
Jeremy berjalan bersisian dengan Marsha masuk ke dalam rumah, sedangkan Rey memilih untuk menunggu saja di dalam mobil. Pemuda itu melihat sang kakak sedang berbisik ke Marsha, sungguh sangat mesra hingga membuatnya sedikit merasa iri. Namun, kenyataannya Jeremy bukan sedang membisikkan kata cinta nan romantis, tapi mengancam calon istri kecilnya itu.
“Jangan pikir apa yang aku lakukan tadi karena aku mulai menyukaimu! Tidak Marsha, aku melakukannya agar Rey tidak curiga. Ia sangat jeli dan pintar, jadi bersikaplah seolah kamu sangat mencintaiku di depan Rey,” bisik Jeremy.
“Bagaimana kalau aku menikahi Rey saja, sepertinya kami lebih cocok.” Marsha menghentikan langkah dan membuat Jeremy tersentak. Gadis itu memutar badan menghadap ke arahnya dan sukses membuat pria di hadapannya ini ketar ketir.
“Apa yang kamu lakukan? bagaimana kalau Rey sedang melihat kita dari dalam mobil?”
“Kenapa? takut? Om tidak bisa mengatur aku seenaknya, apa lagi tadi? berprasangka bahwa Om mulai suka sama aku, dih … aku terlalu bodoh kalau percaya itu,” cicit Marsha. “Lihat saja nanti siapa yang akan jatuh cinta duluan!” ancamnya.
Jeremy melebarkan manik mata, dia tak menyangka gadis belia itu bisa mengancamnya yang seorang pria dewasa. “Marsha … Marsha apa kamu tidak takut kalau aku melakukan itu padamu? Jika kita sudah menikah aku berhak meminta kamu memberikan keperawananmu.”
Marsha yang sudah berjalan masuk ke dalam rumah kembali menghentikan langkah. Ia memutar badan dengan tiba-tiba hingga Jeremy kaget dan memundurkan kepala. Meskipun Jeremy berkata dengan suara yang lirih, tapi tetap saja gadis itu bisa mendengarnya dengan jelas.
__ADS_1
“Oh … begitukah? Tapi kalau aku sampai kecanduan, Om harus siap memberikannya setiap waktu di saat aku ingin. Kalau hanya sekali untuk merampas keperawananku saja Om rasakan saja akibatnya nanti. Aku akan mencari gigoloo di luar sana.”
Mulut Jeremy menganga lebar, kini dia tahu kenapa Kimi dan Richie berniat menikahkan saja putri semata wayang mereka, pikiran Marsha sungguh sangat liar dan agak mengerikan. Jeremy saja bahkan tak percaya, meski tahu Marsha sangat cerewet tapi dia tak menyangka gadis itu bisa semesum ini.
“Lihat saja apa yang akan aku lakukan di hari pertama setelah pernikahan kita, aku akan telanjaang di depan Om dan kita lihat siapa yang akan …. “
Jeremy membekap mulut Marsha, menurutnya jika diteruskan hanya akan membuat dirinya malu. Sebagai pria dewasa dia memiliki beban moral ke gadis yang usianya jauh di bawahnya ini. Jeremy sadar bahwa tidak bisa sembarangan mengancam atau bahkan bergurau dengan Marsha. Calon istrinya ini benar-benar bukan tipe gadis sembarangan. Tidak ada manis-manisnya sama sekali dan cenderung malah beracun seperti ikan buntal.
Jeremy memilih untuk mengalah, dia bisa saja balas menantang Marsha, tapi menurutnya hal semacam itu tidak benar jika dipakai sebagai bahan candaan atau ancaman.
“Aku akan menceraikanmu dalam kondisi masih tersegel, tenang saja!” imbuhnya.
Marsha hanya mengedip, dia pukul punggung Jeremy karena bekapan pria itu sudah hampir membuatnya kehabisan napas. “Apa om sudah gila? apa Om mau membuatku mati kehabisan napas?” sewotnya. Dada Marsha naik turun, dia berusaha mengatur napas dan bersamaan dengan itu Kimi dan Richie terlihat keluar mendekat.
__ADS_1
Pasangan suami istri itu nampak sangat semringah. Jelas saja mereka merasa bahagia, keduanya baru saja selesai beronde-ronde mendayung surga dunia. Namun, belum juga Kimi dan Richie menyapa, tapi putri mereka memilih pergi dari sana dengan raut muka kesal.
“Kenapa dia itu? habis jalan-jalan bukannya senang kenapa malah mukanya masam?” tanya Richie heran.
Jeremy tak bisa langsung menjawab, dia tatap punggung calon istrinya itu sebelum akhirnya berucap,” Dia kesal karena aku bilang tidak bisa datang ke acara wisudanya, padahal aku hanya berbohong karena ingin memberi kejutan.”
“Ah … dasar Marsha,” gerutu Kimi, dia tidak tahu bahwa calon menantunya itu sejatinya sedang berdusta.
Jeremy pun tersenyum, dia merasa sangat canggung. Melihat wajah orangtua Marsha, dia kembali berpikir bagaimana jika membuat kecewa kalau pernikahannya dan Marsha tidak berjalan lama sesuai harapan.
Bagaimana pun juga Jeremy yakin semua orangtua pasti ingin pernikahan anak-anaknya langgeng.
“Sudah tidak usah dipikirkan, asal kamu datang dia pasti senang,” kata Richie. "Apalagi sambil membawa bucket uang."
__ADS_1