Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#165


__ADS_3

Begitu Naura mendengar itu, dia langsung mendorong Aaron. "Tidak bisa, aku harus pergi."


Dia tahu bahwa Aaron tidak akan membiarkannya pergi melakukan perjalanan bisnis.


Aaron tidak berbicara, hanya menatapnya seperti itu. Tidak ada emosi lain di sorot matanya, tetapi Naura merasa matanya tampak sedikit dendam.


"Aku akan kembali dalam seminggu..." Naura cemberut, berpikir bahwa mungkin telah salah mengerti arti di sorot matanya.


Aaron bukan orang yang mudah cemberut, lagian hanya perjalanan bisnis selama seminggu.


"Ya." Jawab Aaron dan menarik tangannya. "Ayo pergi makan."


……


Selesai makan dan kembali ke kamar, Aaron langsung melempar Naura ke tempat tidur. "Aku berikan kamu hak untuk memilih, apakah kamu ingin menyelesaikan bagian satu minggu, atau menyelesaikannya setelah kamu kembali?"


"......" Naura tidak mau memilih.


Naura mendengus dan pergi ke kemar mandi dengan tangan terangkat.


Tidak mungkin baginya memenuhi permintaan Aaron yang tidak adil dan tidak masuk akal.


Akhirnya, dia ditekan sekali oleh Aaron di dalam kamar mandi, dan sekali lagi ketika di tempat tidur, barulah dia melepaskannya.


Keesokan paginya, Naura dibangunkan oleh Aaron. "Sudah waktunya untuk bangun."


Naura membuka matanya dan melihat Aaron mengenakan pakaian yang rapi, sama seperti orang jahat yang menekannya di dalam kamar mandi semalam.


Naura sangat ngantuk, dia sudah bangun saat ini. "Jam berapa?" Tanyanya dengan suara masih serak.


"Jam enam." Aaron sudah segar, suaranya seperti biasa.


'Pukul enam, makan dan mandi selama setengah jam, lalu pergi ke bandara lebih dari satu jam.'


Naura memejamkan mata, menghitung waktu sambil mengantuk, dia mau tidur lagi.


Aaron bersuara mencibirnya ke telinganya. "Kalau kamu tidak mau bangun, lanjut tidur saja."


Ketika dia mengatakan itu, Naura segera bangun.


Aaron menyiksanya semalaman, kemudian membangunkannya pagi-pagi sekali, jelas dia tidak ingin Naura pergi.


Sadis!


Naura mengertakkan gigi dan duduk, lalu bergumam. "Sadis!"


Mata Aaron sedikit berkedip, tidak banyak bicara.


……


Aaron sendiri mengantar Naura ke bandara.

__ADS_1


Mereka berdua bertemu dengan Fadhil Affandi di sana.


Ini adalah kedua kalinya Fadhil Affandi melihat Aaron setelah kembali.


Fadhil Affandi berkata terlebih dahulu. "Meminta supir untuk mengantarnya saja sudah bisa, kamu sendiri mengantar Naura ke bandara, terlalu merepotkanmu."


Aaron mendengar kata-kata itu dan melirik Naura. "Lagian juga tidak ada kerjaan."


Wajah Naura tampak tenang, tapi di dalam hatinya tidak tahan berbicara tantang Aaron. 'Jelas-jelas dia sangat sibuk, tetapi pura-pura tidak sibuk.'


Fadhil Affandi mengangguk ,seolah-olah dia tidak berencana untuk mengatakan apa-apa lagi.


Tetapi Aaron berbicara lagi. "Setelah sampai di Kota K, mohon Tuan Affandi untuk menjaga istri saya."


Di depan orang, Aaron selalu tampak berekspresi dingin yang tampak acuh tak acuh seolah-olah dia tidak punya perasaan, tetapi dia tidak bisa menyembunyikan nada-nada yang mengancam.


Bahkan Naura bisa mendengarnya, apalagi Fadhil Affandi.


Wajah Fadhil Affandi sedikit menegang, kemudian dia berkata dengan tenang. "Sudah pasti, Naura adalah cucuku."


Aaron mendengar kata-kata itu, tetapi hanya mengaitkan bibirnya, tidak tersenyum.


Fadhil Affandi menoleh dan berkata kepada Naura. "Ayo masuk."


Naura menarik koper dan berjalan ke dalam, tidak lupa berbalik memberikan isyarat telepon ke Aaron.


