
Setelah belanja bersama Zie, Marsha pun pergi ke rumah orangtuanya untuk mengambil beberapa baju yang dibutuhkan untuk pergi bersama Jeremy ke Bali.
“Kamu pulang?” tanya Kimi saat melihat Marsha datang. Kaget dia mendapati putrinya ke sana malam-malam, untung saja acaranya dan Richie sudah selesai.
“Iya, Mi. Mau ambil beberapa baju,” jawab Marsha dengan senyum lebar di bibir.
Gadis itu langsung izin naik ke kamar untuk berkemas. Kimi sendiri kemudian mengikuti Marsha pergi ke kamar, sebenarnya ingin menanyakan tentang lingerie yang hilang, tapi urung karena takut merasa aneh dan canggung.
Kimi pun membantu Marsha mengemas pakaian ke koper, sedangkan gadis itu sibuk mencari pakaian dan barang apa saja yang perlu dibawa. Ia tidak ingin ada satu barang yang tercecer.
“Apa ini sudah semua?” tanya Kimi sambil memasukkan barang-barang Marsha ke dalam koper dan menatanya rapi.
Marsha berdiri di hadapan kimi, mengamati isi koper dan barang yang masih tergeletak di atas ranjangnya.
“Sudah semua,” jawab Marsha setelah memastikan.
Marsha pun ikut duduk di kasur, kemudian mengemas barangnya dan memasukkan ke tas kecil.
Kimi melirik Marsha yang terlihat bahagia, hingga ada rasa penasaran yang ingin sekali dia tanyakan ke sang putri.
“Sha, apa Mami boleh tanya sesuatu?” Kimi bicara dengan hati-hati, ditatapnya Marsha yang tak memandang ke arahnya.
__ADS_1
“Tanya saja, Mi.” Marsha mempersilakan tanpa melihat ke arah Kimi.
“Kamu dan Jeremy, apa kalian sudah melakukan malam pertama?” tanya Kimi penasaran. Dia terus menatap Marsha yang sedang melipat baju, jelas ada kekhawatiran yang sedang dirasakan wanita itu sekarang.
Marsha menghentikan apa yang sedang dikerjakan, lantas menatap Kimi yang sudah memandangnya. Marsha melihat guratan kecemasan di wajah ibunya, kemudian mengulas senyum untuk menenangkan hati ibunya itu.
“Mami tenang saja dan percaya kepadaku. Aku tidak akan hamil dulu,” jawab Marsha mencoba melegakan hati Kimi.
Kimi menghela napas berat, mencoba percaya ke putrinya itu, baginya terlalu dini untuk Marsha hamil apalagi putrinya itu masih kuliah.
“Kamu mau langsung pergi lagi?” tanya Kimi.
Kimi ikut berdiri, kemudian membelai rambut Marsha. “Ya sudah, kalau mau berangkat kabari Mami dulu.”
Marsha mengangguk, kemudian pamit untuk pergi ke rumah Cantika. Ia tidak mencari Richie karena sang mami bilang papinya itu sudah tidur karena kelelahan.
"Papimu sudah tua Sya," kata Kimi, untuk menutupi bahwa sejatinya suaminya lelah setelah mengarungi lautan kenikmatan dengannya.
***
Setelah selesai mengambil barang, Marsha pun pulang ke rumah Cantika. Di sana dia langsung disambut oleh wanita tua itu dan diajak duduk di ruang keluarga.
__ADS_1
“Ada apa, Nek?” tanya Marsha keheranan karena tangannya langsung ditarik Cantika.
“Kalian ‘kan mau liburan ke Bali, Nenek punya hadiah buat kamu,” jawab Cantika dengan wajah semringah.
Marsha mengerutkan alis, kenapa wanita itu harus repot-repot memberinya hadiah, sedangkan dirinya sama sekali tak mengharap hadiah apa-apa.
Cantika mengeluarkan sesuatu dari kantong baju yang dikenakan, kini terlihat sebuah bungkusan di tangan wanita itu.
“Ini buat kamu,” kata Cantika sambil memberikan benda itu ke tangan Marsha.
“Ini apa, Nek?” tanya Marsha bingung.
“Ini ramuan buat mantap-mantap, biar Jeremy ketagihan terus,” jawab Cantika sedikit berbisik. Berharap rumah tangga Jeremy dan Marsha selalu harmonis.
Marsha mengerutkan dahi, tidak habis pikir dengan yang dilakukan wanita tua itu. Namun, Marsha tetap menerima demi menghargai kebaikan hati Cantika.
“Makasih, Nek.” Marsha pun menyimpan bungkusan itu di tasnya tanpa melihat isi di dalamnya.
Setelah bicara dengan Cantika dan meletakkan koper, Marsha pun pergi lagi untuk menemui Andro. Keduanya sudah janji bertemu di kafe tempat Andro bekerja. Marsha sendiri menemui cowok itu karena Andro berkata jika ingin membayar hutang.
Marsha mencari keberadaan Andro begitu masuk kafe, hingga melihat cowok itu masih bekerja melayani pelanggan. Ia agak terkesan karena Andro benar-benar mau bekerja demi mendapatkan pundi-pundi rupiah. Bagi Marsha, selama Jeremy tidak melarangnya bertemu Andro, dan pria itu masih menghubungi Mia, maka dia juga tidak akan putus dengan cowok itu, meski sejujurnya perasaan Marsha sudah sedikit berubah.
__ADS_1