Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 68 : Minta Kawin


__ADS_3

“Terus maumu apa?” tanya Richie.


Sementara Marsha dan papinya saling pandang. Kimi, Jeremy dan Daniel saling melempar tatapan. Mereka seolah sedang berkomunikasi menggunakan mata batin. Hingga yakin bahwa Richie hanya menakut-nakuti.


“Papi pasti hanya mengancam, ya sudah coret saja. Aku akan masuk KK paman.”


Marsha melingkarkan tangan ke lengan Daniel, tapi sang paman sepertinya tahu harus berbuat apa. Daniel lepas tangan sang keponakan sedikit memaksa, lantas berkata-


“Maaf Marsha, meski sangat sayang padamu, tapi sudah cukup Sean dan Rai saja anak Paman.”


Marsha menekuk bibir, dia hampir menangis mendapat penolakan seperti itu. Namun, tak patah arang kali ini dia menoleh Jeremy. Calon suaminya itu punmembuang muka, berpura-pura tak melihat tatapan matanya yang mengiba.


“Om …. Eh salah, kak Je,” ucap Marsha. “Nikahi aku besok pagi!”


Semua orang terperanjat, Marsha memang tak kehabisan ide gila, tapi sayangnya kenapa bisa bodoh saat menghadapi Andromeda.


“Om Je …. “ panggilnya lagi. “Kawini aku!"


Jeremy malah ketakutan, dia menjauhkan badan saat Marsha hampir memegang tangannya.

__ADS_1


“Aku sudah diusir papiku sendiri,” ucap gadis itu.


Kimi memutar bola mata malas, putrinya memang pandai sekali bersandiwara. Meski begitu dia tidak mau kecolongan lagi. Ia tetap ingin menindak tegas perbuatan Marsha yang berani bohong dan tak mematuhi perintahnya dan Richie.


“Ya sudah Je, besok kita ke KUA. Nikahi Marsha kalau memang itu yang dia inginkan.”


“Apa?”


Jeremy dan Marsha sama-sama berteriak. Hidung pemilik minimarket yang bertebaran di seluruh negeri itu sampai kembang kempis. Ia lirik Marsha yang bengong - tak percaya dengan ucapan maminya.


“Sya lebih baik kamu mendengarkan papi dan mami, orangtua pasti ingin yang terbaik bagi anaknya, jadi menurut saja,” kata Jeremy. Pria itu berniat melarikan diri. Dia ada rapat penting besok, bagaimana bisa harus ke KUA untuk menikahi Marsha.


“Ayolah jangan banyak tingkah, kamu membuatku berada di situasi sulit,” gumam Jeremy di dalam hati.


Marsha berbicara tanpa berpikir. Ia sukses membuat semua orang terperangah, terutama Jeremy yang nyaris pingsan, dia dibuat terkejut dengan ego gadis itu. Marsha berbicara seperti itu jelas karena ingin menantang Kimi.


“Pi, Mi. Aku boleh duduk?” tanya Jeremy. “Kenapa rasanya goyang-goyang ini,” imbuhnya sambil memegangi kepala.


_

__ADS_1


_


_


Hari berikutnya, Marsha masih bersikeras ingin segera menikah dengan Jeremy. Namun, semua orang menentang. Berkata bahwa sabar dan tunggu sekitar beberapa bulan lagi. Ia bahkan tak mengambil jatah seratus ribunya sebagai bentuk protes ke Kimi dan Richie.


Diantar pak Ogah sang sopir pribadi, Marsha pun pergi ke rumah Nova, karena hanya wanita tua itu satu-satunya harapan bagi kelangsungan hidupnya. Menikahi Jeremy artinya dia akan lebih cepat mendapat jatah istri, jadi satu-satunya cara adalah mempengaruhi biang kerok yang membuatnya terjebak dalam pernikahan tak terduga ini.


“Omano pokoknya aku mau nikah dengan Kak Je segera, titik!”


Nova mengedip kebingungan, dia mandang wajah sang cucu lalu beralih ke bagian perut Marsha yang ramping.


“Apa kamu dan Jeremy sudah …. “


“Sudah tidak bisa dipisahkan lagi,” jawab Marsha dengan nada suara tegas.


“Marsha kamu tidak MBA ‘kan?” tanya Nova untuk memastikan.


“Aku memang MBA Omano, memerlukan banyak angpao, aku butuh duit!”

__ADS_1


Nova pun heran, dia memang sudah tahu soal Marsha yang tidak diberi uang jajan seperti biasa oleh anak dan mantunya. Ia pikir Marsha datang untuk meminta uang padanya, tapi ternyata malah minta segera dikawinkan dengan Jeremy.


“Pokoknya aku minta kawin! Titik!”


__ADS_2