Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 113 : Satu Sloki


__ADS_3

Marsha melotot, begitu juga dengan Peter yang bingung harus berbuat apa. Ia bahkan mundur-mundur sampai terjatuh ke dalam kolam.


“Peter!” pekik Marsha.


Beruntung pria itu mahir berenang, hanya sekejab hilang Peter sudah muncul lagi kepermukaan. Linda pun merasa bersalah karena dirinya lah sekretaris Jeremy itu terkejut.


“Pet, maaf!” Linda benar-benar merasa bersalah, hingga meminta pengawalnya mengambilkan handuk untuk pria itu.


Sambil menatap Peter yang mencoba mengeringkan tubuh dengan handuk, Linda mendekat ke Marsha dan bertanya apa yang sedang mereka siapkan. Marsha tidak bisa lagi berbohong dia pun jujur bahwa sebenarnya sekss toy model kecoa itu tidak ada, dan dia tak sengaja membaca pesan di ponsel Linda saat mereka mampir ke toilet SPBU.


“Bu Linda maaf, aku hanya ingin menyiapkan dinner anniversary untuk Bu Linda dan Tuan Kevin,” ucap Marsha takut-takut.


Kebetulan Jeremy dan Tuan Kevin berjalan bersamaan, mereka pun memandangi Marsha dan Linda yang saling berhadapan. Jeremy menelan saliva. Ia tatap Peter yang gemetaran bak anak ayam yang baru saja tercebur ke sumur.


Marsha merasa semuanya pasti akan berantakan, dia menunduk tapi seketika membulatkan bola mata karena Linda memeluknya penuh haru. Wanita paruh baya itu merasakan kebaikan hati Marsha dan mengucapkan terima kasih.

__ADS_1


“Anak-anakku semuanya sibuk, entahlah aku membesarkan mereka sepenuh hati, tapi saat ingin berkumpul saja mereka seperti tidak punya waktu,” kata Linda dengan air mata yang membasahi pipi.


Tuan Kevin menunduk, dia juga merasa sangat sedih. Bagaimana tidak? dia dan Linda memiliki empat orang anak tapi tak satupun yang bisa diajak makan malam bersama di hari spesial mereka.


“Jangan bersedih bu Linda! ada saya, kak Jeremy juga kak Peter. Anggaplah kami sebagai pengganti kehadiran anak bu Linda, meski saya yakin rasanya pasti tetap snagat jauh berbeda.”


Ucapan Marsha terdengar sangat tulus, Jeremy bahkan merasa kagum. Ia tak percaya gadis yang menjadi bebannya itu bisa bersikap dewasa.


“Istrimu benar-benar baik Jer, meski masih belia tapi dia memiliki hati mulia,” puji Tuan Kevin.


Marsha yang lelah menghibur duduk sambil melihat Peter, yang kini ikut menyumbangkan suara emasnya. Dada gadis itu naik turun karena baru selesai menyanyikan dua buah lagu sekaligus. Marsha tak sadar Jeremy sejak tadi memandangi wajahnya, pria itu bahkan mengulurkan air mineral untuknya.


“Ini!”


“Terima kasih,” ucap Marsha yang hampir menenggak air dari dalam botol.

__ADS_1


Namun, melihat arak di atas meja, gadis itu urung membasahi tenggorokannya dengan air yang diberikan sang suami. Marsha tersenyum jahil lalu menujuk botol minuman keras itu.


“Aku mau minum itu, satu sloki saja,” pinta Marsha dengan nada manja.


Jeremy pun mengikuti arah telunjuk istrinya, dia kaget karena Marsha benar-benar menginginkan mencoba minunam beralkohol itu.


“Nanti kamu mabuk,” cegah Jeremy.


“Hanya satu sloki, mana mungkin mabuk? Anggap saja ini permintaanku yang pertama,” bujuk Marsha. Ia sudah tahu kalau surat perjanjian antara tuan Kevin dan Jeremy sudah dibawa oleh Peter, yang artinya sang suami berhutang sembilan permintaan lagi, jika mengabulkan yang satu ini.


“Aku tidak akan tanggung jawab kalau kamu nanti berubah menjadi kuda lumping,” tukas Jeremy.


_


_

__ADS_1


bersambung 🥰


__ADS_2