
Sore harinya, Marsha bersama Naura dan orang kepercayaannya pergi untuk membahas proyek.
Perusahaan yang didatangi untuk berdiskusi proyek bernama Victor Corp yang termasuk perusahaan menengah di kota B ini. Kalau dibandingkan dengan Perusahaan Affandi, Perusahaan Victor ini prospeknya sedikit lebih bagus.
Orang yang bertanggung jawab di proyek ini seorang wanita paruh baya, usianya mendekati empat puluh tahun. Rambutnya ditata sangat rapi, penampilannya begitu elegan. Sepertinya dia seorang wanita paruh baya yang sangat kuat.
Marsha berdiri dan menyapanya. Bisa dikatakan kalau sikap Marsha ini terkesan sangat sombong. "Hallo Bu Farah, kita bertemu kembali."
Bu Farah menatap sekilas Marsha kemudian langsung duduk seolah-olah tidak mendengar nada kesombongan Marsha. "Saat itu, aku sudah berkata sangat jelas. Kalau memang Perusahaan Affandi ingin bekerjasama dengan kami di proyek ini, harus datang dengan hormat."
Marsha tersenyum dan menoleh menatap Naura. "Kamu juga putri dari Presiden Direktur Perusahaan Affandi, kali ini Pak Fajar Affandi mengutus kita berdua untuk mendiskusikan proyek bersama-sama, apa ini masih kurang hormat?"
Manajer Farah menatap Naura dan raut wajahnya makin tidak enak dipandang. Dalam hidupnya, Manajer Farah paling membenci hubungan yang tidak berguna seperti ini. Dari awal, dia sudah tidak menghargai Marsha dan sekarang ditambah lagi Naura. Dia semakin tidak menghargainya.
"Maaf, jam empat sore, aku masih ada rapat. Aku permisi dulu." Manajer Farah langsung berdiri meninggalkan tempat dan pergi.
Akhirnya, Naura mengerti kenapa 'Samuel' mengatakan kalau kerjasama proyek ini pasto gagal.
Terlihat jelas kalau Manajer Farah tidak menghargai Marsha, tapi Marsha masih menganggap dirinya seperti penerus perusahaan dan masih mengajak Naura untuk dibenci oleh Manajer Farah.
"Meskipun adikku ini orang baru, tapi dia sangat rajin. Apakah Bu Manajer Farah bisa mempertimbangkannya lagi?" Tanya Marsha dibelakang Manajer Farah.
Langkah kaki Manajer Farah semakin cepat, sama sekali tidak ingin menghiraukan ucapan Marsha.
Naura mengerutkan alis, mengerti apa tujuan Marsha mengajaknya hari ini.
Melihat usia Manajer Farah, seharusnya dia karyawan senior diperusahaan, pengalamannya sudah pasti sangat banyak.
Sedangkan perusahaan Affandi mengutus seorang yang tidak mengerti apa-apa seperti Marsha dan sekarang ditambah lagi dengan Naura......
Bagi Manajer Farah, ini adalah suatu penghinaan dan juga tidak menghargai proyek ini.
__ADS_1
Setelah Manajer Farah keluar, Marsha menoleh menatap dengan wajah dingin dan menyalahkan Naura. "Ayah sangat serius dengan proyek ini dan sekarang kamu menggagalkannya. Lihat bagaimana kamu mempertanggung jawabkannya?!"
"???" Naura masih terdiam dengan penuh tanda tanya.
Sejak Manajer Farah masuk sampai dia pergi. Dia tidak mengatakan apa-apa mengenai proyek ini. Dan kegagalan kerjasama proyek ini dilimpahkan kepada Naura, membiarkan Naura yang memikulnya sendiri?
Naura menoleh melihat kedua orang yang ikut bersamanya, mereka langsung memalingkan wajahnya setelah melihat tatapan mata Naura. Terlihat jelas kalau mereka berpihak pada Marsha.
"Untuk apa diam? Masih berharap kalau Bu Farah akan kembali?" Tanya Marsha dengan menaikkan dagunya menatap sinis pada Naura kemudian keluar lebih dulu.
Naura berjalan dengan pelan mengikutinya dari belakang.
Naura merasa kalau Marsha adalah orang yang bodoh, menghancurkan kerjasama proyek yang sangat penting bagi Perusahaan Affandi dan berbuat semaunya sendiri.
