
Aaron yang awalnya tidak bergerak, tapi kini dia mengambil alih, mendekap Naura dengan sangat erat dalam pelukannya. Sangat erat sampai seakan mau mematahkan pinggangnya.
Naura menggigit pelan bibirnya, mereka berdua seperti sedang bertarung satu sama lain.
Hingga Naura terdorong ke sofa, dia baru menyadari apa yang akan dilakukan Aaron selanjutnya.
Tapi, Aaron sama sekali tidak memberi dia kesempatan untuk berespon, langsung......masuk!
Sebelum ini, mereka berdua hanya pernah melakukan sekali di Star Light.
Saat itu, meskipun Aaron berada dalam pengaruh obat, tetapi masih mempunyai kekuatan untuk mengontrol dan dengan sabar memandu Naura. Tapi kali ini, gerakannya secara jelas terlihat lebih kasar.
Naura tidak tahan untuk berteriak pelan. "Sakit..."
"Rileks saja."
"Kamu keluar dulu..."
"Tidak mungkin."
Begitu ucapannya berlalu, laki-laki tampan itu tidak hanya tidak keluar, malah lebih dalam lagi.
Naura menggigit bibirnya sebisa mungkin, masih mengeluarkan suara yang pelan.
Suara ini sepertinya membuat Aaron semakin bersemangat, gerakannya makin lama makin cepat, juga makin lama makin......
……
Naura tidak tau kapan sesi bercintanya dengan Aaron berakhir. Saat dia bangun, hari sudah pagi.
Dia tidak lagi berada di sofa ruang kerja Aaron, melainkan diatas kasur yang begitu empuk dan lembut. Tubuhnya terasa nyaman, ada orang yang membantu dia membersihkan diri.
Tidak perlu melihat juga sudah tau bahwa Aaron tidak ada di dalam kamar, karena di dalam kamar tidak ada aura dia.
Aaron memang orang yang seperti ini, keberadaannya bisa dirasakan orang lain.
Saat menggosok gigi dan mencuci muka di kamar mandi, Naura mendapati bibirnya sedikit bengkak, ada bekas berwarna merah di lehernya.
Ini jejak yang ditinggalkan oleh Aaron.
Semalam, dia dengan Aaron......
Naura mencari pakaian dengan kerah yang menutupi leher, lalu menguraikan rambutnya, menutupi semua tanda merah yang ada ditubuhnya
__ADS_1
Kalau bukan karena semalam Aaron terlihat sangat menyedihkan, Naura juga tidak akan berinisiatif ...... terlebih dahulu.
Lain kali, tidak bisa seperti ini mengasihani Aaron Daffa!
Di ruang tamu, begitu Samuel melihat Naura turun, dia langsung bangkit dari sofa. "Kak Naura, kamu akhirnya bangun."
"....Ada apa?" Naura tau dengan jelas Samuel tidak akan tau apa yang terjadi antara dirinya dengan Aaron semalam.
Tapi, ucapan Samuel membuatnya merasa sedikit khawatir.
"Kakak sepupu saat pergi tadi meminta aku menunggu kamu untuk berangkat bersama. Aku berencana ingin membangunkanmu." Kata Samuel lalu mengambil tas dan berjalan menghampiri Naura. "Aku sudah membungkuskan sarapan untukmu, kamu makan dimobil saja, kalau tidak, akan terlambat."
Naura mendengar Samuel mengungkit tentang Aaron, telinganya seakan menjadi panas. "Mungkin aku sedikit flu, jadi terlambat bangun." Kata Naura dengan tenang.
"Pantas saja kakak sepupu tidak membiarkan aku membangunkan kamu." Samuel menganggukkan kepala, berpikir yang diucapkan Naura masuk akal.
Di dalam mobil, Naura bertanya kepada Samuel. "Hari ini, kamu sendirian ke sekolah tidak masalah kah?"
"Memangnya ada masalah apa? Sean terluka, dia pasti akan ijin tidak masuk. Atau anggap saja dia masuk, aku juga tidak akan takut dengannya, toh dia juga tidak bisa mengalahkan aku..."
