
Sehari sebelum pernikahan sang kakak dan Marsha, Rey tidak bisa tidur. Setelah ini dia yakin Marsha pasti akan sangat membencinya. Karena dia akan berpura-pura membantu kabur, tapi malah membawanya ke KUA.
Di sisi lain seorang pria nampak mengusap dagu, dia berniat melakukan serangan balas dendam ke keluarga Tyaga. Setelah sekian lama tak mencari gara-gara dengan menculik Sean saat masih kecil. Kini orang itu mengincar cucu perempuan Nova satu-satunya. Baginya keluarga Tyaga adalah musuh yang harus dihancurkan. Ia tidak senang melihat hidup Daniel dan Richie bahagia.
Mr. NT begitu panggilannya, semua orang tidak tahu bahwa dia sudah keluar dari penjara. Bersikap baik dan menurut adalah jalan baginya untuk mendapat keringanan hukuman. Dengan sisa harta yang dimiliki papanya, sekarang Mr. NT membangun sebuah peternakan sapi. Namun, tetap saja bukannya menatap hidup dengan baik, dia masih saja mencari gara-gara.
“Mister, rencana besok pagi sudah siap, kami akan menculik gadis itu dan membawanya ke lokasi yang sudah kita siapkan,” ucap salah satu anak buah Mr. NT.
Pria itu pun mengangguk, lalu mengibaskan tangannya memberi gerakan mengusir. Ia menyeringai lebar, lumayan untuk memberikan kejutan ke Daniel, Richie bahkan Kimi.
_
_
Hari yang ditentukan pun akhirnya tiba, Marsha sudah bangun sejak subuh tadi untuk didandani, dia bersikap biasa. Lagipula hanya pergi ke KUA jadi Kimi menyiapkan kebaya yang sederhana untuk putrinya.
__ADS_1
Marsha kaget saat mendapat sebuah pesan dari Rey, yang berisi bahwa dia sudah mengirimkan orang untuk menjemput dan membawanya pergi. Gadis itu pun menggaruk kepala, merasa bodoh karena tidak memberitahu Rey untuk membatalkan rencana. Marsha membalas pesan Rey tapi adik calon suaminya itu tak bergegas menjawab panggilannya. Ia pun menghubungi tapi Rey tak langsung mengangkat juga. Marsha membuang napas lelah, dia tahu sudah melakukan kesalahan.
Dengan dandanan yang sudah paripurna tapi mengenakan piyama motif beruang, Marsha pun minta izin turun ke bawah. Dia ingin mencari orang suruhan Rey dan memintanya pulang saja. Marsha melihat sebuah sedan hitam berhenti dengan orang di dalamnya yang nampak kaget, dan buru-buru menaikkan kaca jendela.
“Tunggu! bukankah itu gadis yang merupakan target kita, kenapa dia mendekat? Apa dia tahu kalau kita akan menculiknya.”
Salah satu penculik suruhan Mr. NT bertanya ke temannya, bukannya bergegas untuk membuka mobil dan memasukkan mangsa yang datang dengan sendirinya, mereka malah berdiskusi.
Marsha mengetuk kaca jendela, meminta pria itu menurunkan kaca jendala karena dia ingin berbicara.
Penculik di belakang kemudi saling pandang dengan teman di sampingnya. Mereka malah cengo, melihat hal itu satu penculik di bagian penumpang langsung keluar. Marsha pun kaget, dia malah pasrah saat ditarik masuk ke dalam mobil.
“Kunci pintunya dan segera pergi dari sini bodoh!” amuk si penculik yang duduk di belakang sambil memukul kepala temannya,
“Tunggu! tunggu! bukankah aku bilang aku berubah pikiran, aku mencoba menghubungi Rey tapi dia tidak mengangkatnya.” Marsha kebingungan, beruntung dia membawa ponsel dan dia masukkan ke kantung bagian celana piyamanya.
__ADS_1
“Kamu kami culik!”
“Astaga! bukan begitu, Aku sudah berubah pikiran jadi tidak perlu kalian culik aku, berhenti tidak! aku harus menikah hari ini dengan om Jerami,” ucap Marsha.
“Cih … keluarga Tyaga memang sangat mata duitan, bisa-bisanya menikahkan putri satu-satunya di keluarga mereka dengan om-om,” ujar si penculik.
Marsha belum sadar jika dia sedang dalam bahaya, hingga malah merogoh kantung celana dan mengirimkan pesan ke Rey.
[ Rey mereka tetap membawaku ]
Tepat setelah pesan itu dikirim, si penculik merampas ponsel Marsha. Orang itu bahkan mendorong tubuhnya sampai terbentur sandaran kursi.
“Hei … kenapa kasar? Aku akan mengadukanmu ke Rey!” amuk Marsha.
“Dasar gadis bodoh, sudah dibilang kamu itu diculik!” bentak si penculik, sungguh rasanya dia ingin menangis, karena baru kali ini dia menemukan korban yang tidak percaya bahwa dirinya tengah diculik.
__ADS_1