
Meski kaki Naura baik-baik saja, dokter tetap memberinya saleb untuk dioles kekakinya yang terluka.
Setelah menerima obat, Aaron dan Naura segera keluar dari klinik. Aaron lebih dulu berjalan kemobilnya membukakan pintu untuk Naura. Dia menoleh dan melihat Naura masih berdiri diam didepan pintu klinik.
Aaron mengernyitkan keningnya. "Kenapa? Kakimu sakit dan sulit berjalan? Mau aku menggendongmu?"
Naura masih dalam suasana hati yang tidak baik. Saat ini, emosinya juga sedang tidak baik. Dia belum pernah bertemu dengan laki-laki seperti 'Samuel'. Laki-laki yang sangat tidak tau malu dan sering membuatnya emosi.
Naura kemudian memaksakan senyumnya. "Terimakasih untuk hari ini. Kamu, pasti sangat sibuk kan? Aku bisa pulang sendiri dengan taksi."
Aaron menatap Naura dengan santai dan bersandar pada mobil. "Aku tidak sibuk. Hanya mau pergi makan bersama teman-temanku."
Naura sama sekali tidak bisa memahami 'Samuel'. Tapi, kenapa laki-laki ini masih terus mengganggunya? Apakah, dia benar-benar menyukainya yang samgat jelek ini?
Naura berbalik dan ingin pergi.
Saat melangkah, dia mendengar 'Samuel' bicara. Dia menoleh melihat 'Samuel' sedang bicara dengan seseorang melalui ponselnya.
"Iya, aku sedang keluar. Kebetulan bertemu dengan kakak ipar sepupu. Kami akan makan bersama dulu setelah itu baru pulang. Kakak sepupu tidak keberatan kan? Hubunganku dengannya...." 'Samuel' melihat Naura menggunakan ekor matanya sedang berdiri diam mendengarnya bicara. "Kakak sepupu, kami setiap hari bertemu.....kami....."
Naura merasa tidak tahan mendengarnya. Dia tau 'Samuel' sedang mangancamnya saat ini. Kalau dia melangkah lagi dan pergi, bisa saja 'Samuel' akan nekat mengatakan kepada Aaron "kakak ipar menggodaku".
Naura mengepalkan kedua tangannya dan berjalan mendekati 'Samuel' tanpa bersuara.
'Samuel' tersenyum puas melihat Naura. "Kakak ipar, silahkan masuk dulu kedalam mobil. Masih ada yang ingin aku dibicarakan dengan kakak sepupu." Terpaksa Naura pun masuk kedalam mobil.
Setelah Naura duduk didalam mobil, 'Samuel' menggoyang-goyangkan ponselnya menunjukkan pada Naura kalau layar ponselnya terkunci. Ternyata 'Samuel' tidak sedang menelpon melainkan hanya berakting saja.
Benar-benar sangat menyebalkan dan membuat Naura semakin merasa geram.
...
Mobil Aaron baru saja berhenti diparkiran Bar yang terlihat mewah. Naura menatap curiga pada 'Samuel'. "Apa kita mau makan disini?"
__ADS_1
Dia tidak datang kemari untuk bersenang-senang kan? Lanjutnya dalam hati.
Aaron hanya meliriknya sekikas kemudian membuka pintu mobil dan turun.
Naura juga tidak punya pilihan lain selain mengikuti 'Samuel' turun.
Saat Aaron berjalan masuk melewati pintu, ada pelayan yang langsung membungkuk dengan hormat memberi salam kepadanya. "Selamat datang."
Sedangkan saat Naura masuk, pelayan itu langsung menghadangnya dengan tatapan jijik dan mengejek. "Kamu mau apa kesini?"
Seketika Naura menundukkan kepalanya dan melihat penampilannya sendiri. Pakaian yang dipakainya terlihat lusuh. Kemudian dia menjawab dengan polos. "Mau makan." Kemudian, Naura kembali melangkah berjalan masuk.
Tapi, pelayan itu masih menghalangi jalannya dengan geram. "Hey! Tempat ini hanya untuk orang-orang yang berkelas dan tidak sembarang orang bisa masuk begitu saja dengan seenaknya!"
