
Naura kembali duduk di ruang makan dan dia terpikirkan yang Aaron katakan "Dia yang terlihat mirip denganmu."
Apa maksudnya "Dia mirip denganmu?"
Caroline mirip dengan dirinya?
Tapi, darimana Caroline mirip dengan dirinya?
Selain itu, bukankah Aaron mengenal Caroline lebih dulu, baru mengenal dirinya?
Seharusnya, dirinya yang mirip Caroline.
Apakah Aaron pernah bertemu dengan dirinya sebelumnya, dan juga mengenalnya?
Kemungkinan itu terlalu kecil.
Malamnya, Naura mencari kesempatan untuk bertanya lagi. "Aaron, apakah kamu mengenalku sebelumnya?"
"Hah?"
Aaron menanggapinya dengan santai, kemudian membungkuk untuk menciumnya.
Apa yang ingin dia katakan terhalang oleh ciumannya.
Jari-jarinya membukakan kancing piyamanya, dan lengan panjangnya melingkari pinggang rampingnya, kemudian melemparkan Naura ke atas tempat tidur.
Naura tidak lupa apa yang ingin dia tanyakan. Dia tetap bertanya. "Kamu belum menjawab pertanyaanku."
"Aku tidak mau memberitaumu." Nadanya tegas dan ada sedikit emosi lain di dalamnya.
Naura bingung, dia tidak bisa mengerti apa arti emosi lain itu.
Aaron tidak memberinya kesempatan, dia langsung memasukkannya.
"Ah!!"
Naura berteriak, Aaron tidak sabar membungkuk dan menciumnya.
__ADS_1
Aaron tidak menyentuhnya beberapa waktu ini. Tidak akan puas mendengar teriakannya, dia takut dia tidak bisa menahannya hingga besok dia tidak harus pergi bekerja lagi.
Naura tidak akan tau apa yang dipikirkan Aaron. Dia hanya berpikir gerakan dan posisinya semakin rumit membuatnya tidak bisa menahan suaranya sama sekali.
Sepasang mata hitamnya yang gelap tampaknya saat ini ada gelombang gelap yang dalam seolah mendesak untuk menelan wanita didepannya.
Naura juga agak tidak sabar, dia memutar pinggangnya ke belakang. Aaron menjepit pinggangnya dan mencium daun telinganya, kemudian berkata dengan suara yang terdengar aneh."Besok masih mau pergi kerja?"
"Iya." Naura mengangguk dan menutup matanya, tudak tau mengapa Aaron bertanya seperti itu.
Aaron kembali berkata, "Kalau begitu jangan bersuara."
Ketika berkata, Aaron dengan kuat menahan pinggang Naura, dan Naura berteriak oleh gerakannya yang tiba-tiba.....
Kemudian, semua diluar kendali.....
……
Naura mengulurkan tangannya keluar dari selimut. Dia merasakan kepalanya sangat berat, seluruh badannya kesakitan. Bahkan bergerak sedikit saja, tubuhnya langsung kesakitan.
Aaron yang sudah berpakaian rapi berjalan menghampirinya. Dia menyelipkan tangannya kembali ke dalam selimut, membungkuk dan mencium keningnya. Kemudian berkata dengan suara rendah dan sukacita. "Aku akan menyuruh orang untuk membantumu ijin tidak masuk kerja."
Aaron mengangkat alisnya dan langsung mengeluarkan ponselnya.
Naura melepaskan cengkeramannya, memeluk leher Aaron dan menciumnya. Kemudian berkata dengan lembut. "Aku mau pergi kerja."
Aaron membiarkan Naura menciumnya.
Diakhir ciuman, Aaron berkata dengan pelan. "Kalau begitu bangun dan gosok gigi."
Sikat gigi?
Hahaha, kalau karena Naura tidak sikat, ya jangan menciumnya!
Aaron menatap Naura dengan senyum di wajahnya. "Aku bisa tahan dengan wajah jelekmu yang dulu, hanya karena kamu belum gosok gigi, aku tidak masalah."
"Kalau begitu sudah menyusahkanmu." Naura mendengus dan duduk sambil memegangi selimut untuk menutupi tubuhnya.
__ADS_1
……
Sesampainya di perusahaan Affandi, Naura turun dari mobil dan melihat Marsha berdiri di pintu perusahaan.
Marsha tetap dengan gaya berpakaiannya seperti biasa. Gaun terusan, stoking hitam, sepatu hak tinggi dan mantel tipis namun terlihat indah.
Naura menatap jaketnya dan sepatu musim dingin di kakinya.
Mungkin ini perbedaan antara wanita yang sudah menikah dan wanita yang belum menikah.
Jaket panjang yang dia pakai adalah yang dipakaikan oleh Aaron sebelum keluar tadi. Karena Aaron merasa Naura akan kedinginan.
Naura sedikit sakit hati ketika melihat Marsha.
Namanya juga wanita, siapa yang tidak suka berpakaian indah setiap hari? Wanita yang sudah menikah juga dia adalah seorang wanita.
Marsha langsung menghentikannya. "Naura!"
"Ada apa?" Naura berpikir, apakah Marsha akan mati jika tidak mencari masalah dengannya?
"Jangan memberitahu kakek kamu melihatku di Star Light kemarin!" Setelah bicara dengan nada perintah, Marsha menatap dari atas hingga bawah pakaian yang dikenakan Naura.
Dia langsung menghela napas. "Naura, apa yang kamu pakai? Bahkan jika Aaron bisa melakukannya, terus melihatmu tidak memiliki penampilan seperti wanita, pasti dia juga tidak akan tertarik berhubungan denganmu."
Naura langsung membalasnya. "Dia bisa atau tidak, apa urusannya denganmu?"
Marsha yang tidak henti-hentinya membicarakan hal ini, membuat Naura merasa tidak nyaman.
"Tidak ada hubungannya denganku, aku hanya mengingatkanmu saja." Marsha dengan wajahnya yang arogan.
Naura tidak tahan untuk mengulurkan tangannya untuk menahan pinggangnya yang sakit. Lalu dia melirik Marsha. "Lebih baik, kamu urus dirimu sendiri saja!"
Clara Patricia adalah wanita berpangkat tinggi. Meskipun dia telah melakukan banyak hal kotor, dia sudah bertahan di dalam industri hiburan.
Marsha mengikuti Clara, sangat mungkin dia dijual oleh Clara. Dia juga tidak tau bagaimana dia mati.
"Selama kamu tidak memberitahu kakek tentang hal itu, aku akan baik-baik saja."
__ADS_1
Naura tidak ingin basa basi dengannya lagi, dia langsung berjalan masuk.
...----------------...