Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 119 : Menemui Mami


__ADS_3

"Nek, aku keluar dulu ya."


Marsha berpamitan pada Cantika. Ia mencium punggung tangan wanita itu dengan sedikit lemas. Cantika merasa ada yang aneh dengan Marsha, tapi dia terus berpikir bahwa sikap cucunya itu didasari karena rasa lelah karena bulan madunya ke Bali.


Marsha memilih memesan sebuah taksi online, dia tak punya tenaga untuk mengendarai mobil sendiri. Dari pada celaka, Marsha yang perhitungan memutuskan mengeluarkan uang.


Namun, bukannya ke kampus. Marsha malah pergi ke rumah sakit sang mami. Dia ingin bertemu dan memeluk Kimi. Masa bodoh dengan pasien yang butuh penanganan, Marsha ingin menahan maminya untuk bekerja.


"Tapi kalau pesiennya mati bagaimana?"


Marsha bergumam sendiri, dia termenung hingga taksi yang ditumpanginya tanpa terasa sudah sampai di rumah sakit.


Marsha turun dan bergegas menuju ruangan Kimi, sebagai pemilik rumah pesakitan itu, maminya memang memiliki fasilitas yang lebih dari dokter yang lain. Bahkan di ruangan itu ada sebuah ranjang empuk yang bisa digunakan Kimi untuk tidur.


Marsha mengetuk pintu, mendapati ruangan maminya kosong, gadis itu lantas mengirim pesan sambil masuk ke dalam.


[ Mami, aku ada di ruang kerja Mami. Mami ke mana? ]


Karena tak langsung mendapat jawaban, Marsha duduk sambil meluruskan kaki di bawah meja. Ia menekankan punggung ke sandaran sofa berharap Kimi segera membalas.


Marsha menyibukkan diri dengan ponsel, sampai dia menyadari satu hal. Salah foto yang terpasang di dinding ruangan itu diganti.

__ADS_1


"Bukankah dulu di sana ada foto mami, papi dan aku saat bayi," gumam Marsha.


Pundak gadis itu mengedik karena di saat yang bersamaan Kimi masuk dan menghardiknya.


"Hayo! Kamu bolos kuliah lagi 'kan Sha?" Tebak Kimi.


Marsha menolehkan kepala, dia bangkit kemudian menghambur memeluk erat tubuh Kimi.


"Mami, aku kangen." Marsha mendekap tubuh ramping Kimi, menghidu aroma tubuh wanita itu yang bau kebersihan.


"Ah... Mami mandi air desinfektan apa gimana sih, Mi?"


"Hush... Dasar kamu ya! Kamu bolos kuliah 'kan?" Kimi mengulangi pertanyaannya.


"Aku rindu Mami, jadi untuk apa kuliah kalau di otakku isinya cuma Mami," rengek Marsha.


"Astaga, masa wanita bersuami semanja ini."


Kimi merapikan helaian rambut Marsha yang sedikit berantakan, dia mencolek hidung sang putri lantas bertanya-


"Bagaimana liburanmu ke Bali?"

__ADS_1


"Capek Mi, aku bahkan lupa membeli oleh-oleh untuk Zie," sesal Marsha.


"Hanya untuk Zie? sepertinya untuk Mami juga, lihat! Kamu ke sini tanpa membawa apa-apa."


Marsha tertawa bego, sebenarnya oleh-oleh untuk Kimi sudah dibelikan oleh Jeremy, tapi karena buru-buru dia lupa membawanya tadi.


"Untuk Mami ada kok, cuma aku lupa bawa." Marsha tersenyum canggung, menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu mengalihkan fokus Kimi dengan menunjuk foto di dinding.


"Ke mana foto keluarga kita? kenapa Mami menggantinya dengan foto pernikahanku dan kak Je?" tanya Marsha dengan bibir maju lima senti.


"Nah... keluarga kita kan nambah Jeremy. Makanya foto itu Mami ganti," kata Kimi.


"Memang kenapa sih? bagus tau! gini ya kalau ada orang yang masuk ke sini, mereka tidak perlu basa-basi bertanya 'apa anak dokter sudah menikah', karena sudah bisa melihat dengan jelas," oceh Kimi.


Marsha tak ingin mendebat, dia secara paksa melepaskan sneli milik Kimi dan memeluknya lagi.


"Ada apa? apa ada masalah?"


Belum juga Marsha menjawab pertanyaan sang mami, pintu ruangan Kimi diketuk. Mereka menoleh bersamaan dan mendapati Mia berdiri di sana. Wanita itu tersenyum lebar lalu menundukkan kepala menyapa Marsha.


"Apa dia sedang bertengkar dengan Jeremy?"

__ADS_1


__ADS_2