Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 45 : Salah Gandeng


__ADS_3

Tak terasa seminggu berlalu setelah perdebatan di dalam mobil yang membuat Marsha takut setengah mati. Hari itu akhirnya Marsha harus bertemu dengan Jeremy lagi. Tante Marsha yang bernama Mina mengadakan pesta di rumahnya. Sudah menjadi kebiasaan bagi keluarga mereka, terlebih kakek Marsha yang bernama Faraj memang keturunan prindapan, jadi untuk melestarikan dan mengingat budaya nenek moyang, mereka rutin mengadakan pesta.


Rumah mewah tante Marsha terletak di sebuah perumahan yang seluruh penghuninya adalah sultan. Blok Kamboja namanya, dan malam itu menjadi malam pertama Jeremy ikut acara keluarga besar sang calon istri.


Jeremy datang bersama Cantika dan Rey. Seperti yang lainnya mereka juga mengenakan baju bertemakan Bollywood, baik Jeremy dan Rey terlihat gagah mengenakan Sherwani berwarna hitam dan krem. Rey benar-benar antusias, dia melihat banyak gadis cantik di sana, tapi jelas hanya ada satu gadis yang dia nantikan untuk disapa, siapa lagi kalau bukan Marsha.


Rey membeku, dia mengerjab beberapa kali saat Marsha berjalan mendekat, gadis itu mengenakan lehenga berawarna gold dengan bagian perut yang tebuka. Marsha tersenyum lebar, dia berhenti tepat di depan Rey yang berdiri bersisian dengan Jeremy.

__ADS_1


“Apa kakak mau ke pemakaman? Kenapa memakai baju berwarna hitam? Sungguh suram,” cibir Marsha, sedangkan Jeremy langsung menunduk untuk memastikan penampilannya sendiri. Padahal dalam hati Marsha memuji Jeremy yang nampak sangat gagah bak pangeran malam itu.


“Kak Rey apa mau mencoba makan gulab jamun? Rasanya manis, ayo kita ke sana?”


Alih-alih menawari calon suaminya, Marsha malah lebih memilih mengajak sang calon adik ipar. Gadis itu memalingkan badan, dan tanpa memandang dia meraih pergelangan tangan Rey. Ia menarik pria itu, langkahnya diiringi bunyi gelang tangan dan gelang kaki yang bergemerincing. Hingga saat tiba di stand makanan yang dia sebutkan Marsha pun kaget, dia sudah memegang dan hendak menyuapkan makanan berbentuk bola-bola manis yang terbuat dari susu itu. Namun, bukan Rey yang ada di dekatnya tapi Jeremy.


Kening Marsha terlipat halus, dia sadar sudah melakukan kesalahan . Ternyata dia meraih tangan Jeremy bukannya Rey. Gadis itu hampir menurunkan tangannya tapi Jeremy mencekal degan cepat, perlahan pria itu mendekatkan wajah. Jeremy menggigit sedikit gulab jamun dari tangan Marsha sebelum meraihnya dan langsung memasukkan sisanya ke dalam mulut sang calon istri.

__ADS_1


Marsha tertawa bego, pipinya menggelembung karena penuh dengan makanan manis itu. Di mata Jeremy sekarang gadis itu nampak sangat lucu, hingga suara musik terdengar. Beberapa kerabat Mina si empunya acara mulai menari di tengah ruangan. Jeremy menyeringai karena sadar Marsha salah tingkah. Gadis itu memilih berlari menjauh untuk mengambil air mineral di stand minuman.


“Hei … Marsha, ikutlah menari!” teriak salah satu sepupu kakeknya.


Marsha menggeleng, dia tiba-tiba saja merasa malu dan memilih untuk menjauh. Karena terlalu salah tingkah, Marsha asal duduk dan tak sadar duduk satu meja dengan musuh bebuyutannya, siapa lagi kalau bukan bu Dewan.


Dedengkot blok kamboja itu bersikap biasa dan malah mencoba mengajak Marsha berbincang. Dia bertanya, “Apa pria tampan itu calon suamimu? Kalau dilihat secara kasat mata sepertinya lebih baik dia ketimbang anak si Galaxy yang mata duitan itu.”

__ADS_1


Marsha jelas tidak suka dengan ucapan tetangga tantenya itu, dia memutar bola mata malas lalu membalas ketus.


“Bu Dewan sudah alih profesi jadi komentator? Atau dewan juri? Kok bisa-bisanya menilai orang sembarangan.”


__ADS_2