
Marsha sibuk di dapur, berbekal resep yang dia baca di gulugulu, gadis itu membuat makan siang untuk Jeremy. Marsha bahkan meminta para pembantu menjauh darinya. Ia ingin memasak tanpa diintervensi.
"Sudah biarkan saja, dia pernah menunjukkan kehebatannya dalam memasak, dia tidak akan meracuni Jeremy," ucap Cantika ke pembantu yang berbicara padanya tentang apa yang sedang dilakukan oleh Marsha.
Pembantu itu tak bisa melakukan apa-apa karena sang majikan sudah berkata seperti itu, padahal dia tadi melihat Marsha memasukkan garam lagi ke daging teriyaki yang sudah diberi garam.
"Biarlah, mungkin tuan Jeremy butuh asupan yodium banyak-banyak," gumam pembantu itu sambil berjalan pergi untuk menyelesaikan pekerjaan yang lain.
Tepat sebelum jam dua belas Marsha berhasil menyelesaikan masakannya. Gadis itu bahkan mengangkat tangan seperti konsestan acara masak memasak di televisi saat waktu yang diberikan habis.
Marsha tersenyum puas, dia menutup kotak makan yang akan dia bawa ke kantor Jeremy, lalu bergegas naik ke kamar untuk berganti baju. Marsha memilih gaun berwarna merah muda dengan aksen bunga yang manis. Dia ingin Jeremy menyantap makan siang yang susah payah dibuatnya sambil tersenyum memandanginya yang cantik.
Setelah berpamitan ke Cantika, Marsha pergi membawa mobil ke kantor Jeremy. Ia sengaja tak memberitahu suaminya karena ingin memberikan kejutan penuh cinta.
__ADS_1
_
_
Sampai di kantor Jeremy, seperti biasa Marsha menuju resepsionis dan mengatakan keperluannya datang ke sana. Resepsionis yang sudah tak asing melihat wajah Marsha pun tanpa perlu banyak bicara memersilahkannya naik ke lantai atas.
Gadis itu mengucapakan terima kasih, dengan senandung kecil di bibir langkahnya riang menuju lift, yang akan mengantarnya ke ruangan sang suami.
Namun, tak Marsha duga Jeremy tak ada di ruangannya. Peter bahkan juga tak ada di belakang meja kerjanya. Marsha cemberut, kejutan yang akan dia berikan sepertinya gagal karena dia mau tak mau harus mengirim pesan ke sang suami dan menanyakan keberadaannya.
[ Aku masih rapat, kamu kenapa tiba-tiba ada di kantor? ]
Jeremy membalas pesan sang istri tanpa sungkan di depan stafnya, hal yang tidak akan mungkin dia lakukan sekarang adalah mengabaikan Marsha.
__ADS_1
[ Aku membawa makan siang untuk kakak ]
Senyum pun mengembang di bibir Jeremy. Dia mengulum bibir dan meminta Marsha menunggu karena dia akan mengakhiri rapat ini secepatnya.
Marsha pun mengiyakan. Ia duduk di kursi Peter sambil melihat-lihat barang-barang yang ada di meja pria itu. Tangannya yang tak mau diam menekan spasi keyboard PC lalu terpampanglah wallpaper milik sekretaris suaminya itu.
Marsha pun jahil mengecek dokumen terakhir yang baru saja dibuka oleh Peter. Ia menggulir mouse sampai ke bawah lantas melongo melihat sebuah video, yang di tanggalnya jelas tertera kemarin.
"Peter, dia ternyata juga suka sama cucu kakek Sugiono. Gila, apa dia juga melakukan colibro di kantor?"
Marsha menutup apa yang dia lihat. Dia duduk bersandar di kursi Peter sambil menggerakkannya ke kiri dan kanan. Marsha nyaris saja tertidur, tapi suara pintu lift yang terbuka membuatnya menoleh dengan mata berbinar.
Pria yang membuatnya tersenyum belakangan ini berjalan mendekat dengan bibir merekah. Jeremy langsung mengajak Marsha masuk ke dalam, setelah mengacak bagian atas rambut sang istri.
__ADS_1
"Kak Je, aku membawa nasi ayam teriyaki yang aku masak sendiri, kakak harus mencobanya karena ini aku buat dengan cinta."