
Semua orang bertepuk tangan setelah Kimi memotong pita yang menjadi simbol bahwa gedung baru rumah sakitnya resmi bisa digunakan. Mereka mengelu-elukan kebaikan hati Kimi. Karena saat memberikan sambutan tadi, wanita itu menjelaskan bahwa rumah sakitnya akan membantu pengobatan pasien yang tidak mampu secara gratis.
Acara puncak malam itu pun usai, kini mereka melakukan ramahtamah dan bincang-bincang ringan dengan tamu yang datang. Meski sama-sama pengusaha, Jeremy sedikit rendah diri saat berdiri bersisian dengan putra-putra Nova yang tak lain adalah paman dari calon istrinya. Si Sulung – Nicholas Sebastian adalah pemilik sebuah stasiun TV ternama, bisnisnya dibidang entertain juga tak bisa dibilang main-main. Putra ke dua Nova – Daniel Tyaga yang sangat menyayangi Marsha terkenal bertangan dingin, mantan casanova yang akhirnya takluk ke seorang artis terkenal bernama Ghea itu beberapa kali terlihat memeluk sang keponakan yang manja. Sedangkan putra ke tiga Nova adalah calon mertua Jeremy sendiri – Richard Tyaga.
Jeremy pun menenggak minuman di tangan dengan cepat, dia merasa seperti tercekat. Otaknya tiba-tiba saja memberi sinyal waspada, dia membayangkan hal buruk apa yang kemungkinan bisa terjadi padanya jika sampai menceraikan Marsha tak kurang dari satu tahun. Apa lagi jika mereka tahu pernikahan itu hanya sandiwara dan dia hanya memanfaatkan satu-satunya putri dari klan Tyaga. Ya, meski paman Marsha yang bernama Nic mempunyai anak perempuan, tapi semua orang tahu bahwa anak itu hanya anak angkat. Jangankan anak itu, Marsha yang cucu kandungnya sendiri pun kadang tidak dianggap oleh Nova- sang nenek, wanita itu sangat sayang ke putra tertua Daniel yang bernama Sean.
“Kak, ini enak mau coba tidak?”
Lamunan Jeremy bubar, dia menoleh Marsha dan yakin bahwa gadis itu memang ahli bermain sandiwara. Ia tahu kalau Kimi melarang sang putri memanggilnya ‘Om’. Jadi bisa disimpulkan jika sudah memakai kata ‘kak’ artinya Marsha sedang dalam mode akting yang luar binasa, tingkatannya diatas luar biasa.
“Sini aku cicip,” ucap Jeremy menanggapi tawaran Marsha, tangannya hendak mengambil alih garpu yang sedang Marsha pegang. Namun, gadis itu menjauhkannya.
__ADS_1
“Aku suapin ya!”
Sontak Jeremy terkejut bukan kepalang, pipinya bersemu merah menahan malu yang luar biasa. Jelas bukan karena dia terpesona dengan perlakuan sang calon istri, melainkan karena semua keluarga memandang ke arahnya. Richie bahkan geleng-geleng, sedangkan Daniel sudah berseloroh bahwa sang keponakan sungguh tipikal cewek budak cinta.
“Buka donk mulutnya!” goda Marsha lagi, dia tersenyum sangat tulus sampai semua orang tidak ada yang sadar bahwa dia hanya berpura-pura.
Mau tak mau Jeremy akhirnya melakukan apa yang Marsha minta, dia tutup mulutnya dengan tangan karena kue yang disuapkan Marsha potongannya sangat besar. Jeremy yakin gadis itu memang sengaja berniat membuatnya salah tingkah.
Marsha tertawa, dia bahkan memasukkan garpu yang dia pakai untuk menyuapi Jeremy ke dalam mulut, dia bahkan sengaja menjilaatnya dan membuat Jeremy sampai tersedak saat menelan.
“Pelan-pelan kak!”
__ADS_1
Ingin rasanya Marsha terbahak, tapi dia sadar sedang berada di mana dan bersama siapa. Ia pun dengan cekatan berniat membukakan sebotol air mineral, tapi sayang tutupnya tak mau terbuka, hingga Richie lebih dulu menyodorkan air ke Jeremy.
“Oh … ya Je, bagaimana kabar adikmu. Bukankah dia seharusnya sudah lulus?” tanya Richie.
“Rey? dia akan kembali sekitar satu bulan lagi,” jawab Cantika. “Anak itu sungguh mandiri, kami bahkan dilarang repot-repot menyusulnya, dia bilang untuk foto keluarga bisa melakukannya di Indonesia, terlebih dia ingin sekali bertemu dengan Marsha – calon istri kakaknya.”
_
_
_
__ADS_1
Welcome Home Rey – calon pebinorku wkwkwkk 🤣🤣🤣