Pelayan ini sudah sering melihat banyak wanita yang gila uang. Mereka datang hanya untuk mencari Tuan Tuan yang kaya untuk digodanya. Tapi, mereka cantik-cantik.
Melihat penampilan Naura yang sangat jelek ditambah lagi pakaiannya yang lusuh, kalau membiarkannya masuk, pasti akan menurunkan level Bar ini.
Naura mendengus kesal dan cemberut. Dia juga tidak ingin datang kemari.
Aaron segera menhampirinya kemudian menarik tangan Naura untuk mendekat pada tubuhnya. Aaron menatap kearah pelayan tersebut dengan wajah dingin. "Siapa namamu?"
Orang-orang yang keluar masuk di Bar ini memang bukan orang sembarangan. Semua pelayan yang bekerja disini pun juga bukan orang sembarangan.
Melihat tubuh Aaron yang tinggi tegap dan gagah dengan memancarkan aura begitu kuat, membuat pelayan tersebut menajadi ketakutan. "Ha..Hanif."
Aaron hanya menatapnya dingin kemudian menarik tangan Naura dan berjalan masuk kedalam. Tidak ada yang berani menghalanginya lagi.
Aaron melangkah dengan cepat. Naura sedikit terseok saat mengikuti langkah Aaron yang lebar dan cepat.
Naura menunduk menatap tangannya yang digenggam oleh 'Samuel'. Tangan mungilnya digenggam erat seperti ini, selain merasa hangat, dia juga merasa terlindungi. Kemudian dia mengangkat wajahnya melihat 'Samuel'. Hatinya merasa kagum melihat pundak lebarnya.
Ini pertama kalinya yang dirasakan oleh Naura, ada orang yang melindunginya.
__ADS_1
'Ting!'
Seketika Naura tersadar dari lamunannya saat mendengar bunyi lift.
Dia mengerjakan matanya tampak terkejut mendapati 'Samuel' yang entah sejak kapan sudah berhenti dan menatapnya.
Lagi-lagi, Naura merasakan seperti tersengat aliran listrik. Dia segera menarik tangannya yang digenggam 'Samuel' lalu masuk kedalam lift dengan gugup.
Dia baru sadar kalau baru saja dia digandeng oleh 'Samuel'?
Naura berdiri disudut menjauh dari 'Samuel'.
'Samuel' hanya meliriknya sekilas. "Untuk apa berdiri sejauh itu? Kamu pikir aku akan memakanmu?"
Naura hanya diam dan memalingkan wajahnya. Tidak menghiraukan ucapan 'Samuel'.
Sesampainya didepan ruangan yang sudah dipesan, Naura pikir bisa menghela nafas lega. Tapi, setelah 'Samuel' membuka pintu, ternyata ada orang di dalamnya.
Naura melihat penampilan seorang laki-laki yang sedang duduk didalam begitu elegan. Wajahnya juga menawan. Melihat penampilannya yang seperti ini, tidak hanya dirinya saja yang dapat menebak. Orang lain pun dapat menebak kalau laki-laki itu adalah orang kaya.
Siapa yang tidak tau dengan laki-laki ini? Orang yang berkecimpung di industri hiburan, pasti mengenalnya. Christian Raymond, CEO dari perusahaan AD Entertainment.
Merasa diperhatikan, Christian balas menatap Naura dengan ramah lalu tersenyum kepadanya.
Aaron berjalan kearah meja, lalu menarik kursi dan mempersilahkan Naura duduk sambil menatap Christian seolah memberitahu dia. "Kakak ipar sepupu, silahkan duduk."
Tentu saja membuat Christian merasa terkejut mendengarnya. Dia juga merasa, ini sangat menarik. Kemudian senyumnya makin melebar. "Oh, senang bertemu dengan Nyonya Muda Ardinata." Sapanya dengan ramah.
Meskipun Naura merasakan suasana didalam sini terasa aneh, tapi dia tetap tersenyum sopan dan membalas sapaannya. "Tuan Christian, senang juga bertemu dengan anda."
Aaron hanya bertanya dalam hati. Perempuan jelek ini mengenal Christian?
Wajah Aaron mendadak berubah sangat dingin. Dia meletakkan buku menu diatad meja dengan kasar hingga mengeluarkan bunyi 'BRAKK!' "Cepat pesan makanan!"
__ADS_1
...__________...