Karena terlalu dimanja, Marsha menjadi sangat arogan. Kalau bukan karena Perusahaan Affandi, bagaimana dia bisa dengan mudah menikmati kehidupan seperti seorang putri raja? Tapi, dia sendiri menganggap kerjasama proyek perusahaan sebagai mainan!
Kalau begini caranya, cepat atau lambat Perusahaan Affandi bisa hancur!
...
Fajar baru saja kembali dari rapat dan melihat mereka berdua. "Bagaimana hasil diskusi kerjasama proyek hari ini?" Tanyanya.
Marsha menggigit bibirnya dan matanya terlihat agak memerah. "Yah, maaf. Tidak seharusnya aku mengajak Naura pergi ke Victor Corp untuk berdiskusi proyek......"
"Victor Corp?!"
Belum selesai bicara, ucapan Marsha sudah langsung dipotong oleh Fajar dengan wajah terkejut dan penuh kemarahan. "Siapa yang menyuruh kamu pergi berdiskusi proyek kerjasama dengan Perusahaan Victor Corp?!"
Fajar sangat tau kemampuan putrinya sendiri. Dia sudah sangat serius dengan proyek tersebut, mengetahui kalau Marsha gagal, dia harus siap mempertimbangkannya lagi dalam jangka panjang, sampai waktunya nanti menemukan orang yang cocok untuk pergi ke sana.
"Naura yang ingin membuktikan dirinya, mau berdiskusi proyek besar. Saat itu, hatiku terpengaruh olehnya dan mau pergi untuk mengajak dia berdiskusi proyek kerjasama dengan Victor Corp....."
__ADS_1
Sebenarnya, banyak kebohongan dalam perkataan Marsha. Tapi, Fajar sangat menyayanginya. Walau dia tau kalau Marsha sedang berbohong, dia hanya melampiaskan kemarahannya kepada Naura.
"Naura! Ayah setuju memindahkan kamu ke bagian proyek supaya kamu bisa banyak belajar! Bukan malah membiarkan kamu bersembunyi dibelakang Marsha dan menggagalkan proyek besar perusahaan!"
Wajah Fajar yang penuh dengan kemarahan, terlihat seperti ingin menampar wajah Naura.
Naura dengan dingin menatap sandiwara antara ayah dan anak didepannya, dia pun tertawa dingin. "Apa aku perlu bersembunyi dibelakang Marsha? Dia sendiri yang mencari masalah dan tidak bisa menyelesaikannya! Coba ayah tanya kepada diri ayah sendiri, setelah Marsha masuk ke perusahaan ini, sudah berapa banyak proyek yang berhasil dia dapatkan dan berapa proyek pula yang digagalkannya?!"
"Naura, kamu jangan sembarangan bicara! Setiap tahun, proyek yang didapatkan oleh perusahaan sangat banyak dan itu semua hasil kerja kersaku bersama tim yang dengan susah payah mendapatkannya!"
Marsha menggelengkan kepalanya dengan wajah yang tertekan. "Aku berdedikasi untuk perusahaan ini, tapi kamu mau menghancurkannya untuk dirimu sendiri, kamu sudah menghancurkan proyek besar, sekarang kamu mau menghinaku? Apa kamu sedang bercanda?!"
Sungguh......ucapannya begitu serius!
Naura menatap Marsha dengan sinis. "Demi perusahaan atau bukan, hati kamu sendiri yang tau!"
Ditatap oleh Naura seperti ini, secara tidak sadar hati Marsha merasa bersalah. "Tentu saja dedikasi aku untuk perusahaan ini!" Ucapnya dengan nada tinggi untuk menutupi rasa bersalahnya.
Fajar melihat pertengkaran mereka berdua merasa semakin emosi. "Sudah diam! Kalian berdua, keluar dari sini!" Teriaknya.
Marsha tidak rela untuk keluar. Hari ini tujuan dia membuat masalah, ingin agar Naura dikeluarkan dari bagian proyek.
"Yah, Naura benar-benar tidak cocok dibagian proyek! Ayah kembalikan dia ke bagian pemasaran saja!"
Sebenarnya, hati Fajar sudah terpengaruh oleh ucapan Naura tadi. Setelah Marsha masuk ke bagian proyek, tahun demi tahun, kinerja perusahaan makin menurun.
"Keluar!" Ucap Fajar lagi dengan kesal.
"Yah?!"
Marsha kembali memanggil ayahnya dengan tidka rela. Tapi, dia hanya bisa membalikkan badan dan keluar.
__ADS_1
...__________...