
Selesai makan, mereka berdua keluar dari restoran, kemudian bertemu dengan Marsha.
Bisa dibilang, dunia ini memang sempit.
Marsha tersenyum lebar. "Wah, hubungan Naura dan Tuan Samuel benar-benar sangat dekat, saat tidak ada pekerjaan langsung datang kemari menemui Naura untuk makan siang bersama. Apakah adik iparku mengetahuinya?"
Aaron sedikit memicingkan matanya, lalu mengatakan hal yang mengejutkan. "Masalah seperti ini, tentu saja jangan sampai diketahui oleh kakak sepupu."
Dengan wajah yang datar, Naura mengulurkan tangannya mencubit punggung tangan Aaron dengan keras untuk menyadarkan pria itu agar tidak berucap hal yang tidak-tidak.
Dengan raut wajah yang tidak berubah, Aaron membalikkan tangannya dan menggenggam tangan Naura. "Kakak ipar, aku pergi dulu, nanti aku akan datang lagi untuk menjemputmu."
Naura tidak berucap apapun. Di wajahnya seolah tertulis kata "cepat pergi!"
Namun, selesai Aaron berucap, dia masih tidak pergi juga.
Baru saja Naura ingin bertanya kenapa dia masih belum pergi, tiba-tiba Aaron menundukkan kepala mendekatinya. "Kakak ipar, apa kamu tidak ingin memberikanku ciuman perpisahan?"
"????"
Selesai berucap, Aaron langsung mencium Naura dihadapan Marsha. Kemudian tersenyum kecil sambil membalikkan tubuhnya untuk pergi.
Senyuman Aaron itu di mata Naura terlihat sangat menyebalkan.
Walaupun kehidupan Marsha sangat berantakan, namun dia merasa tidak menyangka jika Naura dan 'Samuel' bertindak sangat tidak bermoral seperti ini yang tidak tau malu di depan umum.
"Naura, kamu ini....." Marsha seketika kehilangan kata-katanya, lalu beberapa detik kemudian baru kembali berkata. "Dasar tidak tau malu!"
Aura Marsha tentu saja tidak bisa mengalahkan Naura.
Naura menurunkan tatapan matanya, dan berucap dengan datar. "Tidak melebihi dirimu."
……
Perusahaan AD Entertainment.
Aaron kembali ke kantor dan memanggil sekertarisnya dari dalam. "Panggil Direktur Christian datang sebentar."
Aaron memiliki lift pribadinya di perusahaan dan langsung naik dari tempat parkir mobil. Orang-orang yang melihatnya diperusahaan, selain sekertarisnya, hanya para eksekutif senior.
Para eksekutif tau bahwa ada bos besar di belakang AD Entertainment, tetapi mereka tidak tau bahwa dia adalah Aaron Daffa Ardinata.
Dan yang mengetahui bahwa Aaron adalah bos besar AD Entertainment hanya tiga orang, yaitu Kairav Robinson, Daniel, dan Christian.
Ketika Naura pergi meninggalkan Star Light di pagi hari, seharusnya dia bertemu dengan Daniel dan Christian.
Daniel adalah orang yang sangat berhati-hati dalam pekerjaannya.
Sedangkan Christian selalu tidak bisa menjaga mulutnya.
Setelah beberapa saat, sekertaris Aaron membalas panggilannya. "Sekertaris Direktur Christian mengatakan Direktur Christian sedang dalam perjalanan bisnis, dan orangnya sudah dibandara."
Meski hanya dari telepon, kesunyian di telepon membuat sekertaris Aaron merasa sangat tertekan. Sebelum panggilan berakhir, mendengar suara Aaron yang sangat rendah.
"Oh."
Ketika mendengar kata itu, sekertaris mendengar Aaron mencibir, membuatnya gemetar.
__ADS_1
"Aku mengerti, panggil Evelyn untuk keruanganku."
Aaron kemudian meletakkan ponselnya dan menunggu Evelyn datang.
Christian tidak pernah merubah sikapnya. Selalu pergi melarikan diri setelah melakukan kesalahan.
Tak lama kemudian, Evelyn datang.
Ketika Evelyn mengetuk pintu, hatinya merasa aneh. Karena seseorang baru saja mengatakan bahwa bos besar AD Entertainment memanggilnya. Dan reaksi pertamanya adalah Evelyn mengira bahwa Christian sebagai bos memintanya untuk datang.
Sekertaris Aaron menegaskan, "Bos besar perusahaan AD Entertainment, bukan Direktur Christian."
Ternyata, Christian hanyalah seorang bawahan?
"Masuk!"
Terdengar suara rendah dari seorang laki-laki yang tidak asing.
Evelyn ragu-ragu untuk masuk. Begitu dia melihat wajah Aaron, matanya langsung melebar.
"A...Aaron?"
"Nona Evelyn." Aaron berkata dengan suara berat.
Dalam cerita yang disampaikan oleh Naura, Evelyn juga merasa Aaron mengerikan.
Tidak terpikirkan, pria tampan ini ternyata adalah bos besarnya!
Meskipun ekspresinya biasa saja, Evelyn tetap merasa aneh. Dia membungkuk dengan penuh hormat kepada Aaron. "Bos!"
Aaron mengangkat alisnya, dia merasa teman Naura ini memang berbeda jauh dari dirinya.
