
"Jangan merasa seperti itu! Bagaimana bisa kamu membandingkan diri dengan wanita perebut laki orang sedangkan kamu istri sahku."
Marsha lagi-lagi dibuat tak percaya karena Jeremy menyebutnya istri sah. Ia mengedipkan mata heran, sedangkan pria di sampingnya malah tersenyum dengan manisnya.
"Bagaimana kalau kita mulai mencoba menjalani hubungan layaknya suami istri."
"A... Apa? Kakak mau apa? kakak membuatku takut!"
Marsha menyilangkan kedua tangan di depan dada, otaknya yang semurni air galon berpikir hal berbau mesum saat Jeremy meyebut 'hubungan layaknya suami istri'.
"Astaga pikiranmu Marsha!" Jeremy menggelengkan kepala berulang karena tahu apa yang sedang dipikirkan istrinya itu.
"Ya sudah, bagaimana kalau mencoba berkencan dan pacaran seperti ABG pada umumnya, seperti Zie," ucap Jeremy.
"Zie itu jomlo, dia mungkin akan terus jomlo sampai jompo," kata Marsha. "Kakak sok tahu!"
"Iyakah?" Jeremy malah terkejut mendengar sahabat istrinya itu ternyata belum memiliki kekasih. "Dia mau tidak ya berpacaran dengan Peter?"
"Ngaco, bahkan dengan Rey saja dia pasti tidak akan mau. Apa lagi dengan pria tua seperti Peter," sewot Marsha.
"Heh... Kalau Peter kamu katai tua? Lalu aku apa? umur Peter di bawahku tahu."
"Mau di bawah kakak lima belas tahun pun, Zie pasti tidak akan mau! karena dia itu sudah bucin ke Sean, manusia gelato yang kata dia manis tapi dingin." Marsha berucap sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh.
Semenjak menikah dengan Jeremy, baru kali ini mereka bicara lumayan lama sebelum tidur. Bahkan karena terlalu asyik keduanya tak sadar jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.
__ADS_1
"Kenapa bisa ya ada orang bucin di dunia ini?" Gumam Jeremy.
"Nggak tahu, tapi memang ada, Zie salah satunya!" jawab Marsha yang mulai memejamkan mata. Gadis itu tak membalik badan hingga Jeremy bisa melihat dengan jelas wajah polosnya yang sedang tidur.
"Cih... Kenapa bisa aku menikah dengan bocah?" Jeremy tertawa, setelah itu ikut memejamkan mata seperti sang istri.
***
Pagi harinya, seperti biasa dan mungkin ini tak pernah Marsha sadari. Gadis itu selalu memeluk Jeremy saat tidur dan sang suami hanya membiarkan saja.
Jeremy terkadang memilih bangun lebih dulu dari pada harus merasakan situasi aneh saat Marsha membuka mata, dengan posisi tangan gadis itu yang terkadang melingkar di pinggang atau menempel di dadanya.
Namun, pagi itu lain. Jeremy membiarkan saja Marsha dan menunggui istrinya itu sampai bangun.
[ Pi, apa tidak ada niat mengganti nama grup ini? ]
Jeremy mengirimkan pesan dan tak menjawab pertanyaan Richie sebelumnya, yang bertanya soal pemeriksaan yang sudah dijalaninya di kantor polisi kemarin.
[ Kenapa? Nama grup ini lucu, Marsha yang memberi nama ]
[ Tapi sekarang isinya empat, jadi bukan trio ]
Jeremy mengirim pesan itu disertai emoji tawa, dia lantas berkata hanya bercanda saja sebelum menjelaskan bagaimana pemeriksaan di kantor polisi berlangsung kemarin.
Daniel ayahanda Sean dan Raiga pun menimpali dengan berkata; jika polisi lambat dalam menangani kasus ini maka dia menyarankan untuk memakai jasa detektif swasta untuk menemukan pelakunya.
__ADS_1
Jeremy hampir membalas pesan Daniel, tapi Marsha nampak menggeliat bahkan mulai menjauhkan kelopak mata. Jeremy yang kaget tanpa sengaja malah menekan emoji taii yang biasa dia kirimkan ke Peter saat mereka berbalas pesan dan bercanda.
Marsha dan Jeremy saling pandang, hingga gadis itu sadar tangannya masih melingkar di pinggang sang suami. Jelas bukan pertama kali dia melakukan hal ini, tapi entah kenapa sekarang Marsha merasa seperti tidak ada yang harus ditutupi.
"Sudah bangun?"
"Belum, aku ini sedang ngelindur, aku bisa ngelindur sambil membuka mata," jawab Marsha asal. Bagaimana bisa Jeremy bertanya apa dia sudah bangun padahal matanya sudah terbuka lebar.
Marsha pun menjauhkan badan, sedangkan Jeremy mencoba bersikap biasa. Ia melihat ke layar ponsel dan terkejut sampai matanya membola.
"Astaga kenapa bisa?"
"Ada apa Kak?" tanya Marsha yang ikut kaget karena Jeremy bersuara lantang.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?"
Jeremy menunjukkan layar ponsel ke Marsha. Gadis itu lalu mendekatkan wajah sambil mengerjap untuk bisa membaca dengan jelas pesan itu.
Emoji kotoran yang tanpa sadar Jeremy kirim dibalas oleh Daniel, Richie dan Nic secara berurutan.
[ Apa maksudmu Je? ]
[ Mungkin kode dia sedang di WC ]
[ Astaga Je, baunya sampai ke sini ]
__ADS_1