Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 127 : Di Bawah Bantal


__ADS_3

Jeremy merebahkan kasur pelan-pelan. Ia dengan jahil sengaja menyembunyikan kutang Marsha di bawah bantal. Tak menyangka bahwa benda itu akan menjadi boomerang baginya nanti.


Pagi itu, Cantika datang bersama Nova. Masih sangat pagi karena semalaman tak bisa tidur nyenyak memikirkan kondisi cucunya. Cantika melihat Jeremy terlelap, dia pun membetulkan selimut pria itu, hingga matanya melihat sebuah benda aneh di bawah bantal Jeremy. Ia memanggil Nova yang juga sibuk membetulkan selimut Marsha.


"Coba kamu lihat apa ini?"


Nova mendekat, dia membungkuk untuk memastikan benda merah apa itu yang ada di bawah bantal menantu anaknya. Secara perlahan Nova menarik benda aneh itu, matanya membelalak lalu mendorongnya masuk lagi ke bawah bantal.


"Apa itu?" Tanya Cantika melihat Nova yang syok.


Nova menarik Cantika keluar dari kamar itu. Mereka duduk di kursi selasar dan Nova pun mengerjab lalu mengusap dada.


"Kenapa? Ada apa? Apa benda itu?" Cecar Cantika.


"Kutang."


"Hah? Apa? Kutang? Kutang siapa?"


"Marsha lah siapa lagi, ada bordiran nama Marsha di sana," kata Nova.


"Tunggu! Jeremy baru saja dioperasi mana mungkin langsung hohohehe?"


Cantika dan Nova saling pandang, belum juga jam tujuh pagi tapi pikiran mereka sudah berpetualang ke hal-hal berbau plus dua satu.


"Iya, tidak mungkin! Bagaimana bisa mereka tunggang-tunggangan di rumah sakit? Sangat tidak bermoral."

__ADS_1


Nova yakin dan menepis pikiran kotornya, tapi lagi-lagi dibuat bertanya-tanya karena penasaran bagaimana bisa ada kutang di bawah bantal.


"Mungkin Jeremy sedang menjelma menjadi Joko Korup, dia menahan kutang Marsha agar istrinya itu tidak pergi meninggalkannya," ucap Cantika yang menganggap pernyataannya lebih masuk akal.


"Ah... betul, Marsha memang tidak bisa tidur di sembarang tempat, dia akhirnya terpaksa tidur di sana dan Jeremy menyembunyikan kutangnya. "


Duo nenek-nenek itu masih sibuk berspekulasi, sedangkan Marsha sudah terjaga. Gadis itu melihat Jeremy yang masih terlelap, dia berdiri mencari penutup dadanya di sekitar ranjang tapi tidak ada. Marsha tak mau ambil pusing, dia bangkit mengambil minum lalu masuk ke kamar mandi.


Saat selesai dengan urusannya, Marsha kaget mendapati Cantika dan Nova sudah ada di kamar.


"Nenek, Omano! Pagi sekali ke sini," seloroh Marsha. Ia menuju ranjang kembali dan celingukan sibuk mencari kutangnya lagi.


Tak lama, Jeremy bangun. Ia meringis merasakan nyeri di perutnya dan Marsha pun dengan sigap mendekat. Ia tegakkan kursi suaminya lalu mengambil air minum.


"Kakak minum dulu, ini obat semalam belum kakak minum, tapi makan dulu ya. Ada roti, kakak mau?"


"Hati-hati ya!" Pesan Nova melihat Marsha memapah sang suami. Ke duanya masuk ke kamar mandi bersama.


Jeremy kikuk, begitu juga dengan Marsha. Pria itu nampak kesusahan menurunkan celana.


"Biar aku bantu, aku merem ya Om." Marsha menutup mata, dia perlahan menurunkan celana Jeremy. Beruntung semalam kateter yang dipasang sudah dilepas perawat.


Marsha memalingkan badan. Ia mengerjab dan malu dengan apa yang baru saja dia lakukan.


"Sya, sudah!"

__ADS_1


Jeremy agak malu mengatakan itu, tapi mau bagaimana lagi dia memang butuh bantuan. Marsha memejamkan mata lagi, susah payah dia menggunakan instingnya untuk membuat celana itu terpasang lagi.


"Bantu aku menggosok gigi sekalian," pinta Jeremy.


"Oke!"


Marsha menjadi penurut dan ini membuat Jeremy senang. Ia tak menyangka istrinya akan berubah setelah dia menyelamatkan nyawanya. Marsha menungguinya selesai menggosok gigi, gadis itu bahkan membantunya berkumur. Karena ada sedikit bekas pasta gigi di sudut bibir Jeremy, Marsha pun mengusapnya dengan ibu jari.


Jeremy mematung, dadanya terasa aneh mendapat perlakuan manis seperti itu. Marsha yang sadar sang suami menatap lekat pun langsung menurunkan tangan. Ia merasa canggung sebelum memindai wajah Jeremy dan mengajaknya keluar kamar.


"Terima kasih!"


"Om tidak perlu berterima kasih, aku berhutang budi, hal seperti ini bahkan tidak bisa membalas kebaikan yang sudah Om lakukan."


"Sya!"


"Iya!"


"Berhenti memanggilku Om, mulai sekarang aku ingin dipanggil kakak, baik di depanku dan di depan orang lain," pinta Jeremy.


Marsha mengangguk, setelah itu memapah kembali suaminya keluar. Mereka baru saja melewati pintu saat mendapati Rey memegang sebuah benda di tangan.


Cantika dan Nova berpura-pura berbincang, mereka malu karena Rey menemukan benda pribadi Marsha. Mereka tidak bisa menyembunyikan barang itu karena saat Rey datang tadi, mata pria itu langsung tertuju pada kutang berwarna merah di bawah bantal Jeremy.


"Astaga Kak Je, kenapa ada kutang di bawah bantal?" tanya Rey.

__ADS_1


Jeremy merasa sangat malu, dia mengedip kebingungan, begitu juga dengan Marsha yang pipinya seketika merona.


"Bagaimana bisa kutangku di bawah bantalmu?" Amuknya ke Jeremy.


__ADS_2