Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 92 : Selembar Cek


__ADS_3

Acara usai, semua tamu undangan syukuran sudah pulang. Para pembantu sibuk membereskan ruangan bekas acara. Para orangtua masih berbincang dan bercanda, sedangkan Marsha memilih duduk di sofa, dia kelaparan dan memilih untuk menyantap satu piring kecil berisi berbagai jenis kue.


Namun, tak lama Marsha tersedak saat Aprilia mendekatinya dan memberikan sebuah amplop. Wanita tua dengan bibir tebal karena suntikan filler itu meminta maaf, tidak bisa hadir di resepsi pernikahannya dan lebih mementingkan cucu-cucunya.


“Apa nenek ndower ini ingin berkata pernikahanku tidak penting, dasar! Meski aku juga tidak menginginkan menikah, tapi dibilang tidak penting aku tidak terima,” gumam Marsha di dalam hati.


Meski hatinya mencibir Aprilia tapi bibir Marsha tersenyum. Ia mengucapkan terima kasih sambil meraba isi amplop yang diberikan oleh wanita itu.


“Tipis, pasti cuma selembar.” Begitu pikir Marsha. Meski begitu dia memasukkan cek itu ke dalam kantong baju yang dikenakan.


_


_


“Hayo apa yang kamu lakukan?”


Marsha yang berdiri di dekat pilar menghadap taman samping rumah omanya, dikagetkan dengan kedatangan Rey. Pria itu tersenyum lalu mensejajari kakak iparnya itu berdiri.

__ADS_1


“Eh … ada pak direktur baskomsel,” ucap Marsha, sejatinya dia menyindir karena Rey seperti menghindarinya sejak acara tadi.


Rey tertawa, dia masih menatap amplop yang dipegang oleh Marsha. “Apa itu?” tanyanya.


“Ini amplop yang diberikan nenek Aprilia tadi, aku penasaran berapa banyak dia memberiku uang, dia ‘kan pelit. Lihat! amplopnya tipis,” ujar Marsha.


“Siapa tahu cek.” Rey berkomentar sambil menatap gerakan tangan Marsha yang membuka amplop itu.


Benar saja apa yang dikatakan oleh Rey. Sebuah cek berada di dalamnya. Marsha terbengong dan menunjukkannya ke sang adik ipar.


“Kak Rey, tiga puluh juta,” ucap Marsha dengan mata berbinar. Ingin rasanya dia melompat kegirangan jika tidak malu.


“Apa? mobil?” Marsha semakin tak percaya, mulutnya menganga dan dia pun bergumam,” kalau begitu aku menikah saja setahun dua kali.”


“Hah … apa kamu bilang?” tanya Rey dengan kening terlipat halus.


“Tidak, aku tidak bilang apa-apa,” jawab Marsha, dia menempelkan cek yang didapatnya dari Aprilia ke jidat dan sukses membuat Rey tertawa.

__ADS_1


***


Setelah semua lelah bercengkerama, Jeremy pun mengajak sang istri kembali ke hotel. Pria itu bahkan menggandeng tangan Marsha, dan gadis itu merespon dengan menyandarkan kepala ke lengannya mesra.


“Aku sudah tidak sabar ingin berduaan lagi denganmu,” ucap Marsha. Lagi dan lagi dia melakukan sandiwara, tapi kali ini dia sukses membuat Jeremy malu.


“Ya … ya, pengantin baru,” ledek Nova.


Sejatinya Marsha dan Jeremy sudah sukses mengelabui semua orang. Mereka bahkan di antar sampai masuk ke dalam mobil oleh keluarga. Marsha terus saja tertawa, sampai Jeremy heran dan menghardiknya.


“Gigimu bisa kering kalau kamu terus-terusan tertawa seperti itu.”


“Om tidak tahu ‘kan? nenek Aprilia memberiku cek dengan nominal tiga puluh juta.” Marsha menunjukkan cek yang dia simpan di dalam tasnya. Ia mengipaskannya ke depan muka dan menggoyangkan bagian atas tubuhnya.


“Cih … dasar!” Jeremy membuang muka, tapi melihat ekspresi bahagia Marsha, dia pun turut bahagia.


“Tapi kamu sebaiknya mencairkan cek itu sendiri, aku akan membunuhmu jika sampai kamu memberikannya ke Andro,” ancam Jeremy. Ia seolah sudah memiliki firasat bahwa cek itu akan membawa bencana.

__ADS_1


Ya, cek itu pada akhirnya akan membuat Aprilia lagi-lagi bisa menyenggol Kimi, tapi kali ini lewat putri tunggalnya yang sangat ceroboh.


__ADS_2