
Beberapa menit kemudian, tiba-tiba Naura mendengar ada suara seseorang yang bersiul. Dia menoleh dan kebetulan melihat 'Samuel' sedang berjalan menghampirinya. Membuat Naura terbelalak karena terkejut.
'Samuel'? Kenapa dia ada disini?
Melihat reaksi Naura yang terkejut, Aaron merasa puas. "Kakak ipar sepupu, baru beberapa jam saja kita bertemu, apa kamu sudah tidak mengenali aku lagi?" Ucapnya dengan tersenyum.
"Kamu, kenapa ada disini?" Tanya Naura dengan penuh kewaspadaan.
"Ibuku adalah bibi kandung kakak sepupuku. Aku hanya tinggal beberapa hari saja dirumah kakak sepupu, apakah ada masalah?" Ucap Aaron sambil mendekat pada Naura.
'Samuel' adalah adik sepupu Aaron. Dia tinggal dirumah Aaron, tentu saja tidak ada masalah. Yang ada masalah itu Naura.
Naura tidak bisa tidak menganggap apa yang sudah dilakukan 'Samuel' sebelumnya kepadanya tidak pernah terjadi. Apalagi saat ini Aaron juga ada didalam rumah ini.
Naura tidak akan pernah memberikan kesempatan kepada 'Samuel' untuk melakukan hal diluar dugaannya. "Tidak ada." Jawab Naura dengan datar lalu bangkit berdiri.
Saat Naura ingin melangkahkan kakinya, pergelangan tangannya dipegang oleh 'Samuel' dan ibu jarinya menggosok perlahan pergelangan tangan Naura yang lembut. Lalu membungkuk menyamakan tinggi badannya dengan Naura dan berbisik ditelinganya. "Kakak ipar, aku belum makan malam. Apa kakak ipar tega melihatku kelaparan? Aku masih terluka."
Terlalu banyak kejadian yang terjadi hari itu. Dan sepertinya Naura sudah melupakan 'Samuel' yang masih terluka.
"Masaklah sedikit untukku, aku tunggu kamu." Ucap Aaron lagi sambil dengan sengaja menahan kepala Naura dan menempelkan bibir tipisnya didaun telinga Naura.
Naura merasakan mati rasa disekujur tubuhnya. Ketika dia ingin mendorong 'Samuel', sekilas dia melihat Ivan yang sejak kapan sudah turun dari lantai dua.
Wajah Naura sudah berubah. Panik dan sangat terkejut. Dia menghempaskan tangan 'Samuel' dan lari kesamping.
'Samuel' masih tersenyum. Tidak terlihat marah. "Cepat ya kakak ipar. Aku sudah sangat lapar."
Ivan yang sedang berdiri disamping melihat dengan heran sikap Aaron yang seperti ini.
Aaron menoleh menatap Ivan dengan menaikkan alisnya. "Kenapa melihatku seperti itu?"
"Tidak." Jawab Ivan dengan cepat. Dia merasa kalau sikap Tuan Mudanya ini sangat tidak gentle.
Tuan Muda benar-benar kurang kerjaan. Menggoda istri sendiri dengan berpura-pura menjadi adik sepupunya. Apa karena Tuan Muda ingin mencari kenikmatan yang terlarang?
Ivan menggelengkan kepalanya dan segera menghilangkan pikiran ini.
__ADS_1
Ivan sudah bekerja dengan Aaron selama bertahun-tahun dan dia belum pernah melihat Aaron menyukai perempuan.
Meski wajah Nyonya Muda jelek, tapi perlakuan Tuan Muda terhadapnya sungguh tidak biasa.
Naura mengira kalau Ivan tidak melihat kedekatan dirinya dengan 'Samuel'. Dia segera pergi ke dapur.
Setelah Naura masuk kedalam, Aaron duduk disofa menunggunya. Sedangkan Ivan yang melihat keadaan seperti ini, dia melangkah pergi keluar. Merasa tidak mengerti apa yang dipikiran oleh Tuan Mudanya.
Di dapur, Naura membuka kulkas dan melihat didalamnya ada sayur dan ada daging. Berfikir sebentar, lalu mangambil sedikit sayur.
Tiba-tiba, Naura teringat saat pagi itu melihat 'Samuel' membuat sarapan sendiri. Itu artinya dia juga bisa memasak.
Naura masih tidak mengerti dengan Tuan Muda yang kaya raya ini bisa memasak, kenapa masih menyuruh Naura memasak untuknya?
Apa karena dia menganggap kalau Naura mudah dibodohi?
