Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 48 : Lebih Kaya


__ADS_3

Tak ada senyum di bibir Marsha saat Jeremy datang. Pria itu merasa tak membuat kesalahan dengan mingirimkan karangan bunga dengan kata-kata yang membuat Marsha naik pitam, tapi bagaimana mau merasa, jika Jeremy saja tidak tahu menahu perihal bunga papan itu. Peter lah yang mengirim dan biasanya dibebankan dulu ke uang operasional direktur yang dipegang.


Hingga acara ulang tahun Marsha berakhir, gadis itu sama sekali tidak mengajak Jeremy berbicara. Bahkan saat memberikan kue ulangtahun, Marsha seperti memberikannya dengan setengah hati. Richie dan Kimi yang tahu pasal keanehan sepanjang acara tadi memilih memberitahu Jeremy.


“Kenapa Papi dan Mami baru bilang sekarang?” Jeremy seperti tak enak hati, dia bahkan memandangi bunga papan yang disembunyikan di halaman samping rumah, sambil memaki Peter di dalam hati.


“Bagaimana mau bilang, acara ramai seperti tadi. Marsha juga mewanti-wanti kami tidak boleh mengacaukan pestanya dengan membahas hal yang membuatnya kesal,” jawab Kimi.


Jeremy pun menggaruk belakang kepalanya agak kasar, dia pun kembali masuk ke dalam rumah untuk mencari Marsha. Di mata Richie dan Kimi, calon menantunya itu sungguh sangat menyesal. Namun, tak mereka sangka hal itu hanya kamuflase belaka.

__ADS_1


Setelah sampai di ruang tengah, Jeremy melihat Marsha yang sibuk membawa beberapa hadiah dibantu pelayan menuju ke kamarnya.


“Heh … Marsha … Marsha!” panggil Jeremy, suaranya seperti orang yang sedang menghardik sambil menatap punggung Marsha. Sedangkan Gadis yang dia panggil itu diam-diam memutar bola mata malas, sambil terus melangkahkan kaki.


Marsha hampir menaiki anak tangga tapi Jeremy mendahului langkahnya.


“Bagus ‘kan hadiahku?”


“Lihat! bahkan Rey memberiku gelang mahal. Lebih baik aku menikah dengan Rey saja dari pada denganmu,” ketus Marsha.

__ADS_1


Beruntung saat dia berbicara seperti itu keadaan sekitar mereka sepi, dan Rey yang dia bicarakan sudah pulang lebih dulu bersama Cantika. Jeremy terbeku, dia tidak tahu menahu perihal hadiah dari Rey ini. Keningnya terlipat halus, dia pun berpikir mungkinkah sang adik kesayangan memiliki perasaan ke Marsha dan ingin menjadi pebinor?


Jeremy tertegun, seklebat bayangan ekspresi Rey saat dia bercerita tentang tingkah Marsha pun terlintas. Adiknya itu terlihat sangat bahagia. Tidak bisa dibiarkan, Jeremy tidak ingin adik kesayangannya harus menanggung beban seumur hidup jika sampai jatuh cinta ke gadis di depannya ini.


“Aku yakin kamu sadar, cincin berlian yang kamu pilih untuk pertunangan pasti harganya jauh lebih mahal,” ucap Jeremy, sorot matanya terlihat menyindir.


Marsha kicep, kalau soal itu dia tidak bisa berkilah karena dia memang meminta cincin yang sangat mahal.


"Makanya aku tidak merayu Rey, karena aku tahu Om lebih kaya," jawab Marsha dengan santai.

__ADS_1


Jeremy mengatupkan bibir, dia sadar bahwa gadis di depannya ini bukanlah lawan yang mudah untuk dikalahkan dalam hal berdebat. Jeremy menyipitkan mata, begitu juga dengan Marsha yang bahkan sudah melipat tangan ke depan dada. Hingga gadis itu melihat papi dan maminya. Secepat kilat jurus akting dia keluarkan. Ia tangkup pipi Jeremy dan berkata-


"Uluh... uluh tayang akuhh, tidak apa-apa. Aku tidak marah, aku sangat mencin-TAImu," ucap Marsha dengan penekanan di kata terakhirnya. Jeremy pun melotot, lubang hidungnya kembang kempis karena perbuatan sang calon istri.


__ADS_2