
Samuel masih sangat muda dan suka bermain, tentu menyenangkan baginya untuk datang ke pesta.
Tapi dia juga sudah melupakan masalah bahwa dia diam-diam berencana ingin pulang sebelumnya. Jika nanti bertemu pamannya, dia pasti akan mendapatkan banyak pertanyaan.
Samuel sangat khawatir sehingga ingin menarik rambutnya sendiri. Tapi, dia memikirkan bahwa rambutnya baru saja ditata, kemudian dia menurunkan tangannya kembali.
Naura mewakili Samuel untuk menjelaskan. "Samuel sudah kembali beberapa waktu yang lalu dan tinggal dirumah kami selama ini. Orang-orang rumahnya juga tidak tau."
Damar seorang bawahan yang tau diri, dia tentu saja tidak terlalu banyak bertanya tentang masalah majikannya. Dia kemudian membawa Naura dan Samuel ke ruang istirahat untuk bertemu dengan Faisal Ardinata.
Faisal terlihat sama tenangnya ketika waktu pertama bertemu dengan Naura.
Aaron terlihat mirip dengan Faisal, tapi ada aura suram didalam dirinya, matanya selalu seperti ada kabut yang tidak dapat dijelaskan.
Ketika Faisal melihat Naura, dia juga tertegun sejenak. "Naura?"
"Ayah." Naura berjalan mendekat dan menyapanya dengan lembut.
Faisal masih belum melihat Naura berubah kembali ke penampilan aslinya dan itu sangat wajar jika dia terkejut untuk sesaat.
Dia bukan orang biasa, setelah terkejut untuk sesaat, dia segera kembali normal. "Dimana Aaron?"
"Dia....dia sedang tidak enak badan, jadi tidak bisa datang." Naura langsung menjawab, dia bahkan tidak merasa terlalu bersalah, dia sendiri bahkan merasa terkejut.
Untungnya, Faisal tampaknya juga tidak terlalu peduli apakah Aaron datang atau tidak.
Dia mengangguk. "Baiklah."
Faisal melirik Samuel yang berdiri di belakang Naura dan berkata, "Kairav juga ada disini. Kalian anak muda mengobrollah."
Barusan Damar sudah memberitahunya masalah tentang Samuel, dia juga tidak banyak bertanya.
Samuel tersenyum manis. "Kalau begitu Paman, kami keluar dulu ya."
Ketika keluar dari rungan itu, Samuel memberi acungan jempol kepada Naura. "Kak Naura, kamu luar biasa sekali. Kamu bahkan berani berbohong didepan paman!"
"Ini bukan berbohong, tapi ini disebut alasan." Naura menggelengkan kepalanya dan berkata, "Apakah kamu pikir dia tidak tau bahwa Aaron tidak mau datang? Hanya saja dia bertanya dan aku mencari sebuah alasan untuk menutupinya, maka semua orang tidak akan kehilangan muka, maksudnya seperti itu."
"Ternyataa seperti itu, kalian orang dewasa sangat rumit." Samuel sengaja mengucapkannya dengan nada yang panjang.
Naura memelototinya sambil tersenyum, dan terdengar suara lembut Kairav dari belakang. "Samuel, Naura."
Meskipun sebelumnya Samuel mengatakan bahwa Kairav ada di sini, tapi Naura tidak menganggapnya serius. Tapi akhirnya, mereka langsung bertemu ketika baru melangkah keluar.
__ADS_1
Naura benaran merasa.....canggung!
Dia kemudian berbalik dan tersenyum dengan kaku. "Kakak."
Samuel juga ikut memanggilnya. "Kakak."
"Apakah kalian baru tiba?" Tidak menunggunya menjawab, Kairav melirik kearah Naura. "Aaron tidak datang lagi?"
"Tubuhnya....sedang merasa tidak nyaman...." Naura barusan mengatakannya dengan sangat lancar di depan Faisal, tapi ketika berada didepan Kairav, Naura merasa sedikit kaku.
Kairav menunjukkan tatapan mengerti dan mengganti topik pembicaraan. "Aku bawa kalian berkeliling."
Setelah selesai berbicara, Kairav berbalik dan berjalan didepan.
Samuel sangat kagum dengan kakaknya, dia menyentuh Naura dengan lengannya. "Apakah kakakku tampan?"
"Ya." Naura mengangguk. "Aktingnya juga bagus."
Kairav Robinson adalah aktor yang sangat tampan dan aktingnya bagus, hanya saja dalam dua tahun ini, tidak terlalu banyak main film.