Samuel memperhatikan raut wajah Naura menjadi tidak bersahabat, dia kembali berkata. "Kalau dia mau bertengkar denganku, aku akan cari guru."
Sudah bukan murid sekolah dasar lagi, masih mencari guru.
Samuel tersenyum bodoh, dengan raut wajah tidak senang berdehem. "Umur kamu sudah tua, kamu itu lebih pantas dipanggil bibi!"
"Panggil sekali lagi."
"....Tidak berani."
……
Sepanjang hari ini, Naura tidak melihat Fajar di kantor.
Naura bertanya kepada salah satu rekan kerja yang hubungannya baik dengannya. "Apa Presdir hari ini tidak ke kantor?"
Rekan kerjanya melihat ke sekeliling, lalu menjawab dengan pelan. "Dengar-dengar, Presdir pergi ke luar negeri."
Mendengar ini, seketika raut wajah Naura berubah. Poinnya, untuk apa tiba-tiba Fajar pergi ke luar negeri?
Tiba-tiba, Naura teringat perkataannya waktu itu ke Fajar.
Jangan-jangan, Fajar pergi ke luar negeri untuk meminta kakek kembali.
__ADS_1
Ucapan Naura waktu itu ke Fajar, termasuk penolakan.
Meskipun kemampuan Fajar dalam berbisnis tidak baik, tapi saat ada kaitan dengan keuntungan, dia bisa mengatasi dengan sangat baik.
Naura tiba-tiba teringat akan masalah ibu Aaron.
Kasus penculikan saat itu, terakhir ditetapkan sebagai kasus penculikan sekaligus pembunuhan. Karena kemarahan penculik pada saat itu, yang akhirnya membuat penculik membunuh.
Tapi, ibu Aaron tidak dengan sederhana dibunuh, melainkan diperkosa sampai mati.
Mereka kalau hanya menginginkan uang, keluarga Ardinata kalau memang benar ingin menyelamatkan ibu Aaron, bagaimanapun juga tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi sampai begitu fatal.
Kalau begitu, masalah ini ada dua kemungkinan.
Kemungkinan pertama, tujuan orang-orang itu dari awal adalah menyiksa ibu Aaron sampai mati.
Kemungkinan ke dua, ada anggota keluarga Ardinata yang tidak ingin ibu Aaron diselamatkan, membiarkan dia mati!
Kasus penculikan saat itu menjadi perhatian publik, berita di koran tertulis setelah mencari beberapa hari baru menemukan keberadaan Aaron dan ibunya. Tapi kalau seandainya penculik hanya menginginkan uang, seharusnya berinisiatif menghubungi keluarga Ardinata. Bagaimanapun juga tidak mungkin sampai beberapa hari, baru mereka ditemukan.
Semua detail dan hasil keputusan ,tidak dapat dipertanggung jawabkan.
Masalah yang dapat terpikir olehnya, orang lain pasti juga bisa terpikir. Apalagi Aaron? Dia sudah pasti lebih bisa terpikir lagi.
Seringnya, orang-orang saat menemui hal yang tidak sesuai dengan dirinya, anggap saja kebingungan dan paling hanya memikirkan sebentar lalu lupa. Apalagi hal yang tidak ada hubungannya dengan dirinya.
Tapi Aaron tidak sama. Wanita yang menjadi korban itu adalah ibu kandungnya. Di depan matanya, dipermalukan oleh sekelompok laki-laki.....
Selama beberapa tahun ini, pasti Aaron hidup dalam dendam dan perasaan bersalah.
Jadi, dari tubuhnya baru terasa aura yang menakutkan.
Jadi, dia memilih untuk tidak menunjukkan dirinya di depan publik.
Jadi, pada saat Naura diculik waktu itu oleh tiga orang penculik, Aaron baru bisa dengan kejam melawan mereka.
Dia terus merencanakan untuk bisa memaksa kakek Affandi pulang kemari, apa bisa menjelaskan, kakek Affandi ada hubungan dengan kasus penculikan saat itu?
'Brak!'
Seketika, Naura tersadar dari lamunannya ketika dokumen yang ada diatas meja jatuh ke lantai.
Dia sepertinya tau apa yang akan dilakukan oleh Aaron
__ADS_1
...----------------...