Setelah memikirkan itu, Naura tersenyum sinis kemudian memasukkan kembali sayur yang baru saja dia sambil kedalam kulkas.
Naura berjalan keluar dari dapur. Dia melihat 'Samuel' duduk disofa sedang fokus dengan ponselnya. Naura melihat sekeliling sebentar kemudian diam-diam berjalan naik keatas.
Naura merasa kalau dirinya terlalu mudah menurut, jadi 'Samuel' bisa dengan mudah mengancam dirinya.
Karena hubungan mereka sangat baik, tidak mungkin 'Samuel' akan memberitau Aaron kalau dirinya menggoda dia kan? Bukankah itu akan mengakibatkan hubungan mereka menjadi tidak baik?
Semakin berpikir, Naura merasa kemungkinannya sangat kecil untuk 'Samuel' mengancam dirinya.
Naura tidak ingin berpikir itu lagi. Dia berjalan naik keatas dan masuk kedalam kamarnya. Lagi pula, dia sudah makan malam.
Aaron masih duduk disofa menunggu Naura. Merasa sudah lama menunggu, tapi tidak mendapati Naura keluar dari dapur dan mencarinya.
Dia pun menoleh melihat kearah dapur dan tiba-tiba berpikir sesuatu. Dia bangkit berdiri dan berjalan dengan langkah lebar masuk ke dapur.
Kosong. Tidak ada bayangan Naura si gadis jelek itu.
Aaron tersenyum sinis.
He, dasar gadis itu!
__ADS_1
...
Naura terus memikirkan 'Samuel'. Dia mengira 'Samuel' akan sangat marah dan mencarinya. Tapi ternyata, laki-laki menyebalkan itu tidak datang mencarinya dan mencari masalah kepadanya.
Naura pun bisa bernafas lega lalu tidur nyenyak.
Keesokan paginya, Naura terbangun karena mendengar suara dering ponselnya. Dia mengambil dan melihat teman baiknya menelponnya.
Evelyn Cathleen teman baik Naura selama ini. Sudah tiga bulan pergi syuting ke luar negeri dan belum kembali.
"Hallo Ev, apa kamu sudah pulang?" Tanya Naura dengan gembira ketika mengangkat telepon dari teman baiknya.
"Aku pulang dan ingin memotong lehermu!" Jawab Evelyn dengan berteriak terdengar begitu marah.
Naura menjauhkan teleponnya dari telinganya yang terasa sakit mendengar teriakan Evelyn.
Setelah Evelyn selesai memakinya, Naura bari menempelkan ponselnya kembali ditelinganya. "Apa yang terjadi? Kenapa kamu berteriak dan marah-marah?" Tanya Naura dengan pelan.
"Kamu lihat saja sendiri dipostingan sosial media! Aku baru pergi tiga bulan, tapi kamu sudah menjadi seorang wanita yang jelek dan menggunakan banyak cara untuk bisa menikah dengan laki-laki kaya?!" Ucap Evelyn dengan sangat antusias.
Naura terpaku sejenak. Raut wajahnya pun perlahan berubah. "Kamu jangan marah dulu. Biar aku lihat dulu apa yang sebenarnya terjadi." Ucap Naura dengan tenang.
"Aku baru saja pergi dari bandara dan sekarang sudah hampir sampai!" Ucap Evelyn masih terdengar marah.
Naura terdiam merasa bingung harus berkata apa dan telepon ditutup.
Naura segera membuka akun sosial medianya untuk melihat posting an berita terkini.
Begitu membuka akun sosial medianya, dia langsung melihat tulisan diatas 'Perempuan jelek yang punya banyak trik'.
Naura mengklik tulisan tersebut dan benyak netizen disana yang membicarakan tentang keluarga Affandi.
Maksud dari posting an tersebut mengatakan Demi bisa menikah dengan Aaron Daffa Ardinata, Naura menggunakan cara yang kotor lalu menggantikan Marsha kakaknya untuk menikah dengan Aaron Daffa.
Dalam postingan tersebut ditujukan agar semua orang mengira bahwa Marsha adalah seorang kakak yang sangat baik hati dan sayang kepada adiknya, tetapi adiknya malah merebut laki-laki yang sudah dijodohkan dengan kakaknya.
Naura membaca satu per satu komentar dari para netizen di postingnan itu. Untung saja Naura belum punya akun sosial media. Kalau tidak, mungkin dirinya sudah ditandai dan mendapat serbuan makian dari para nerizen.
__ADS_1
...__________...