Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 112 : Pesta Untuk Linda


__ADS_3

Jeremy tak mampu menjawab, pertanyaan Marsha seperti mengorek sebuah luka. Meski belum memutuskan hubungan dengan wanita itu, tapi Jeremy sudah sedikit menjauh dari Mia. Apa yang dia dengar dari lisan kekasihnya itu sangat membuatnya kecewa, tapi yang membuat heran Jeremy semenjak itu Mia juga tidak pernah menghubunginya. Wanita itu seperti tahu bahwa dia menjaga jarak.


“Dia sudah sering mendapat barang mewah dariku, jadi tidak perlu,” jawab Jeremy singkat setelah itu meninggalkan Marsha masuk ke dalam.


Marsha sendiri hanya mengedikkan bahu, dia belum tahu apa yang terjadi antara pria itu dan Mia. Marsha sendiri sejatinya sama, dia juga tidak minat mencari oleh-oleh atau barang untuk Andro. Ia hanya ingin membelikan sesuatu untuk Zie nanti.


Sementara itu di waktu yang sama, orang yang sedang menjadi topik perbincangan Marsha dan Jeremy tengah duduk bersama Kimi di kantin rumah sakit. Kimi baru saja bercerita bahwa beberapa hari tak mendengar celotehan putrinya, dia merasa sangat rindu.


Mia tersenyum menanggapi, tangannya mengusap gelas kopi yang sudah tinggal satu kali teguk. Sebenanrnya hari itu dia sengaja berpura-pura menelepon seseorang dan berkata memanfaatkan Jeremy. Alasannya satu, dia tidak ingin menjadi perusak rumah tangga orang. Mia tahu bahwa lama-kelamaan cinta pasti akan tumbuh di antara Marsha dan Jeremy, sehingga dia memilih untuk menjauhkan diri dari hubungan dua mahkluk itu.


Bagi Mia, menghindar saja tidak akan bisa membuat Jeremy pergi, jadi dia sengaja menyakiti hati pria itu. Lagi pula Kimi orang baik, dokter pemilik rumah sakit tempatnya bekerja itu menawarkan bantuan beasiswa untuk program spesialis ke Mia. Seperti saat ini, Kimi kembali membahasnya.


“Kenapa dokter sangat baik? Saya sudah merasa sangat beruntung diterima bekerja di sini, apa lagi harus menerima bantuan beasiswa spesialis,” ujar Mia.

__ADS_1


“Aku melihat dirimu sangat berpotensi, cerdas, cekatan dan bisa diandalkan. Dokter sepertimu sangat dibutuhkan di negara ini, terutama di rumah sakitku,” jawab Kimi. “Aku tidak memberikan bantuan itu secara cuma-cuma Mia,” imbuh mertua Jeremy itu dengan senyuman menggoda, lalu menyesap kopinya.


Mia tersenyum, dia memandangi ponsel miliknya di atas meja. Jeremy sama sekali tidak menghubungi semenjak peristiwa hari itu. Mia yakin, Jeremy pasti sudah sangat kecewa.


_


_


“Kak Pet, kenapa kamu mau bekerja dengan Om Jeremy, bukankah dia menyebalkan? Lihat! dia bahkan tidak mau membantu menyiapkan acara ini,” ucap Marsha. “Padahal ini juga demi perusahaannya, jika aku tidak memikirkan karyawan yang menggantungkan hidup padanya, aku juga ogah capek-capek.”


Peter tak menjawab, pria itu sibuk menaburkan bunga ke lantai yang sudah dialasi karpet berwarna merah.


“Aku merasa seperti ibu negara yang ikut memikirkan rakyat suamiku, astaga! ternyata aku berhati mulia juga,” ucap Marsha. Memuji dirinya sendiri tanpa rasa malu.

__ADS_1


Peter yang lelah tak bersuara, setelah menyiapkan semua ini dia berniat mandi dan berpelukan dengan guling di kamarnya. Ia sudah lelah, bagi Peter ini bukan liburan tapi kuburan.


“Ah … kemana sih dia, apa dia tenggelam di bathtub,” gerutu Marsha. Ia kesal karena Jeremy tak bergegas membantu. Saat dia dan Peter masih sibuk membuat tempat itu sempurna, tiba-tiba saja suara Linda terdengar dan membuat keduanya berjengket.


“Ada acara apa ini?”


_


_


_


Scroll ke bawah 👇

__ADS_1


__ADS_2