Dia akan menelepon Aaron ketika dia tiba di Kota K.


Aaron mengenakan pakaian yang berharga, ditambah dengan tubuhnya yang tinggi, berdiri di tengah keramaian bandara tempat orang-orang datang dan pergi. Dia seolah-olah bersinar menarik perhatian orang, dan juga terlihat sedikit arogan.


Pada saat ini, dia baru memperhatikan wajah Fadhil Affandi sangat buruk.


Itu pasti karena ancaman Aaron, wajah menunjukkan semuanya.


Meskipun Aaron meminta Fadhil Affandi menjaganya, tapi dia tahu harus membantu Fadhil Affandi mendorong barang bawaannya.


Fadhil Affandi tidak membawa asisten dan sekertarisnya, Naura harus mengambil alih.


Melihat Naura menarik koper dari tangannya, Fadhil menoleh untuk melihatnya.


Naura membalas dengan senyuman.


Dia hampir tidak pernah berinteraksi dengan Fadhil Affandi, sekarang terlihat sedikit kaku.


Untungnya, Fadhil tidak berbicara banyak dengannya, masing-masing beristirahat di pesawat.


……


Dua jam kemudian, pesawat mendarat di Bandara Internasional Kota K.


Pihak hotel mengirim mobil untuk menjemput mereka.

__ADS_1


Naura menyalakan ponselnya dan menemukan ada dua panggilan tak terjawab dari Aaron.


Dia kemudian mengirim pesan kepada Aaron. ["Baru turun dari pesawat."]


Sekitar tiga detik kemudian, dia menerima balasan pesan dari Aaron. ["Ya."]


Begitu dia menyimpan ponselnya, dia mendengar Fadhil Affandi berkata. "Malam ini, kita akan pergi ke pesta. Sore ini tidak ada apa-apa."


Begitu Fadhil naik ke mobil, dia menutup matanya.


Setelah tiba di hotel, Naura segera pergi mandi kemudian membaringkan tubuhnya di tempat tidur dan tidur terlelap.


Ketika bangun, hari sudah sore.


Dia nemesan makanan melalui telepon hotel sebelum pergi dan melihat ponselnya.


Hanya ada satu pesan yang belum dibaca dari Aaron. ["Kirim alamat hotelnya kepadaku."]


Naura membayangkan Aaron sedang duduk di kantor, mengerutkan kening dan memegang ponselnya untuk mengirim pesan untuknya, dia tidak bisa menahan tawa.


Dia merasa seperti seorang anak perempuan yang pergi bekerja, dan Aaron seperti seorang ayah yang mengkhawatirkan putrinya, bahkan ingin tahu alamat hotelnya.


Meskipun analogi ini agak lucu, Naura tetap mengirim alamat hotelnya.


……


Malam harinya, Naura menemani Fadhil Affandi ke pesta.


Semua tamu adalah orang tua, dapat dilihat hubungan mereka dengan Fadhil cukup baik.


Setelah beberapa hari, akhirnya Naura menemukan jawabannya. Dari Fadhil Affandi melakukan perjalanan bisnis, jelas dia datang untuk menemui teman-teman lamanya.


Alasan mengapa dia membawa Naura dan bukan Marsha, mungkin juga karena dia tahu sikap Marsha yang sombong dan manja. Marsha bisa saja membuat masalah, makanya Fadhil tidak membawanya.


Fadhil Affandi selalu memperkenalkan, "Ini adalah cucu kecilku."


Lalu ada yang bergurau, "Di keluargaku juga ada cucu laki-laki, kita berkeluarga saja!"


Fadhil Affandi menggelengkan kepala. "Tidak bisa, cucuku sudah menikah."


"Anak keluarga siapa yang sangat beruntung hingga bisa menikahi cucu tersayangmu?"


"Keluarga Ardinata."


Dengan ini, semua orang tahu bahwa Naura adalah Nyonya Muda Keluarga Ardinata.


Naura merasa tidak nyaman.


Fadhil Affandi tidak hanya datang untuk menemui teman-teman lamanya, tetapi juga membawa Naura dengan status sebagai "Nyonya Muda Keluarga Ardinata".


Lagi pula, dia telah berada di luar negeri selama bertahun-tahun, hubungan dengan teman lamanya sudah tidak terlalu dekat.

__ADS_1


Tetapi jika dia memiliki cucu yang menikah dengan anggota Keluarga Ardinata, orang-orang ini akan menghormatinya.


...----------------...


__ADS_2