Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 114 : Gempa Bumi


__ADS_3

"Perhatian langkahmu!"


Marsha melompat ke depan dua kali lalu tertawa.


"Hati-hati!"


Gadis itu menggoyangkan telunjukknya ke depan dengan ekspresi muka serius, dan tiba-tiba memejamkan mata.


"Gelap, gelap dimana-mana."


Jeremy mulai menelan saliva, dia menggandeng tangan Marsha yang baru saja menenggak satu botol arak. Tak hanya satu sloki seperti yang dia ucapkan sebelumnya.


"Berbaris! Berbaris!" Titah Marsha ke Jeremy.


Pria itu bingung dan akhirnya meminta izin ke Tuan Kevin dan yang lainnya untuk membawa sang istri masuk ke dalam kamar.


"Kita tersesat! Siapa pun tolonglah!"

__ADS_1


Entah lagu apa yang dinyanyikan Marsha tapi Jeremy sukses dibuat tertawa karena tingkah lucu istrinya yang sedang mabuk.


"Tunggu tempat aman! Jangan takut! Jangan takut! Ibumu segera ... " Marsha cegukan.


"Se-ge-ra datang!"


Putri Richard Tyaga itu tertawa setelahnya. Ia pasrah saat Jeremy menggelandang masuk ke kamar, lalu membaringkannya ke ranjang.


"Kamu itu menyanyikan lagu apa, Ha?"


" Lagu gempa bumi Om Je. Om kenapa ini goyang-goyang, Om pasti benar-benar ada gempa bumi," oceh Marsha. Gadis itu seketika bangkit dan hampir berlari keluar tapi di tahan oleh Jeremy.


Marsha masih saja tertawa-tawa sendiri, hingga dia diam sambil menatap wajah Jeremy. Gadis itu menangkup pipi sang suami lalu menempelkan bibirnya dengan cara menekan. Terang saja Jeremy dibuat melotot, tak lama Marsha mulai memiringkan kepala, dia melumaat bibir Jeremy- yang entah kenapa hanya diam mematung mendapat perlakuan seperti itu.


"Kenapa rasanya tidak manis, ada yang bilang ciuman itu manis," gerutu Marsha. Ia menggelengkan kepala dan hampir menempelkan bibir lagi, tapi Jeremy lebih dulu mendorong keningnya.


Pria itu berlari keluar dari kamar. Menutup pintu dan menyandarkan punggung dengan dada naik turun tak karuan.

__ADS_1


"Baru kali ini aku menghadapi wanita mabuk dengan mata kepala sendiri, dia benar-benar mengerikan."


Jeremy memutuskan untuk meninggalkan Marsha di dalam, dia yakin istrinya itu pasti akan tertidur.


Jeremy kecewa saat kembali ke ruangan pestanya tadi, dan ternyata Tuan Kevin dan Linda sudah tidak ada, hal ini membuat Jeremy memutuskan untuk mencari Peter. Sayang, dia harus kecewa. lagi karena sekretarisnya itu memilih mengunci diri di kamar dan tidur.


Jeremy akhirnya merebahkan tubuh di sofa, dia mengambil kacang di meja lalu memakannya. Cucu kesayangan Cantika itu sengaja berada di sana beberapa menit untuk menunggu Marsha terlelap.


Namun, setengah jam kemudian. Harapan Jeremy tak menjadi kenyataan. Ia membuka pintu kamar, tapi Marsha tak nampak batang hidungnya. Jeremy seketika ketakutan. Ia pun membuka pintu kamar mandi. Matanya membeliak lebar mendapati sang istri hanya memakai pakaian dalam. Gadis itu sibuk mengoleskan krim ke wajahnya sambil tersenyum di depan kaca.


"Sya, apa yang kamu lakukan? apa yang kamu pakai di mukamu itu?"


Jeremy mendekat dan menyambar sebuah wadah kecil di tangan sang istri. Ia membaui isi di dalamnya.


"Ini, ini krim ajaib. Kalau memakainya aku bisa berubah menjadi miss universe," jawab Marsha.


"Cuci mukamu! bagaimana kalau nanti kulit mukamu iritasi?" Jeremy menyambar shower, menghidupkannya lalu menyiramkannya ke muka sang istri.

__ADS_1


Marsha terang saja gelagapan. Gadis yang sedang mabuk itu marah-marah dan bahkan memukul dada sang suami. Marsha tak sadar jika setelah ini Cantika pasti akan marah-marah padanya. Krim mahal hasil senggol bacoknya di sebuah acara lelang, disia-siakan Marsha begitu saja.


__ADS_2