Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 37 : Takoyaki


__ADS_3

Marsha menekuk bibir, dia mendekat tapi hanya diam saja karena sadar Rey juga ikut. Sekesal apa pun yang dirasakan tapi tetap saja dia harus bersikap biasa untuk mengelabuhi Rey. Ia bahkan kaget saat Jeremy tiba-tiba saja mendekat dan langsung mengacak rambutnya. Terang saja Marsha terdiam, dia merasa aneh. Perlakuan macam apa ini sampai membuatnya membeku.


“Mana papi dan mami?” tanya Jeremy padanya.


Rey yang bersandar pada pintu mobil pun hanya diam menatap. Di mata pemuda itu sekarang, Jeremy dan Marsha terlihat begitu dekat. Seolah sudah biasa Jeremy berkunjung ke rumah gadis itu. Rey pun tersenyum saat Marsha menatap ke arahnya. Ia bahkan melambaikan tangan. Senyumnya meredup saat menyaksikan Jeremy memegang tangan Marsha dan hendak mengajak gadis itu masuk ke dalam.


“Mami sama papi tidur,” ucap Marsha setelah memutar tumit karena ditarik sang calon suami.


“Tidur? Sore-sore tidur?” tanya Jeremy yang tak tahu maksud sebenarnya dari Marsha, tapi setelah otaknya terkoneksi dengan benar, pria itu membentuk huruf O dengan mulutnya.


“O... kamu mau dibuatkan adik,” goda Jeremy, sontak saja Marsha secara impulsif mencubit pinggangnya. Meski marah betulan, tapi di mata Rey dua orang itu terlihat seperti sedang bercanda, membuat dirinya seperti menjadi obat nyamuk bakar.


Rey geleng-geleng, seharusnya dia menolak saja saat Jeremy berkata ingin ikut. Namun, mau bagaimana lagi, pergi dengan calon istri kakaknya pasti akan menimbulkan kecurigaan orang yang mungkin mengenal mereka, belum lagi usianya dan Marsha hanya selisih sekitar empat tahun, lebih pantas dirinya yang menjadi calon suami Marsha dari pada Jeremy.


“Ya sudah nanti aku akan kirim pesan ke papi dan meminta izin pergi,” ujar Jeremy.

__ADS_1


“Kenapa kamu baik sekali, apa karena ada Rey?”


Marsha bertanya dengan mulut nyaris tak terbuka sama sekali. Ia tersenyum manis. Tak menunggu Jeremy membalas ucapannya gadis itu dengan langkah lebar mendekat dan berdiri tepat di depan Rey.


“Ayo kita berangkat, aku akan traktir kamu makan jajan di sana. Kamu harus coba telur gulung, siomay, takoyaki dan juga otak-otak ikan.” Marsha berucap sambil membuka pintu penumpang lalu duduk, sedangkan Rey hanya diam karena terlalu heran. Pemuda itu terlibat saling pandang dengan sang kakak sebelum mengedikkan bahu dan masuk mobil.


_


_


Jeremy sesekali berdecak sebal mendapati tingkah Marsha, dia tidak suka suasana di sana – bukan gayanya berjalan-jalan di tempat seperti ini, tapi melihat Rey begitu menikmati Jeremy pun mencoba mengambil sisi positif.


“Coba ini Kak!”


Perkataan Marsha membuat Rey tersentak, dia mencoba menoleh untuk meminta izin kakaknya, tapi sayang Jeremy sedang tidak ada di dekat mereka saat Marsha menyodorkan satu bulatan takoyaki ke depan mulutnya. Rey pikir Marsha akan membeli dua porsi tapi hanya satu dan sekarang calon kakak iparnya itu ingin menyuapinya.

__ADS_1


Rey pun mendekatkan mulut, tapi belum juga makanan yang berasal dari negara Jepang itu menyentuh bibir, tangan Marsha yang sedang memegang sumpit diraih oleh seseorang lalu membelokkannya. Marsha dan Rey secara bersamaan menoleh, mereka melihat Jeremy memasukkan takoyaki ke mulutnya dan mengunyah dengan santai.


“Apa tidak panas?” selidik Marsha.


Dan tepat setelah Marsha bertanya, Jeremy membuka mulut dan menutupinya dengan telapak tangan. Marsha pun geleng-geleng mencoba untuk tidak tertawa agar Rey tak curiga, sedangkan pemuda itu langsung memberikan minumannya agar lidah sang kakak tidak melepuh.


“Ish … dasar, kenapa dimakan semua, harusnya digigit,” celetuk Marsha. Ia bahkan menunjukkan wajah bersalah tapi saat Jeremy menatapnya gadis itu menarik sudut bibir – menghina.


“Awas kamu!”


_


_


_

__ADS_1


awas apa bang Je? ntar jatuh cintrong kapok lho 🤣


__ADS_2