Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 75 : Pak Ogah


__ADS_3

Semua orang berkumpul di rumah Richie. Nova dan Cantika berpelukan karena takut hal yang buruk terjadi pada Marsha. Sedangkan Kimi memilih merapalkan doa, ibundanya- Sara datang dan terus menguatkannya sejak tadi.


Bukan pertama kali kejadian ini menimpa keluarga Tyaga. Dulu waktu berumur delapan tahun Sean juga pernah mengalami hal serupa. Entah, mungkin penculiknya orang yang sama. Penculik itu tidak melakukan perbuatan sampai menghilangkan nyawa, tapi membuat trauma.


Di negara ini tidak bisa melaporkan orang hilang kurang dari satu kali dua puluh empat jam, hingga Richie memutuskan mengerahkan semua petugas keamanan yang dimiliki perusahaan.


Jeremy memijat kening, jika sesuatu yang buruk terjadi pada Marsha jelas dia tidak bisa lepas tanggungjawab begitu saja, karena Rey yang menyebabkan semua ini terjadi.


“Aku masih tak percaya kamu melakukan ini Rey, aku bukannya kecewa tapi hanya menyayangkan saja,” ujar Jeremy. Ia yakin adik kesayangannya itu pasti merasa sangat bersalah.


Rey tak menjawab, dia juga berusaha meminta bantuan ke temannya yang seorang hacker untuk mencari keberadaan Marsha, jika sesuatu yang buruk terjadi pada gadis itu jelas dia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.

__ADS_1


“Aku berharap penculik itu meminta tebusan saja, jangan sampai Marsha diapa-apakan,” ujar Kimi. Ia benar-benar takut sampai mengingat betapa kerasnya dia memperlakukan Marsha sebelum kejadian ini.


“Marsha, Mami tahu kamu anak pintar, semoga kamu bisa mengulur waktu sampai Papi bisa menemukan keberadaanmu,” gumam Kimi di dalam hati.


_


_


Di sisi lain, penculik itu menunjukkan pesan dari orang yang menyuruh mereka. Mata Marsha menyipit melihat nama Mr. NT di bagian pojok kiri atas. Ia pun mengingat-ingat nama itu di dalam otak untuk disampaikan ke orangtuanya nanti.


“Berapa Om sekalian dibayar? Papiku pasti akan memberikan empat kali lipat,” bujuk Marsha, takut juga dia membaca pesan si otak penculikan yang memintanya dibakar hidup-hidup di dalam sana.

__ADS_1


Ke tiga penculik itu saling pandang, menjadi jahat memang bukan keinginan mereka. Terhimpit beban ekonomi membuat mereka memutuskan mencari uang dengan jalan kurang halal. Namun, jika sampai mereka tidak melakukan perbuatan Mr. NT, nyawa keluarga mereka pun pasti terancam.


“Begini saja, hubungi keluargamu dan minta mereka datang ke sini, tapi kami akan membakar gudang ini, jadi mau kamu selamat atau mati itu tergantung cepat atau lambatnya mereka sampai sini.”


Marsha ketakutan, penculik itu saling memberi kode dengan tatapan mata, sebelum mengikat Marsha di kursi lalu menyalakan ponsel gadis itu.


“Kamu hanya bisa menghubungi satu orang!” kata si penculik.


Marsha panik, dua orang penculik lainnya sudah membuka jerigen bensin dan mulai menyiramkannya di sisi-sisi bangunan itu.


“Cepat! siapa yang ingin kamu telepon,” ujar si penculik.

__ADS_1


“Papi dan paman Daniel pasti sibuk menelepon orang, uncle Je, Rey pasti juga sibuk, semua orang pasti sedang sibuk," gumam Marsha.


“Pak Ogah! Pak Ogah, teleponkan nomor Pak Ogah,” teriak Marsha.


__ADS_2