Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 33 : Toko Perhiasan


__ADS_3

Menjadi pengangguran di hari pertama setelah lulus tak membuat Marsha kekurangan acara. Siang itu dia diajak sang oma pergi ke sebuah toko perhiasan yang cukup terkenal. Cukup lama Marsha duduk di ruang VVIP menunggu sampai pemilik toko perhiasan datang. Wanita yang nampak masih sangat cantik meski sudah memiliki cucu itu bernama Rea, sudah sejak puluhan tahun dia menggeluti bisnis perhiasan terutama berlian.


Dengan sebuah gadget di tangan Rea menyapa Marsha dan Nova, sedangkan Cantika izin terlambat datang karena sesuatu hal. Rea pun mulai menunjukkan beberapa cincin pertunangan ke Marsha dibantu asistennya, wanita itu sempat heran juga mendapati bahwa gadis semuda Marsha akan menikah, tapi dia tidak ingin lebih jauh bertanya karena merasa bukan urusannya.


“Pemilihan bentuk berlian biasanya disesuaikan dengan karakter si pemakai.” Rea mulai menjelaskan ke Marsha. “Contohnya berlian berbentuk heart ini, dia menyimbolkan romantisme. Biasanya dipilih seseorang yang memiliki perasaan lembut tapi susah memaafkan jika sudah tersakiti, orang yang menyukai bentuk heart ini biasanya orang yang melihat dunia dengan optimis dan positif,” imbuhnya.


“Itu aku, aku suka,” potong Marsha cepat. “Aku mau cincin berlian dengan model heart lope-lope ini, tante.”


Rea mengerjap, dia bahkan belum menunjukkan bentuk lainnya tapi gadis di hadapannya ini sudah memutuskan memilih yang mana. “Apa tidak ingin melihat yang lain dulu?”


Marsha menjawab dengan gelengan kepala lalu berkata, “Tidak! aku mau yang ini.” diakhiri dengan senyuman manis di bibir. Setelahnya gadis itu memilih untuk undur diri karena ingin melihat-lihat perhiasan lain yang ada di toko itu terutama kalung.

__ADS_1


Saat Marsha keluar, Cantika ternyata baru saja masuk bersama Rey. Wanita itu nampak berbicara pada pelayan toko yang berada di dekat pintu, pelayan itu pun lantas memersilahkan Cantika menuju ruang VVIP di mana Nova berada. Namun, tidak dengan Rey. Pemuda itu tanpa sengaja melihat Marsha yang sedang melihat-lihat perhiasan di etalase. Rey pun memanggil sang nenek, dia meminta izin sebentar untuk tidak langsung ikut masuk, dan tentu saja dia ingin mendekati Marsha. Gadis yang dia temui di jalan membagi-bagikan makanan kemarin.


“Apa kamu mau membeli kalung berlian? yang itu bagus,” ucap Rey setelah berdiri mensejajari Marsha.


Gadis yang belum genap berumur sembilan belas tahun itu pun menoleh, dia kaget mendapati Rey berada di sana.


“Ah … kakak yang kemarin, kenapa bisa ada di sini?” tanya Marsha keheranan,sedangkan Rey hanya membalasnya dengan sebuah senyuman manis.


Marsha pun hanya menjawab dengan ‘O’panjang, diapun menoleh ke pelayan toko yang baru saja mengeluarkan sebuah kalung dari etalase untuk dia coba. Gadis itu agak sedikit kerepotan, hingga Rey menawarkan diri untuk memasangkannya.


“Boleh, jika tidak keberatan,” ucap Marsha meski sedikit sungkan. Ia pun menyibakkan rambut ke sebelah kiri, setelah itu mematut bagian lehernya di depan cermin. Ia yakin Rey pasti bukan orang sembarangan, toko berlian bernama RM Jewlry itu menjual perhiasan dengan harga paling murah di atas lima puluh juta, jadi tidak mungkin sembarangan orang datang ke sana apa lagi orang dari golongan bawah. Terlebih, Marsha sudah memindai semua barang branded yang melekat di tubuh Rey. Semuanya ori, jadi gadis itu yakin Rey pasti juga anak orang kaya.

__ADS_1


Rey tak bisa mengalihkan tatapannya pada Marsha, dia bahkan tersenyum dan memuji gadis itu dengan kata cantik dan sempurna. Marsha pun tertawa, baginya kata-kata seperti itu sudah sering dia dengar, dari mana lagi kalau bukan dari papi dan pamannya - Daniel Tyaga.


“Terima kasih,” ucap Marsha, dia ingin melepaskan kalung itu tapi agak kesusahan, dan lagi-lagi Rey membantu.


Nova dan Cantika yang sudah selesai dengan urusan cincin pertunangan pun keluar dari ruangan sambil bercanda, terang saja dua nenek-nenek itu heran saat melihat Marsha dan Rey yang nampak sedang berbincang.


“Itu cucumu Rey, Kan? Apa dia dan Marsha sudah saling kenal?”


“Entah, mungkin saja Jeremy sudah menunjukkan foto Marsha ke adiknya,” jawab Cantika meski tidak begitu yakin, hingga Nova memanggil nama Marsha dan cucunya itu menoleh.


Rey pun sukses dibuat terperanga. “Mar-Marsha? Apa kamu Marsha Tyaga?” tanyanya sedikit terbata-bata.

__ADS_1


__ADS_2