Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 140 : Kucing dan Ikan


__ADS_3

"Orang pacaran itu harus pegangan tangan, Sya."


Jeremy mengambil kesempatan untuk mengajari hal aneh-aneh ke istrinya. Mereka berbaring berhadapan dengan jemari tangan bertautan di antara wajah.


"Tidak usah kakak ajari aku juga sudah tahu, aku sudah sering melakukannya sama Andro."


Jeremy menyipitkan mata, sedangkan Marsha sengaja memainkan bola matanya untuk melirik ke kiri dan kanan. Ia sadar sudah membuat kesalahan dengan membawa-bawa nama pria lain di depan pacarnya.


"Tau 'kan aturan pacaran? Jangan mengingat masa lalu atau membahas pria atau wanita lain saat bersama," ucap Jeremy.


Marsha mengangguk paham, padahal dia ingin jujur ke Jeremy bahwa hubungannya dan Andro belum benar-benar putus, hanya menggantung seperti jemuran baju.


"Kakak nggak PHP kan? Ngajak aku pacaran tapi cuma buat bikin sakit hati?" Tanya Marsha yang masih tak bisa percaya. Ia mengaduh karena Jeremy membenturkan kening ke dahinya.


"Kak!"


"Berhenti berpikir macam-macam, percaya padaku! Kamu itu aku seriusin tahu." Jeremy mencubit pipi Marsha sebelum mencium punggung tangan gadis itu yang masih digenggam.


"Aishhh... Aku malu!"

__ADS_1


Marsha menyembunyikan wajahnya di bantal, dia gerakkan betisnya memukul-mukul ranjang karena salah tingkah dengan perlakuan manis Jeremy. Gadis itu tengkurap, menekuk lutut lalu menaikturunkan kakinya bergantian.


"Lusa, apa kita bisa berkencan? Karena kakak baru saja sehat, bagaimana kalau nonton film di bioskop, ada film romantis yang ingin aku lihat," ucap Marsha antusias.


"Boleh, apa perlu aku bookingkan satu studio hanya untuk kita?" tawar Jeremy.


"Ish... Kakak sombong sekali. Aku ingin berpacaran seperti orang-orang pada umumnya. Aku tidak ingin pacaran ala sosialita."


"Ya sudah, Sabtu kita pacaran ala rakyat biasa, aku hanya akan membawa uang lima ratus ribu di dompet, jadi jangan minta yang macam-macam nanti."


Selesai mengucapkan itu Jeremy melingkarkan tangan ke pinggang Marsha. Hingga meringsek dan mencium lengan sang istri.


Marsha merasa Jeremy begitu manja, dia membalik badan lalu menatap langit-langit kamar.


Jeremy menolak mentah-mentah dengan menggelengkan kepala. "Itu kencan pertama kita, ngapain juga ngajak mereka."


"Begitu ya." Marsha sebenarnya merasa aneh, dia melirik Jeremy yang sejak tadi terus memandanginya.


"Kakak kenapa sih? Kakak bener-bener bikin aku takut."

__ADS_1


Jeremy lagi-lagi tersenyum, dia sendiri juga heran kenapa setelah peristiwa penusukan itu terjadi, di menjadi sangat takut kehilangan Marsha.


"Kamu tahu? Aku takut sesuatu yang buruk terjadi padamu hari itu, bagaimana kalau aku pergi meninggalkanmu dengan rasa penyesalan yang dalam. Kamu pasti akan menangis seharian dan tak mau keluar kamar," ulas Jeremy.


"Aku juga takut, aku takut tidak akan bisa mendengar suara kakak lagi."


Marsha menoleh, matanya memindai pahatan wajah Jeremy sebelum berhenti di bibir pria itu.


Perlahan Marsha mendekatkan wajah, di sentuhkan bibirnya ke bibir Jeremy sekilas.


"Halal 'kan?" Tanyanya.


"Halal, bahkan kalau kamu menginginkan lebih dari itu juga boleh," goda Jeremy.


Marsha jelas tahu apa yang dimaksud suaminya, tapi memilih untuk menolak untuk saat ini.


"Sampai aku bisa merasakan ketulusan dari kakak, aku tidak akan mau melakukan itu," kata Marsha penuh ketegasan.


"Tapi Sya, aku itu kucing kamu ikan asin, kalau dekat terus, jujur aku tidak tahan juga."

__ADS_1


Marsha menegakkan badan, di terlihat marah bahkan memukul kaki Jeremy.


"Kak Je, masa aku disamain sama ikan asin?"


__ADS_2