Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 143 : Asin


__ADS_3

Marsha menyodorkan sendok ke Jeremy, dia riang gembira bahkan tak sabar menunggu reaksi suaminya mencicipi makanan yang katanya dia buat dengan cinta.


Jeremy membaca doa, sebelum menyuapkan nasi dan sedikit lauk ayam teriyaki yang dimasak Marsha ke dalam mulut.


Saat makanan itu bercampur di dalam mulutnya, Jeremy mengernyitkan kening. Alih-alih rasa ayam, dia malah merasakan seperti memakan ikan asin.


Jeremy mengedipkan mata mencoba untuk tetap menelan makanan itu, dia menduga mungkin kebetulan mengambil bagian lauk yang garamnya belum tercampur rata. Jeremy kembali mencoba hingga terbatuk-batuk karena rasanya sama.


"Ih... Aku tahu makanan buatanku sangat enak, tidak usah buru-buru memakannya, Kak. Aku juga tidak akan minta," ucap Marsha sambil menyodorkan minum ke Jeremy.


Pria itu kini bingung, melanjutkan makan bisa jadi darah tinggi, tapi jika tidak Marsha pasti akan kecewa, Jeremy pun mencoba cara lain, dia mengarahkan sendok ke Marsha dan meminta gadis itu membuka mulut.


Marsha merasa momen ini sangatlah romantis, dia membuka lebar mulutnya untuk menerima suapan dari Jeremy. Hingga wajah semringahnya berubah aneh.


"Apa kamu tadi tidak mencobanya dulu saat memasak?"


Marsha diam, dia memang terlalu jemawa hingga tak mencicipi lagi masakannya. Dia mungkin terlalu lelah belajar sebelum memasak hingga otaknya lupa berapa munjung garam yang dia masukkan ke masakan yang dibuatnya untuk Jeremy.


"Sudah jangan dimakan!"

__ADS_1


Marsha merampas sendok dari tangan Jeremy, dia mengemasi kotak makan yang dia bawa dengan wajah kecewa. Marsha malu, merasa menjadi gadis bodoh yang tak berguna. Ia merasa sangat ceroboh karena bisa membuat makanan yang tak layak dimakan manusia seperti ini.


"Sya!"


Marsha terus menunduk, hingga berdiri tapi masih tak mau menatap ke Jeremy.


"Aku pulang ya Kak. Kakak bisa makan siang bersama kak Peter seperti biasa."


Jeremy terbengong, dia bingung, dan malah berpikir apa ada yang salah dari sikapnya? Atau seharusnya dia makan saja masakan dengan nama 'ayam asin teriyaki' buatan Marsha tadi.


Jeremy berjalan cepat lalu menahan pintu ruang kerjanya yang sudah dibuka oleh sang istri. Peter sampai dibuat berjengket karena hentakan pintu akibat ulah sang atasan.


Jeremy tahu bahwa gadis di depannya ini pasti sangat kecewa. Marsha pasti berharap akan membuatnya senang dengan membawa makan siang yang dibuat dengan sepenuh hati. Namun, tak disangka semua niatannya kacau balau seperti ini.


"Sya, lihat aku!"


Marsha menggeleng menjawab permintaan Jeremy, dia terus saja menunduk hingga sang suami merampas kotak makan di tangannya, lalu meletakkan ke atas meja pajangan yang tak jauh dari sana.


Marsha akhirnya mau mendongak, ditatapnya wajah Jeremy yang tangannya sudah terulur menyentuh pipinya.

__ADS_1


"Masakanmu asin, tidak enak. Maaf ya aku tidak mungkin memakannya."


"Jujur sekali," gerutu Marsha. "Iya aku tahu!"


Jeremy tersenyum karena istri kecilnya itu memajukan bibir, hingga dia menunduk dan menyambar bibir Marsha dan melumaatnya.


"Asin kak!"


Marsha mendorong dada Jeremy, sampai pria itu melepaskan tautan bibir mereka.


Setelah protes seperti itu, Marsha sadar bahwa masakannya itu memang tidak bisa dimakan manusia.


"Aku akan membuatnya manis," kata Jeremy.


Pria itu kembali menyatukan bibirnya dan Marsha. istrinya hanya diam, hingga beberapa detik kemudian Marsha memejamkan mata dan memegang erat sisi kemeja Jeremy.


Marsha benar-benar menyukai apa yang sedang dilakukannya bersama Jeremy, dia bahkan membalas ciuman itu tak kalah liar.


"Malam ini, pakailah baju seksi saat aku pulang kerja nanti," bisik Jeremy.

__ADS_1


__ADS_2