Naura takut padanya, tetapi hampir tidak pernah menunjukkan bersikap seperti ini. Evelyn tampak lebih bersemangat melakukannya.
Suara Aaron melembut. "Aku menyuruhmu kemari karena perlu bantuan darimu."
Evelyn kaget. Naura pernah mengatakan untuk jangan pernah bermasalah dengan pria tampan ini. Bukankah sifatnya cukup baik?
"Selama aku bisa melakukannya, bahkan sepuluh tugas juga tidak masalah."
Tampaknya, Aaron sangat puas dengan jawaban Evelyn. Ekspresinya tampak sangat lembut. "Aku tidak bisa menghubungi Christian, kamu bantu aku menghubunginya dan tanyakan di mana dia berada."
Hanya itu saja?
Evelyn mengira, ada tugas besar apa.
Meskipun dia belum pernah menghubungi Christian dalam beberapa tahun terakhir, tetapi dia masih menyimpan semua nomor teleponnya.
Evelyn menghubungi nomor telepon yang Christian gunakan akhir-akhir ini, tapi nomormya tidak aktif. Kemudian, Evelyn menghubungi nomor Christian yang digunakan sebelumnya, pada masa sekolah dulu. Setelah terjadi insiden saat itu, mereka berdua sudah tidak pernah terhubung lagi.
Dia juga tidak yakin, apakah Christian masih menggunakan nomor itu atau tidak.
Evelyn menghubungi nomor itu, ternyata tersambung. Tidak menunggu lama setelah teleponnya tersambung, suara bersemangat dari Christian terdengar. "Evelyn!"
Evelyn tidak menghiraukan nada suara gembira dari Christian. Dia langsung bertanya. "Christian, kamu dimana?"
"Aku dibandara! Ev, apa yang terjadi denganmu?"
__ADS_1
Selama ini, Evelyn tidak pernah menghubunginya. Christian langsung mengira pasti terjadi sesuatu dengan Evelyn.
"Aku tidak apa-apa. Bos besar mengatakan, dia tidak bisa menghubungimu lalu menyuruhku membantunya untuk menghubungi kamu." Evelyn kemudian berkata pada Aaron. "Dia bilang, dia dibandara."
Christian pun tiba-tiba marah pada Aaron. "Dasar!"
Kemudian, ponsel Aaron berdering. Dia menatap Evelyn dan tidak buru-buru menjawab teleponnya. "Terimakasih, kamu sudah boleh pergi."
Evelyn berbalik dan berjalan ke pintu. Tiba-tiba dia mendengar Aaron bicara padanya. "Aku sudah melihat film kamu. Kamu memiliki potensi paling besar."
Aaron selalu bertindak bijaksana dalam pekerjaannya, dan Christian ingin menandatangani kontrak kerjasama dengan Evelyn untuk bergabung di perusahaan AD Entertainment.
Pekerjaan bukanlah mainan anak-anak, dan dia selalu menggunakan perasaan.
Evelyn memang memiliki potensi yang besar.
Dipuji oleh Aaron, Evelyn menjadi bersemangat. "Aku akan bekerja lebih keras lagi!"
Tidak lama setelah Evelyn pergi, Christian datang.
Dia mendorong pintu ruangan Aaron dan bergegas masuk. Dia tampak berkeringat seperti habis berlari.
Christian masuk dan langsung dengan langkah lebar menghampiri meja Aaron. "Dimana Evelyn?!"
"Sudah pergi."
Setelah mendengar jawaban dari Aaron, Christian semakin cemas. "Kemana dia pergi? Apa yang kamu lakukan terhadapnya?!"
"Memangnya apa yang bisa aku lakukan padanya? Hanya menyuruhnya meneleponmu dan membiarkan dia pergi." Jawab Aaron tanpa bersalah.
"Berengsek! Kamu menipuku!" Tiba-tiba Christian jatuh di kursi. "Sialan! Menakutiku saja!"
Dia dan Aaron sudah saling mengenal sejak lama. Dia tau betapa kejamnya Aaron.
Jadi, begitu dia mendengar bahwa Aaron mencari Evelyn, dia langsung takut dan berlari kembali.
Aaron menatapnya dengan kosong. "Sekarang akui saja kesalahanmu."
Christian: "……"
Akhirnya, Christian terpaksa oleh ancaman Aaron untuk menceritakan kejadian pagi itu.
Dia pikir, Aaron ingin memukulnya, tetapi akhirnya tidak jauh lebih baik daripada memukulnya.
"Kamu tidak perlu berlibur tahun depan, terus bekerja dengan baik saja." Aaron berpikir dirinya masih belum cukup sadis, kemudian dengan dingin menambahkan. "Bagaimanapun, Evelyn adalah artis yang sedang naik daun, dia tidak akan berpacaran denganmu. Seorang pria lajang harus bekerja keras."
Christian menggertakkan giginya. "Lebih baik kita putus hubungan saja!"
Aaron sama sekali tidak marah. Dia malah tersenyum. "Evelyn belum punya menejer baru."
Christian menelan dengan sombong. "Aku...aku akan bekerja lebih keras!"
"Kuserahkan Evelyn kepadamu." Aaron semakin tersenyum.
Christian menggumam dengan kesal. "Huh! Dasar pengkhianat tua!"
...----------------...
__ADS_1