christian mengadakan pesta dengan Bar 99 tidak begitu jauh. Jadi, saat mobil Aaron sampai di Bar 99, mobilnya juga sampai.
Christian segera turun dari mobilnya saat melihat Aaron juga baru saja turun. Dia menghampiri Aaron dengan bingung. "Aaron, ada masalah apa?"
"Naura dan artismu ada didalam." Jawab Aaron dengan wajah yang terlihat tenang namun sorot matanya sangat dingin.
Christian melebarkan tatapannya karena terkejut. Tanpa bicara lagi, dia berbalik dan langsung berlari masuk kedalam.
Ada orang yang mengenali Christian saat dia masuk kedalam. "Wah, apa CEO AD Entertainment juga datang untuk bersenang-senang?"
Christian dengan cepat mencengkram kerah kemeja orang itu dan menatapnya tajam. "Cepat katakan dimana ballroom nya?!"
Aaron juga memiliki sebuah Club Bar yang diurus oleh Christian. Tapi, lebih berkelas daripada Bar 99 ini. Dia tidak pernah datang kemari. Jadi, dia juga tidak tau dimana ballroom nya berada.
Orang yang dicengkeram kuat kerah kemejanya oleh Christian, saat melihat Aaron, dia ingin berbicara sebentar, tapi saat melihat sorot mata Christian yang seperti ingin membunuhnya, dia pun segera memberitau letak ballroom nya berada tanpa berani mengatakan perkataan yang lain.
Setelah diberi tau, Christian melepaskan cengkramannya lalu berbalik ingin mengatakan kepada Aaron. Tapi, saat dia berbalik, ternyata Aaron sudah tidak ada dibelakangnya.
Aaron sudah lebih dulu pergi ke ballroom.
Didalam ballroom terlihat benar-benar sangat berantakan. Banyak laki-laki dan wanita berkumpul menjadi satu. Saling menyentuh, merayu dan becanda. Ada juga yang melakukan perbuatan tak senonoh di ballroom ini.
Penampilan Aaron terlihat sangat berbeda dari laki-laki pada umumnya. Sangat menonjol. Begitu dia masuk, banyak mata wanita yang langsung menatapnya dengan lapar. Mereka langsung mendekatinya.
Ada seorang wanita yang langsung memeluk lehernya dan dadanya yang sengaja ditempelkan didada bidang Aaron dengan menggodanya. "Hai tampan. Apa kamu datang sendirian untuk bersenang-senang?"
Tapi, sebelum wanita itu menempelkan dadanya pada Aaron, Aaron langsung menepis tangannya dengan kasar dan mendorongnya menjauh. "Menyingkir!"
"Aahk!" Pekik wanita itu ketika tubuhnya terlempar dan jatuh membentur lantai dengan keras hingga langsung tak sadarkan diri.
Perlakuan Aaron terhadap wanita itu membuat wanita lain tidak berani mendekatinya.
Tiba-tiba, tatapan Aaron tertuju kearah sudut ruangan. Disana ada seorang wanita dan laki-laki sedang menempel sangat intim.
Tampak punggung wanita itu memunggunginya. Pakaian yang setengah terbuka dan duduk menempel diatas tubuh laki-laki itu dengan menggoda menggoyangkan pinggulnya.
Punggung itu terlihat sangat familiar membuat Aaron menghentikan langkahnya, tidak berani melangkah maju lagi.
...__________...
__ADS_1