Perjalanan Hidup NAURA

Perjalanan Hidup NAURA
#72


__ADS_3

Naura mengajak 'Samuel' ke ruang makan untuk bicara. Suaranya terdengar lembut dan sedikit dingin. "Samuel, karena ulahmu, sekarang ini aku menjadi sasaran para netizen! Apa kamu sudah merasa puas?"


Naura benar-benar tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh 'Samuel'.


Kalau memang benar 'Samuel' merencanakan sesuatu, pasti sudah dari saat Marsha merencanakan memberi Naura obat di Bar 99. Tapi, 'Samuel' menolongnya, membawanya pulang ke rumah. Bisa saja saat itu dia mengambil kesempatan untuk melecehkan Naura?


Tapi, 'Samuel' tidak melakukannya.


Di hari biasa, dia selalu mengganggu Naura.


Naura sudah sering melihat banyak Tuan Muda yang tampan bersama para wanita dan mereka tidak menghabiskan banyak waktu untuk seorang wanita. Hanya beberapa waktu saja dan mereka akan berakhir di ranjang.


Karena saat itu 'Samuel' tidak melakukan itu kepadanya, jadi Naura tidak merasa kalau 'Samuel' mempunyai niat jahat terhadapnya.


Tapi, kemudian laki-laki tampan ini berulang kali merepotkan dan menyulitkan Naura.


"Aku juga. Bukankah aku juga mendapat makian yang luar biasa hebat?" Ucap Aaron sambil memiringkan kepalanya dengan wajah acuh menunjukkan rasa tidak bersalah.


Sungguh tidak tau malu!


Naura menatapnya dengan dingin. "Kamu kira aku tidak membaca komentar dari orang-orang itu?! Mana mungkin mereka memaki kamu! Justru mereka malah terus memuji postur tubuh kamu!"


Naura benar-benar tidak mengerti pikiran para netizen itu. Kenapa bisa begini memihak? Kalau mau memaki, harusnya memaki dua-duanya!


Kenapa Naura dimaki dan 'Samuel' malah dipuji?


Aaron menyipitkan mata menatapnya dan sikapnya menjadi aneh. "Kalian para wanita bisa melihat sendiri? Kalau kamu mau lihat, aku bisa buka baju biar kamu juga bisa lihat."


"Aku tidak sudi! Kamu jangan coba mengalihkan pembicaraan!" Naura merasa kalau 'Samuel' sedang mengalihkan pembicaraan.


Sedangkan 'Samuel' seolah-olah tidak mendengarkan ucapan Naura. Dia membalikkan badan dan melangkah dengan langkah lebar keluar dari ruang makan. "Aku sudah mengantuk, mau pergi tidur."

__ADS_1


Naura semakin kesal dan jengkel. Dia menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan ke Aaron Daffa.


[Aku sudah meletakkan makanan di ruang kerjamu.]


Setelah beberapa detik kemudian, Naura mendapat pesan balasan dari Aaron. [Oke.]


Naura dengan hati yang berat juga tidak bisa banyak makan. Saat merasa Aaron sudah selesai makan, dia naik ke atas menuju ruang kerjanya.


Naura mengetuk pintu dan masuk.


Aaron masih sama seperti sebelumnya. Masih selalu membelakanginya.


Makanan di atas nampan yang di letakkan di atas meja sudah habis semuanya tanpa sisa. Naura ingat, dulu saat dia memasak untuk Aaron, Aaron juga memakan habis makanan buatannya.


Kalau dipikir-pikir, masakan yang dibuatnya, seharusnya sudah sesuai dengan seleranya.


"Apa kamu mau makan buah atau minum jus buah? Aku akan membuatkan untukmu." Tanya Naura dengan gembira.


"Tidak perlu!" Jawab Aaron dengan suaranya yang seperti biasa. Terdengar serak tidak seperti laki-laki muda.


Tiba-tiba Aaron bicara lagi. "Kamu ini Nyonya Muda Ardinata. Harus bisa menjaga diri dengan baik. Kalau tidak......"


Dari ucapannya ini, bisa membuat orang menebak suasana hatinya. Suaranya yang serak, seolah terdengar menakutkan. Ditambah lagi, dia tidak menyelesaikan kalimatnya, membuat orang yang mendengarnya makin merasa merinding.


Naura tanpa sadar memeluk lengannya sendiri dan menggigit bibirnya, berusaha menjelaskan. "Aku berani bersumpah. Aku dan 'Samuel' tidak ada hubungan apa-apa."


Naura merasa, Aaron bisa berkata seperti itu pasti dia sudah melihat berita.


"Ini tidak ada hubungannya dengan 'Samuel'. Aku percaya dia!"


Maksud dari ucapan Aaron, kalau di luar Naura berhubungan dengan laki-laki lain?

__ADS_1


Aaron jelas menunjukkan pembelaan terhadap 'Samuel'. Naura tau, pasti akan seperti ini.


Aaron begitu menyayangi 'Samuel'. Jadi, dia tidak akan percaya kalau adik sepupu yang disayanginya bisa berbuat seperti itu dengan istrinya. Kemudian melimpahkan kesalahannya ke orang lain.


"Lalu bagaimana dengan aku? Kamu tidak percaya denganku?" Tanya Naura.


Aaron terdiam sejenak lalu menjawab. "Bahkan wajahnya disamarkan, kenapa aku harus percaya denganmu?"


"......" Naura terdiam. Tidak bisa membantah.


Kalau saja Naura bisa lebih keras kepala, dia bisa sepenuhnya menyangkal dengan berkata "kamu saja tidak berani menampakkan wajah aslimu, lalu kenapa aku tidak boleh menyamarkan wajahku?"


Aaron Daffa dan Keluarga Affandi tidak sama. Dari awal, sikapnya terhadap Naura sudah jelas. Jadi, Naura tidak bisa melawan.


"Kalau sudah tidak ada urusan lagi, kamu boleh keluar. Setelah ini, aku akan meminta Ivan untuk mengantar jemput kamu." Selesai mengatakan ini, Aaron tidak bicara lagi.


Sontak, Naura mengangkat pandangannya menatap dia. Suasana hatinya menjadi sedikit rumit.


Kenapa dia merasa, kalau Aaron seolah-olah telah menamparnya kemudian memberinya kurma manis?


Dan jalan pikirannya ini sangat mirip dengan 'Samuel'.


Selama ini 'Samuel' memperlakukan dia kadang baik, kadang tidak.


Mungkin saja karena sudah lama tinggal bersama, membuat mereka berdua menjadi sangat mirip.


Setelah Naura pergi, Aaron berbalik, mengulurkan tangan dan memegang keningnya.


Sekarang, dia merasakan dirinya bagai kepompong.


Sepertinya, semakin lama, Naura semakin membenci 'Samuel'. Biarkan saja Naura semakin membenci 'Samuel' agar perasaannya terhadap Aaron semakin dalam.

__ADS_1


Saat itu kalau Naura sudah mengetahui identitas dia yang sesungguhnya, seharusnya akan mudah untuk menerimanya.


...__________...


__ADS_2