Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 168 : Kondisi Marsha


__ADS_3

Jeremy membawa Marsha ke rumah sakit setelah mendapatkan konfirmasi pendaftaran. Sesampainya di sana, mereka langsung menuju ke klinik eksekutif untuk melakukan pemeriksaan.


“Semua pasti akan baik-baik saja,” ucap Jeremy karena melihat Marsha agak cemas. Dia mencoba tenang agar istrinya itu tidak takut.


Marsha pun langsung diperiksa, perawat membantu mengecek tekanan darah sebelum dokter mengecek kondisi lainnya.


“Tekanan darahnya lumayan tinggi,” ucap dokter saat perawat selesai mengecek tekanan darah Marsha.


Dokter lantas memeriksa keseluruhan kondisi tubuh Marsha, termasuk janin di dalam kandungan.


“Kondisi janinnya baik, hanya saja tekanan darah terlalu tinggi. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, saya menyarankan agar melakukan beberapa tes untuk memastikan. Serta Ibu bisa menginap untuk sementara waktu guna observasi lebih lanjut,” ujar dokter menjelaskan.


Jeremy langsung menoleh Marsha yang masih berbaring di ranjang, terlihat jelas guratan kecemasan di wajah pria itu.


“Baik, Dok. Saya mengerti,” ucap Jeremy.


“Hanya tes biasa, kamu jangan cemas,” ucap Jeremy ke Marsha agar tidak panik.


Marsha hanya mengangguk menuruti keputusan dokter dan Jeremy karena dia sendiri merasa kepalanya pusing hingga terasa berputar. Jeremy pun memesan kamar sambil menunggu hasil tes keluar, agar Marsha bisa beristirahat dengan baik.


***


Sementara itu Kimi masih menangani pasien seperti biasa, hingga salah satu perawat menemuinya untuk meminta tanda tangan dan menyampaikan perihal Marsha yang pergi ke klinik kandungan.


“Apa dia terlihat baik-baik saja?” tanya Kimi cemas.

__ADS_1


“Menantu Anda memesan kamar, Dok. Mungkin ada hal serius yang terjadi,” jawab perawat menerangkan apa yang diketahuinya.


Kimi pun memilih menemui dokter kandungan yang menangani Marsha untuk mengetahui pasti kondisi putrinya, sebelum menemui Marsha di ruang inap.


“Apa ada masalah dengan kandungan Marsha?” tanya Kimi saat bertemu dengan dokter kandungan.


“Saya belum bisa memastikan dengan jelas, Dok. Hanya saja untuk berjaga-jaga dari sesuatu yang tidak diinginkan, saya sudah meminta untuk dilakukan tes menyeluruh. Kemungkinan terburuk akan kondisi putri Anda, dia mengalami preeklamsia.”


Kimi sangat terkejut mendengar penjelasan dokter, meski itu hanya perkiraan, tapi sudah cukup membuat Kimi cemas dan panik. Bahkan tangan dan kakinya kini terlihat gemetar.


“Apa bisa kamu menghubungi bagian laborat dan meminta hasil pemeriksaan Marsha secepat mungkin?” tanya Kimi yang panik.


“Dokter Kim, Anda jangan terlalu panik, ini hanya perkiraan saya saja dan belum pasti benar. Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk memantau dan merawat putri Anda,” ujar dokter itu untuk menenangkan Kimi.


***


Di kamar itu, ternyata Jeremy dan Marsha sedang bercanda. Mereka sedang menonton video lucu di ponsel Marsha, bahkan terdengar suara tawa renyah Marsha melihat video itu.


“Kak Je, wajahnya sepertimu, datar dan kaku,” ledek Marsha membandingkan tokoh pria yang ada di video dengan suaminya.


“Hem … cocokkan mereka berpasangan? Wanitanya kayak kamu. Gila dan kalau ngomong suka nggak terkontrol,” balas Jeremy tidak mau kalah.


“Ish … mana mungkin, aku ‘kan lemah lembut dan sopan,” sangkal Marsha.


“Apanya yang lemah lembut, ha ….” Jeremy mencubit hidung Marsha karena gemas.

__ADS_1


Kimi senang melihat Marsha bisa tertawa, tapi juga kembali sedih ketika mengingat ucapan dokter kandungan yang bertanggungjawab ke putrinya. Dia pun memilih masuk dan mendekat ke ranjang Marsha.


“Mi.” Marsha cukup terkejut saat melihat kedatangan Kimi.


Jeremy yang awalnya duduk di samping Marsha buru-buru berdiri ketika melihat Kimi.


“Bagaimana kondisimu?” tanya Kimi ke Marsha, meski sudah memaksakan senyum, tapi tetap saja gurat kekhawatiran masih terlihat jelas di wajahnya.


“Masih agak pusing,” jawab Marsha.


Kimi kembali mengulas senyum sebelum berkata, “Istirahatlah yang cukup, jangan banyak pikiran juga.”


Jeremy melihat gelagat aneh dari Kimi, terlebih senyum Kimi yang terlihat begitu dipaksakan.


“Mi, apa ada masalah?” tanya Jeremy.


Kimi menoleh Jeremy, lantas mencoba kembali tersenyum.


“Tidak ada, kamu jangan berpikiran berlebih. Aku ke sini karena mendengar kalau Marsha periksa dan memesan kamar inap, jadi aku pikir untuk melihat kondisinya sebelum kembali bekerja. Karena melihat Marsha baik-baik saja, tampaknya aku bisa kembali bekerja dengan tenang,” jawab Kimi panjang lebar. Ia belum jujur ke Jeremy dan Marsha soal kemungkinan hasil tes urine Marsha. Dia hanya tidak ingin membuat keduanya semakin cemas.


Jeremy pun tidak banyak bertanya saat Kimi pamit pergi dan berkata jika harus kembali bekerja.


Namun, Kimi ternyata kembali ke ruang kerjanya. Dia tidak bisa bekerja dengan tenang sampai tes Marsha keluar. Beberapa saat Kimi termenung, hingga ponselnya berdering dan nama dokter kandungan terpampang di layar.


“Halo.” Kimi buru-buru menjawab.

__ADS_1


“Dokter Kim, hasil tes putri anda sudah keluar.”


Kimi mengepalkan tangan mendengar dokter kandungan Marsha berbicara, hingga raut wajahnya berubah panik dan ketakutan saat mendengar penjelasan dokter itu


__ADS_2