Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 104 : Menawarkan Perselingkuhan


__ADS_3

Hari keberangkatan Jeremy dan Marsha ke Bali pun tiba, sebagai pengusaha yang memiliki sebuah maskapai penerbangan sudah tentu Jeremy tidak perlu repot memikirkan armada. Bersama Peter mereka menikmati perjalanan dari jet pribadi yang dimiliki perusahaan Jeremy.


Marsha nampak bahagia, gadis itu memilih duduk berhadapan dengan Peter dan meninggalkan Jeremy di kursi seberang mereka.


“Apa kamu tidak mau duduk di sana?” tanya Peter yang heran dengan tingkah Marsha. Ia sudah biasa bicara tak formal, bahkan dengan Jeremy pun sama, hanya jika di luar konteks pekerjaan.


“Tidak, aku mau duduk di sini biarkan saja dia sibuk mengurus pekerjaannya.”


Tepat setelah menjawab pertanyaan Peter, Marsha menoleh ke Jeremy, suaminya itu membuang muka menatap ke luar jendela, sepertinya Jeremy masih memikirkan tentang ucapan Mia yang tak sengaja didengarnya.


“Kak Pet,” panggil Marsha manja ke Peter. Dia tumpukan siku dan telapak tangan menopang dagu. “Apa orang yang akan menjalin kesepakatan bisnis dengan my cutie hubby benar-benar orang penting?”


“Cih … “


Marsha dan Peter seketika menoleh, ke duanya melihat Jeremy tergelak, ternyata diam-diam pria itu mendengarkan perbincangan yang mereka lakukan.

__ADS_1


“Kenapa?” bentak Marsha.


“My cutie hubby, bagaimana bisa kamu menyebutku dengan panggilan menjijikan seperti itu?” sinis Jeremy.


Peter yang sedang menyantap sepotong cake red velvet pun mendelik, kue yang baru saja ditelannya itu terasa terjebak di tenggorokan. Ia memalingkan muka dan menenggak air mineral dengan buru-buru. Peter tak menyangka, Jeremy akan segamblang ini menunjukkan padanya bahwa hubungannya dan Marsha tak seharmonis dan romantis seperti yang orang lain pikirkan.


“Lalu apa aku harus memanggilmu paman? Bocah tua nakal? Bujang lapuk?”


“Brttt ….”


“Dia sudah menikah denganmu, jadi dia bukan bujang lagi,” ujarnya. “Bujang lapuk itu aku,” imbuh Peter berusaha membela Jeremy dengan menjelekkan dirinya sendiri.


“No, bagiku kak Pet itu belum lapuk, wajah kak Pet begitu tampan, dada kak Pet sangat bidang, lengan kakak atletis, lebih baik bekerjalah menjadi model dari pada bekerja dengan orang itu,” cerocos Marsha.


Jeremy menatap tajam ke arah sekretarisnya karena ucapan Marsha, dia memindai penampilan Peter dan menelisik semua bagian tubuh Peter yang diucapkan Marsha tadi.

__ADS_1


“Jangan begitu! pak Jeremy juga masih muda. Lihat! dia sangat tampan dan rupawan, semua wanita pasti ingin memiliki kekasih atau suami seperti dirinya,” ucap Peter yang lagi-lagi membela.


Jeremy tersenyum, dia senang karena Peter sepertinya bisa membungkam mulut Marsha. Namun, kenyataannya salah, istrinya itu menjawab lagi.


“Semua wanita? Kecuali aku, jika tidak terpaksa aku juga tidak akan mau menikah dengannya, lebih baik aku menikahimu saja,” ucap Marsha.


Peter pun merasa tak enak hati, dia membuang muka karena Marsha malah senyum-senyum menatap wajahnya. Gadis itu benar-benar lihai membuat orang salah tingkah.


“Kak Pet, Mau tidak selingkuh denganku?”


“Brtttt …. “


Peter lagi-lagi menyemburkan air minum yang baru saja dia tuang ke dalam mulut, sementara Marsha dengan santainya menoleh Jeremy yang sudah melotot padanya dengan gigi saling beradu, tak lama suaminya itu komat-kamit.


“Bukankah kamu masih berhubungan dengan cowok mata duitan itu?” tanya Jeremy, dia tak peduli ada Peter di sana, lagi pula sekretarisnya itu juga tahu bagaimana hubungannya dan Marsha.

__ADS_1


“Kalau iya memang kenapa? pernah dengar tidak? kalau bisa dua kenapa harus satu,” jawab Marsha. “Bagaimana Kak Pet, mau tidak jadi selingkuhan istri CEO mu?” imbuhnya.


__ADS_2