Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 36 : Sabtu Tiba


__ADS_3

Jeremy membuang muka, dia membuka satu kaleng bir lagi sebelum menanggapi ucapan adiknya yang berkata menyukai sang calon istri. “Belum tahu saja,” cibir pria itu.


Rey hanya tertawa, dia memang menyukai Marsha. Namun, jelas tidak ada niatan di hatinya untuk merebut gadis itu dari sang kakak, atau mungkin belum.


_


_


Hari Sabtu yang disepakati Rey dan Marsha akhirnya tiba. Anak tunggal Kimi itu baru saja selesai berdandan. Sebuah rok mini di atas lulut dan atasan croptee menjadi pilihannya. Dia mempercantik diri dengan tas selempang kecil. Marsha turun dengan wajah semringah, hingga Richie menghadang dan langsung menyentuhkan telunjuk ke kening putrinya itu.


“Marsha, apa tidak ada kaos lain yang tidak kekurangan bahan seperti ini? kamu tidak sedang berada di luar negeri, apa lagi mau ke pantai.” Richie memindai penampilan putrinya dari atas sampai bawah, dia agak tidak suka dengan croptee Marsha, karena jika tangan sang anak terangkat sedikit saja maka perutnya akan terlihat jelas.


“Papi, bukannya aku sudah biasa memakai lehenga, kenapa Papi tidak melarangku juga? bahkan aku menari-nari di depan banyak pria,” protes Marsha. Ia memang sudah beberapa kali mengenakan baju khas India dengan model atasan dan bawahan yang mengeskpos bagian perut itu. Marsha yakin papinya pasti sudah tahu karena tantenya Mina dan kakeknya Faraj sering mengadakan perayaan ala Bollywood.


“Tapi ini beda, kamu akan ke cipeyem ‘kan? Papi tidak suka. Balik ke kamar ganti baju yang benar atau mending tidak usah pergi sekalian,” tegas Richie.

__ADS_1


“Astaga Papi, aku sudah janji sama adik ipar,” gerutu Marsha, meski begitu dia memutar tumit melakukan perintah Richie.


Marsha menaiki anak tangga meski dengan perasaan kesal, dia menghentak-hentakkan kaki menunjukkan bahwa dia marah. Marsha sadar jika sampai tidak menurut, sang papi pasti akan membabat uang jajannya. Masih ada beberapa bulan lagi sampai dia resmi menikah dengan Jeremy, dan selama rentang waktu itu Marsha sadar masih membutuhkan asupan vitamin D alias duit dari papinya.


Richie geleng-geleng kepala, pria itu menatap punggung Marsha yang berjalan malas-malasan. Untuk sesaat putrinya itu berbalik dan menatapnya dengan muka masam.


“Anak ini, bagaimana kalau calon adik iparmu malah naksir kamu? harusnya kamu itu sadar Marsha, bibit Papi memang sungguh tiada duanya, lihat wajahmu itu sangat cantik dan posturmu sempurna,” gumam Richie. Ia tak sadar Kimi sudah berada di sampingnya dan mendengar dia memuji diri sendiri.


“Tapi tetap saja kalau tidak berasal dari sel telur Kimi, tidak akan bisa seperti itu.”


“Kamu meremehkan aku?”


Richie menggeleng menjawab pertanyaan Kimi. Ia pun tersenyum manis lalu meminta maaf. Sayangnya Kimi terlanjur kesal, istrinya itu melengos membuatnya kalang kabut.


“Aku bercanda sayang, astaga Kimochi jangan potong jatahku hahahihi,” bujuk Richie.

__ADS_1


***


Beberapa menit kemudian, Marsha sudah turun dengan baju yang berbeda. Ia sudah berada di teras menunggu Rey yang sepuluh menit yang lalu mengiriminya pesan sudah sampai lampu merah dekat rumahnya. Marsha hanya berpamitan ke pembantu, karena saat mengetuk pintu kamar orangtuanya dia tak mendapat jawaban, apa lagi saat memutar gagang dia mendapati pintunya terkunci, gadis itu sudah bisa menebak apa yang dilakukan Richie dan Kimi di dalam.


Tak lama bibir Marsha melengkung manis.Ia melihat sebuah sedan mewah masuk ke halaman rumah. Gadis itu bergegas menuruni beberapa undakan yang ada di teras untuk menyambut Rey.


Namun, aneh. Tidak ada apa pun yang nampak menyandung tapi Marsha menghentikan langkah. Kening gadis itu berkerut dengan alis bergelombang mendapati siapa yang keluar dari pintu bagian sopir mobil.


“Om Jerami, kenapa dia datang? Apa dia mau ikut ke cipeyem? ah … mengganggu urusan anak muda saja,” gerutu Marsha.


_


_


_

__ADS_1


😜😜😜


__ADS_2