Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 60 : Ancaman Jeremy


__ADS_3

Rey menyelami wajah Marsha, mencoba mencari kebenaran di tatapan gadis itu. Marsha memasang wajah memelas, meyakinkan kalau dirinya benar-benar butuh.


“Laptopku rusak, Rey. Aku mau minta uang Mami takut, apalagi aku sedang dihukum,” ujar Marsha memelas. Dia terpaksa berbohong agar pria itu percaya.


“Baiklah, berapa nomor rekeningmu? Dan berapa yang kamu butuhkan?” tanya Rey yang tak menaruh curiga.


“Kartu ATMku diambil sama Mami, terus M-banking pun diakuisisi. Apa boleh kalau transfer ke nomor rekening Zie saja?” tanya Marsha karena bingung.


Rey akhirnya setuju, karena dia tak mungkin juga memberikan uang tunai ke Marsha karena tidak memilikinya dalam jumlah banyak. Pria itu mentransfer uang ke rekening Zie, membuat Marsha sangat senang dan berterima kasih berkali-kali sebelum pergi.


“Wah, aku tidak menyangka kamu bisa mendapatkam uang juga,” kata Zie sambil memperlihatkan nominal yang baru masuk ke rekeningnya.


“Owh … jelas. Marsha gitu lho! sungkem sama aku!" ujar Gadis itu menyombongkan diri.


“Tarik tunai ya habis ini, biar besok aku bisa langsung membelikan laptop untuk Andro. Hah...kalau tahu akan semudah ini, aku tidak perlu susah-susah membujuk dan berharap pada om-om pelit itu,” gerutu Marsha mengingat betapa susahnya membujuk Jeremy untuk memberinya uang tadi.


“Siap, tapi jangan lupa traktir aku, ya,” ucap Zie dengan nada bercanda.


“Beres, sip!” Marsha mengangkat ibu jari tangan kanannya, dia begitu senang karena masalah laptop untuk sang pacar akhirnya terselesaikan.


***


Sementara itu, Rey sendiri sebenarnya masih merasa aneh. Dia berpikir kenapa Marsha tidak berani meminta laptop ke orangtuanya sendiri jika memang sudah rusak.


Hingga malam harinya Rey sengaja bertanya ke Jeremy, lalu memberitahu perihal Marsha yang meminta uang kepadanya.

__ADS_1


“Apa dia tidak meminta bantuanmu? Ah … mungkin karena kamu terlalu galak padanya, jadi dia takut,” ujar Rey setelah bercerita ke sang kakak, bahwa dia memberi uang ke Marsha.


Jeremy tentu sangat terkejut mendengar cerita Rey, bagaimana bisa pemuda itu malah memberi Marsha uang segampang itu dan dibodohi dengan alasan tak masuk akal.


“Astaga! Rey, Kenapa kamu tidak curiga saat Marsha melakukan itu? Sial! Ternyata dia sampai berani berbohong kepadamu. Ini tidak bisa dibiarkan.” Jeremy begitu geram karena Marsha menurutnya keterlaluan.


“Hei, mau ke mana? Kamu bahkan baru saja pulang. Makan malamlah dulu, Kak!” teriak Rey saat melihat Jeremy berjalan menuju pintu rumah.


“Apa aku salah? Nampaknya sesuatu yang buruk akan terjadi.” Rey bingung dan hanya bisa menggaruk-garuk pantat.


_


_


Jeremy terus saja melangkah meski Rey memanggil namanya berulang, dia murka karena Marsha berani membohongi sang adik hanya demi Andro. Pria itu masuk ke dalam mobil, dan menutup pintunya dengan kencang, sepanjang perjalanan dia terus memikirkan tentang kenekatan sang calon istri.


Setengah jam kemudian, Marsha sedang bersantai di ruang tengah rumahnya. Gadis itu baru saja berbalas pesan dengan Andro dan berjanji akan membelikan kekasihnya itu laptop, hingga bunyi bel mengganggu dan membuatnya mencebik.


“Sha, lihat siapa yang datang!” teriak Kimi dari dalam. Ia tahu bahwa pembantunya sedang sibuk menyiapkan makan malam.


Marsha pun mencebik untuk yang kedua kali. Dengan langkah malas, dia berjalan ke pintu untuk melihat siapa yang bertamu. Hingga bola matanya membulat saat melihat siapa yang berdiri di hadapannya dengan memasang wajah garang. Marsha hendak menutup pintu kembali, tapi Jeremy lebih dulu mengganjalnya dengan kaki.


“Mau apa kamu, hem? Apa kamu takut bertemu denganku?” Jeremy tersenyum iblis, dia berhasil membuat Marsha ketakutan.


Marsha menelan ludah, ingin menutup pintu tapi ditahan Jeremy. Dia sudah bisa menduga jika kedatangan Jeremy pasti karena tahu kalau dirinya meminta uang ke Rey.

__ADS_1


“Buka, atau aku akan berteriak dan memberitahukan kelakuanmu ke mami dan papi, ” ancam Jeremy.


Dugaan Marsha seratus persen benar, dirinya tak bisa lagi mengelak, dan akhirnya membuka pintu.


“Kamu keterlaluan, Sya!” geram Jeremy.


Marsha takut jika sampai kedua orangtuanya tahu, hingga memilih menggandeng tangan Jeremy dan mengajak pria itu menuju mobil.


“Bicara di mobilmu saja, Om.”


Marsha menarik Jeremy begitu saja, sedangkan pria itu berjalan malas sambil membuang muka.


“Siapa yang bertamu, Sya? Lho … ke mana anak itu?”


Kimi kebingungan karena Marsha tidak ada di ruang tamu, gadis itu sudah berada di mobil bersama Jeremy, dan pria itu menatapnya tajam menunggu penjelasan.


“Apa maksudmu meminta uang Rey hanya untuk membelikan kekasihmu itu laptop?” tanya Jeremy dengan kedua tangan bersedekap.


“Salah siapa Om tidak mau memberi!” Marsha menjulurkan lidah untuk mengejek.


Jeremy semakin geram dengan tingkah gadis manja di sebelahnya ini. Kenapa Marsha sangat bodoh dan tidak sadar kalau sebenarnya dia sedang dimanfaatkan.


“Berikan nomor Andro padaku!” titah Jeremy.


Marsha cepat-cepat menggelengkan kepala, dia menolak memberikan nomor sang pacar, karena tidak ingin Jeremy membuat masalah dengan Andro.

__ADS_1


“Berikan atau aku akan menceritakan kelakuanmu ke kedua orangtuamu!” ancam Jeremy dengan mata melotot.


__ADS_2