Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 31 : Miss Alien


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang lumayan panjang. Rey tak langsung pulang ke rumah sang nenek. Ia datang ke rumah lamanya dan Jeremy dulu. Rumah di mana kenangan indah dengan mama dan papanya terukir di sana sebelum kecelakaan yang menewaskan keduanya. Cukup lama Rey memandangi rumah itu, hingga sang sopir taksi yang mengantarnya sudah menghabiskan nasi ayam dan minuman dari Marsha tadi.


“Jalan Pak,” ucap Rey setelah dia selesai dengan urusannya. Pemuda itu kembali duduk di samping sopir dan membuang muka keluar jendela. Ia seperti melamun, sampai sang sopir menunjuk ke arah gadis yang beberapa menit lalu dia temui masih di jalan yang sama.


“Siswi itu.”


Rey pun menatap ke arah Marsha, senyumnya terbit melihat tingkah Marsha yang duduk di atas kap mobil, gadis itu menakuti temannya dengan cara menggunakan kentang goreng sebagai taring.


“Dia lucu,” gumam Rey dengan senyuman lebar. “Aku yakin orang terdekatnya pasti selalu merasa bahagia melihat tingkah kocaknya.”


“Mas nggak mau punya pacar kayak dia? Hiburan lho,” goda si sopir taksi dan Rey hanya tergelak.


_


_

__ADS_1


Sore harinya, Jeremy pulang dengan marah. Ia berjalan cepat sambil membawa bunga dan cokelat yang akan dia berikan ke Marsha. Pembantu rumah yang melihat ekspresi wajahnya pun takut. Terlebih Jeremy bertanya di mana keberadaan sang adik yang baru saja tiba siang tadi.


“Tuan muda Rey ada di halaman belakang,” jawab pembantu katakutan.


Jeremy semakin melebarkan langkah, saat melihat Rey bersama Cantika dia semakin menunjukkan muka geram. Rey yang sadar nyawanya terancam memilih bangkit dan berdiri menghindar. Pemuda itu berlindung di belakang kursi Cantika.


“Kakak! Kenapa kakak datang-datang seperti kesurupan, muka kakak garang sekali,” ujar Rey. Ia tahu Jeremy pasti marah karena dia tidak mengatakan bahwa hari itu akan tiba di Indonesia.


“Siapa kamu, Ha? kenapa kamu memanggilku kakak? Apa aku ini masih kakakmu?” ketus Jeremy, dia memajukan dagu seolah menghardik Rey, sedangkan Cantika hanya tersenyum melihat kelakuan cucu-cucunya itu.


“Wah … apa bunga ini untukku? Apa cokelat ini juga sebagai ucapan ‘welcome home’?” tanya Rey melihat barang bawaan Jeremy, dia hampir menyambar cokelat di tangan sang kakak tapi ditepis oleh Jeremy. “Tapi kenapa bunganya merah muda? Girly sekali.”


“Ini bukan untukmu anak nakal,” sembur Jeremy. Ia menghempaskan pantatnya di kursi masih dengan muka marah. Ia kesal sang adik tidak mengabari perihal kepulangannya dari luar negeri.


“Lalu untuk siapa? apa kakak punya pacar?” telisik Rey.

__ADS_1


Dalam hatinya Rey merasa senang dan bersyukur jika memang benar sang kakak sudah memiliki kekasih. Ini tandanya Jeremy sudah memiliki teman dekat untuk berbagi. Meski disembunyikan, tapi Rey tahu kakaknya pernah depresi selepas orangtua mereka meninggal. Bagaimana tidak terpukul, dalam satu waktu status Jeremy harus berubah menjadi yatim piatu, dan sekaligus orangtua baginya. Rey masih tidak tahu bahawa beberapa bulan lagi kakaknya itu akan menikah.


“Tak hanya pacar, kakakmu sudah punya calon istri.” Jawab Cantika. Terang saja Rey terperanga. Pemuda itu bahkan meninju lengan Jeremy padahal tahu pria itu masih kesal kepadanya.


“Katakan siapa gadis itu? wah … aku yakin dia pasti sangat anggun. Aku tahu tipe ideal kakak adalah wanita yang bak putri raja dan miss universe,” seloroh Rey.


“Putri raja? Miss universe? Miss Alien, dia pembuat masalah,” gerutu Jeremy.


Mendengar itu, Rey pun mengerutkan kening sedangkan Cantika langsung menendang kaki Jeremy dari bawah kolong meja.


“Jaga ucapanmu! Dia calon istrimu,” sembur Cantika.


“Iya aku tahu, nenek tidak perlu cemas. Lihat saja aku sudah menyiapkan bunga dan cokelat untuknya. Malam ini bukankah kita harus ke rumahnya dan mengucapkan selamat atas kelulusannya,” kata Jeremy dengan nada malas.


“Kenapa kakak sepertinya setengah hati? Apa kakak terpaksa menikah dengan dia?” tebak Rey

__ADS_1


 


__ADS_2