Samuel merasa tidak puas dengan jawaban Naura. "Kenapa kamu hanya menjawab begitu saja? Apakah kamu merasa dia lebih tampan atau kakak sepupuku yang lebih tampan?"
Naura memikirkannya dengan serius sebelum dia menjawab dan baru berkata, "Aaron."
Sedangkan Aaron dan Kairav adalah dua orang yang saling bertentangan. Dalam diri Aaron selalu ada aura suram, tapi jika seseorang melihatnya, maka pasti akan tertarik dengan wajahnya terlebih dahulu.
"Selera apa itu?!" Samuel menatap mata Naura. "Apa matamu sudah rusak?"
Naura memelototinya. "Matamu yang rusak!"
Setelah mengatakan ini, Naura merasa sangat malu. berdebat masalah ini dengan seorang anak kecil. Dia mendengus dan mempercepat langkahnya.
Samuel mengejarnya dan berbisik kepadanya. "Mungkin mataku benar-benar sudah rusak. Aku sering merasa bahwa kakak sepupuku lebih tampan dari kakakku, tapi aku merasa kakakku yang lebih tampan."
Naura tidak bisa berkata apa-apa. Tapi hatinya juga merasa sedikit emosi.
Kairav memasuki dunia hiburan lebih awal, dia tidak banyak menghabiskan waktunya bersama Samuel. Sedangkan Samuel dan Aaron sudah bersama sejak kecil. Samuel mungkin lebih akrab dengan Aaron.
Terkadang hubungan darah bukan satu-satunya untuk mengukur hubungan kekerabatan.
……
Ada banyak orang diperjamuan itu dan kebanyakan adalah orang-orang yang berpengaruh di Kota B ini.
__ADS_1
Naura mengikuti Faisal berjalan turun, mukanya sudah kaku karena tersenyum terus, kakinya juga hampir kram.
Untungnya, Faisal akan bertemu seseorang dan untuk sementara meninggalkan aula perjamuan dan juga tidak menyuruh Naura mengikutinya.
Samuel juga tidak tau pergi kemana, Naura tidak dapat menemukannya dan dia mencari sebuah sudut untuk duduk beristirahat.
Sudut yang dia cari tidak terlalu terlihat, beberapa saat kemudian ada dua wanita datang sambil memegang segelas anggur dan duduk tidak jauh darinya.
Percakapan mereka terdengar jelas ditelinga Naura.
"Bukankah putri ke tiga keluarga Affandi sangat jelek dan bodoh? Tapi tidak kelihatan seperti itu!"
"Semua orang tau bahwa keluarga Ardinata mengadakan pesta hari ini untuk memperkenalkan menantunya kepada semua orang. Apakah keluarga Ardinata sudah tidak memikirkan reputasinya lagi? Pasti mereka sudah pergi ke suatu tempat untuk mencari wanita pengganti...."
"Aku juga merasa seperti itu, kamu lihat pakaian dan riasan yang dia kenakan? Sama seperti wanita di tempat karaoke saja...."
Naura menatap gaun merahnya dengan V-neck. Tanpa menunjukkan dada atau punggungnya, hanya kelihatan lengannya saja. Panjang gaunnya juga menutupi lututnya. Mana sama dengan yang dipakai wanita ditempat karaoke?
Tapi apakah sekarang tempat karaoke ada wanita?
Ini belum berakhir, Naura mendengar dua orang disebelah mulai membicarakannya lagi.
"Aku rasa, *********** palsu!"
"Itu pasti palsu! Apakah kamu pernah melihat ada wanita yang pinggangnya sekecil itu dan *********** sebesar itu?"
"Bukankah para artis seperti itu?"
"Apakah artis tidak banyak melakukan operasi plastik? Jika nanti bertemu dengannya, kita pura-pura menabrak ***********, kita lihat reaksinya, maka kita bisa tau, apakah itu asli atau palsu...."
Glek!
Naura langsung menelan air dalam mulutnya.
Apakah kedua wanita ini bermasalah?
Bahkan jika melakukan operasi plastik, memotong dagingnya, apakah ini memakai uang mereka?
Naura meletakkan gelas yang ada ditangannya dengan keras dimeja kecil di depannya. Karena meja kecil itu terbuat dari kaca, maka menimbulkan suara yang keras.
Suara itu menarik perhatian kedua wanita itu.
Melihat mereka menatapnya, Naura bangkit berdiri dan berjalan kearah mereka.
__ADS_1
...----------------...