Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 130 : Karena CCTV


__ADS_3

Mia tentu saja bingung menjawab pertanyaan Kimi. Ingin berbohong tapi dia takut kebohongannya akan menimbulkan efek domino dan malah membuatnya kesusahan sendiri.


Dokter cantik itu takut, bahkan hanya diam dan semakin membuat Kimi curiga. Hingga akhirnya Mia memilih menjawab ambigu agar Kimi tak banyak prasangka.


"Kami adalah teman lama."


"Begitukah?" Kimi nampaknya tak percaya begitu saja. Namun, menekan Mia jelas bukan pilihan bijaksana.


Kimi mengangguk, lalu bercerita bahwa CCTV di kafe tempat penusukan itu terjadi memperlihatkan Jeremy dan Mia datang bersama. Proses penyidikan pun sedang berlangsung, jadi kemungkinan besar Mia akan dipanggil pihak yang berwajib untuk memberi keterangan juga.


"Aku harap kamu bisa membantu," ucap Kimi.


Mia mengiyakan, dia berkata dengan senang hati akan ikut membantu jalannya proses penyelidikan, sehingga orang jahat yang mengincar keselamatan nyawa Marsha bisa terungkap lalu tertangkap.


Mia pamit undur diri saat Kimi berkata tidak ada hal lain yang ingin dibicarakan. Gadis itu berjalan pelan dan bahkan berhenti untuk menopang tangannya ke tembok karena gemetaran. Jika sampai semua orang tahu dia memiliki hubungan spesial dengan Jeremy, masa depan dan karirnya bisa jadi akan hancur. Kimi pasti akan berpikir dia adalah pelakor yang ingin menghancurkan keharmonisan pernikahan putrinya.


"Bagaimana ini?" gumam Mia. Ia tak sadar Kimi keluar dari ruangan dan melihatnya yang seperti itu.


***

__ADS_1


[ Je, kamu datang terpisah dengan Marsha, kan? Di CCTV terlihat kamu datang bersama wanita yang ternyata adalah dokter di rumah sakit mamimu ]


[ Apa itu kebetulan? atau kalian sudah saling kenal? ]


Jeremy diam membaca pesan yang dikirimkan Richie di grup trio wikwiik. Ia tak bisa langsung menjawab, hingga membiarkan dua anggota grup yang lain menimpali.


[ Aku sudah meminta direktur bagian berita kriminal untuk terus memasukkan peristiwa penusukan ini ke berita di ABI TV ]


Kepala Jeremy tiba-tiba merasa pening, dia lupa kalau Nic - paman Marsha adalah pemilik sebuah stasiun televisi.


[ Sebaiknya tunggu Jeremy pulih baru dibahas]


Marsha yang sejak tadi mengawasi pun mengerutkan kening. Gadis itu menyadari gelagat aneh dari sang suami.


"Apa ada masalah? Apa bekas operasi kakak sakit, butuh pain killer lagi? Atau aku panggilkan dokter?" Marsha bertanya bak emak-emak yang cemas dengan kondisi anaknya. Ia berdiri untuk memastikan keadaan Jeremy bahkan menempelkan telapak tangan ke kening sang suami.


"Papi!"


"Kenapa sama Papi?"

__ADS_1


Marsha bertanya sembari Melirik ponsel yang Jeremy tunjukkan. Ia membaca pesan itu sebelum menelan ludah karena takut.


"Kakak mau jawab bagaimana ini?"


"Mau bagaimana lagi? aku akan jujur kalau Mia adalah kekasihku dan kita memang tidak saling cinta," ucap Jeremy asal. Ia sengaja memancing reaksi Marsha, karena sudah sangat jelas. Seorang Jeremy tidak mungkin gegabah apa lagi secara sadar membuat masalah.


"Jangan!" tolak Marsha mentah-mentah. "Kita itu saling cinta! Kalau kakak mengaku punya kekasih lain, Mami pasti akan sedih, aku tidak mau Mami kecewa."


Jeremy memindai wajah Marsha. Mata gadis itu nampak mengiba. Suasana di dalam kamar pun seketika senyap, hanya denting jam yang terdengar.


"Kakak dan aku saling mencintai, ingat itu!" Marsha mengulangi ucapannya.


"Baiklah kalau itu yang kamu mau, aku dan kamu saling mencintai," kata Jeremy ikut mengulangi kalimat sang istri.


"Tapi, tetap saja. Bagaimana aku membalas pertanyaan papi?" Tanya Jeremy.


"Aku akan cari kak Mia, kita harus menyamakan persepsi."


Marsha memutar tumit bergegas ingin mencari Mia. Namun, gadis itu seketika berdiri mematung. Marsha terkejut melihat siapa yang baru saja masuk ke kamar perawatan Jeremy.

__ADS_1


"Apa dia mendengar obrolan kami?"


__ADS_2