Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 63 : Pelet


__ADS_3

Tanpa berpamitan atau berterima kasih ke Jeremy, Marsha berjalan masuk ke gedung fakultasnya menimba ilmu. Orang pertama yang dia cari adalah Zie. Putri tiri dari seorang aktivis pembela anak-anak itu jelas akan menjadi sasaran amukannya.


Marsha kesal, untuk apa Zie memberitahu alamat rumah Andro ke Jeremy, sampai menyebabkan pria itu memarahi pacarnya. Marsha yakin, Andro pasti dihina-hina oleh sang calon suami.


“Queenzie, sini kau!”


Marsha berlari di koridor saat melihat Zie berjalan ke arahnya, tahu apa yang akan terjadi, Zie memilih memutar tumit dan kabur. Ia lari terbirit-birit dan terjadilah kejar-kejaran layaknya anak TK bermain polisi dan pencuri.


Zie bahkan seperti memiliki kekuatan super, dia bisa menuruni tiga anak tangga sekaligus dalam satu langkah, sudah mirip stunt man sebuah film laga.


Zie heran kenapa Marsha bisa terus mengejarnya, yang dia tahu sahabatnya itu pemalas, olahraga yang biasa Marsha lakukan hanya berenang dan itu pun tidak setiap hari. Zie tidak kuat, akhirnya dia memilih untuk menghentikan pelarian tapi dengan sigap memberi kode agar Marsha tidak melakukan apa-apa kepadanya dengan tangan yang diulurkan ke depan.

__ADS_1


“Sya… aku tahu kamu marah, tapi kamu harus lihat ini.” Zie bergegas mengeluarkan ponsel, dia membuka salah satu aplikasi di mana di sana dia mencatat kegiatan atau hal-hal yang penting.


“Coba lihat! dua ratus enam puluh sembilan juta, kamu sudah mengeluarkan uang untuk Andro sebanyak ini. Sya, ini bisa dibuat untuk membeli rumah subsidi,” ucap Zie dengan napas tersengal-sengal.


“Bukankah kamu sudah tahu, bahkan satu miliar pun tidak akan bisa mengganti apa yang sudah Andro lakukan untukku!” sewot Marsha, sorot matanya mendadak berubah.


Zie tahu sangat menyakitkan jika harus mengenang hal itu. Satu hal yang tidak pernah Marsha ceritakan ke siapa pun selain ke dirinya.


Namun, setelah ditelusuri diam-diam oleh Zie, sepertinya hal itu sudah direncanakan oleh Andro, hanya saja gadis itu belum memiliki cukup bukti, dia tahu Marsha sangat susah percaya ke orang lain, terlebih sahabatnya itu bucin akut ke Andro. Zie bahkan meyakini Marsha terkena pelet.


“Sya, sepertinya apa yang Mother i bilang benar, kamu itu kena pelet.” Zie menyebut nama pembantunya yang berasal dari Jawa, orang rumah memanggilnya ‘mak e’ sedangkan gadis itu lebih suka memanggil ‘Mother i"agar lebih keren.

__ADS_1


“Pelet apa? Andro tidak perlu melakukan itu padaku.”


Marsha masih marah, dia bahkan mendekat dan memukul ponsel Zie agar temannya itu tidak memperlihatkan nominal, dan catatan barang apa saja yang sudah dia berikan ke Andro.


“Sya, aku melakukan itu karena sayang padamu. Menurutku kamu harus mulai menyelidiki Andro, jangan asal percaya dan memberinya semua apa yang dia inginkan. Kamu tahu aku bisa saja mengadu pada tante Kimoci dan Om Richie, tapi aku memilih diam, tapi lama-lama tak tega juga. Bagaimana bisa Marsha si tuan putri hanya dijatah seratus ribu sehari? semua ini juga karena Andro.”


Zie memang pandai membujuk, meski Marsha masih cemberut dan matanya menyipit, tapi Zie yakin temannya itu pasti akan luluh.


“Pandai sekali kamu berkata-kata, apa kamu sedang belajar untuk mencalonkan diri sebagai gubernur delapan tahun lagi?” sindir Marsha. Mulutnya pedas saat marah, dan Zie sudah sangat hafal di luar kepala.


“Lihat saja nanti! Aku akan bilang ke Sean kalau kamu diam-diam selama ini menyukainya."

__ADS_1


__ADS_2