
Aaron kemudian berjalan masuk dan duduk dihadapan Christian dengan wajah dinginnya.
Naura kembali kedapur untuk mengambil piring dan mangkuk tambahan.
Begitu Naura pergi ke dapur, Aaron menendang kaki Daniel dan Christian dari bawah meja makan dengan keras. "Mau makan di sini, tapi tidak bisa mengambil piring sendiri?!"
Dalam pikiran Aaron, Naura adalah istrinya. Tidak masalah kalau dia yang menyuruhnya untuk melayani saat makan. Masa iya, istrinya juga harus melayani kedua temannya?😏
Daniel dan Christian pun segera beranjak pergi ke dapur untuk mengambil piring dan mangkuk.
Naura tertegun dan terpana saat menyaksikan kedua laki-laki itu mengikutinya ke dapur. Ternyata mereka mengambil piring dan mangkuk sendiri. Sedangkan 'Samuel' hanya duduk diam dengan posisi santai di meja makan tidak melakukan apa-apa, tapi tiba-tiba membuat kedua temannya yang luar biasa ini menjadi tunduk padanya.
Ya, benar! Naura merasa kalau kedua laki-laki ini memang terlihat tunduk dan patuh pada 'Samuel'.
Mereka kembali ke ruang makan.
Naura duduk disamping Aaron. Dia mengambil sayur dan lauk untuk dirinya sendiri. Menunduk dan mulai makan. Tiba-tiba dia menghentikan gerakan tangannya saat ingin menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
Dia mendengar suara dentingan dari sendok dan garpu yang dipukulkan di atas piring.
Kemudian Naura mengangkat kembali kepalanya dan melihat ketiga laki-laki itu sedang berebut makanan. Naura merasa kalau 'Samuel' benar-benar keterlaluan. Setiap makanan yang ada diatas meja makan, selalu berebut dengan mereka.
Naura kembali makan dan mengunyah makanannya dalam diam sambil menahan senyumnya. Dia juga merasa bukan sedang berhadapan dengan tiga laki-laki yang hebat, melainkan seperti berhadapan dengan tiga anak kecil. 😥
Daniel merasakan tatapan aneh dari mata Naura. Dia pun tersenyum dengan polos dan mewakilkan kedua temannya untuk meminta maaf. "Maaf, membuat Nyonya Aaron Daffa tersenyum. Aku sudah hampir tiga tahun tidak pulang dan selama itu tidak pernah makan makanan rumah."
"Benar! Di kantor sangat sibuk dan selalu makan makanan cepat saji." Christian dengan cepat menimpalinya.
__ADS_1
Merasa tidak terima, Aaron pun membalas ucapan mereka. "Jangan dengarkan mereka!"
Christian dan Daniel kembali menunduk, melanjutkan makan dan tidak bicara lagi.
Tapi, di pandangan Naura, dia merasa kalau 'Samuel' sedang membully mereka berdua.
Naura menyikut 'Samuel' dengan pelan dan 'Samuel' menoleh menatapnya. "Kamu yang mengajak mereka untuk makan malam bersama, jangan bersikap seperti itu dengan mereka. Makanlah dengan baik." Bisik Naura.
Aaron hanya mengernyit mendengarnya. Kapan dia mengajak mereka untuk makan malam bersama dirumahnya?
Aaron kemudian menyeringai dingin menatap mereka berdua. "Makanlah yang banyak!" Ucapnya dengan datar.
Naura pun merasakan merinding pada lengannya. Kenapa dia memiliki firasat kalau ketiga laki-laki ini bisa bertarung kapan saja?
Naura merasa suasana dimeja makan ini menjadi aneh. Selesai makan, dia pun segera pergi ke ruang tamu karena merasa tidak bisa memahami mereka.
Akhirnya Christian punya kesempatan untuk menanyakan rasa penasarannya terhadap Naura. "Aaron, sebenarnya apa yang terjadi dengan istrimu?"
Bukannya menjawab, tapi Aaron memberi tatapan dingin pada Christian.
Seketika, Christian seperti sedang menarik resleting dibibirnya dan tidak berani bicara apa-apa lagi.
Sedangkan Daniel, sebenarnya dia orang yang tenang. Tapi, karena sudah lama selalu bersama Christian, jadi dia juga sering menjadi aneh. Tapi, saat serius, maka Daniel benar-benar akan serius juga.
Kedatangannya hari ini ke rumah Aaron, selain makan juga ada hal lain yang ingin dia bicarakan.
Dia menatap Aaron dengan wajah serius. "Fajar Affandi, dia memberi Naura surat perjanjian. Tapi, isi surat perjanjian itu tidak jelas. Banyak sekali yang salah."
__ADS_1
Mendengar itu, Aaron menyeringai dingin. "Pasti Fajar Affandi sudah merencanakan hal ini dengan baik. Naura juga tidak akan mudah di tipu olehnya. Dia akan bergabung di perusahaan Affandi, tentu membuat mereka merasa tidak tenang. Cepat atau lambat, mereka pasti juga akan meminta Kakek Affandi datang untuk memimpin perusahaannya kembali." Ucap Aaron.
Mengingat kembali masa lalunya saat itu, tidak lama setelah Aaron dan ibunya menjadi korban penculikan kemudian diselamatkan, tapi ibunya tidak selamat.
Keluarga Ardinata tiba-tiba menandatangani sebuah kontrak pernikahan dengan keluarga Affandi. Saat itu juga, Kakek Affandi pensiun dari jabatan Presiden Direktur Utama di perusahaan Affandi, lalu pergi ke luar negeri menghabiskan masa pensiunnya di sana.
Jika melihat dari kebiasaan turun temurun dari keluarga Ardinata, kalau memang benar Aaron impoten, mereka tidak akan melakukan perjodohan dari keluarga Affandi.
Karena kontrak pernikahan itu terlalu kebetulan, kejadiannya juga sangat aneh, Aaron pun merasa curiga kalau kontrak pernikahan itu ada kaitannya dengan kejadian penculikan yang dia alami dimasa lalu, yang menyebabkan ibunya terbunuh. Jadi, saat Faisal Ardinata-Ayahnya menjodohkan dia, dia setuju saja tanpa ada perlawanan darinya.
Sebenarnya sejak awal, Aaron sudah menyusun rencana. Dia akan bisa menemukan sesuatu dari Marsha yang merupakan calon istrinya yang sesungguhnya untuk menyelidiki tentang keluarga Affandi.
Tapi, dia malah dinikahkan dengan Naura. Seorang gadis yang misterius. Gadis yang pintar, tapi juga terlihat sedikit bodoh.
Memikirkan itu, Aaron kemudian menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi makan dan tatapan matanya terlihat tidak berdaya.
Masakan yang dibuat Naura, sama persis dengan masakan yang dibuat oleh ibunya. Karena itu, Aaron tidak sanggup untuk tidak tertarik dan mendekati Naura.
Setelah terdiam beberapa saat, Christian mengetukkan ujung jarinya di atas meja makan beberap kali. "Aku rasa, kamu bisa langsung mengundang kakek Affandi datang kembali lagi ke sini."
"Tidak! Itu terlalu menarik perhatian semua orang!" Tegas Aaron. "Kepergian Kakek Affandi ke luar negeri untuk pensiun terlalu mendadak. Itu merupakan sesuatu yang paling mencurigakan. Enam belas tahun sudah berlalu. Aku tidak peduli kalau harus menunggu beberapa hari lagi. Aku hanya ingin orang-orang yang terlibat dalam kasus waktu itu, tertangkap semua."
*Tert*angkap semua? Lalu, setelah itu? Gumam Christian bertanya-tanya dalam hati.
Meskipun Aaron tidak mengatakan apa-apa lagi, tapi Christian tau kalau Aaron tidak akan pernah dengan mudah melepaskan orang-orang itu begitu saja.
Aaron curiga, kasus penculikan waktu itu ada kerja sama antara keluarga Affandi dengan para penculik. Setelah kasus penculikan itu berlalu, selama ini dia masih saja terus memikirkannya dan mengikuti petunjuk yang ada dari kejadian waktu itu.
__ADS_1
...__________...