Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 74 : Masih Tak Sadar


__ADS_3

“Terserah lah apa yang mau kamu katakan! Jangan salahkan aku kalau Rey tidak akan membayar kalian nanti.”


Marsha membuang muka, tapi seketika ingat ponselnya dan ingin merampas benda pipih itu dari si penculik.


“Berikan ponselku!”


“Tidak! bagaimana aku harus membuatmu sadar kalau kamu itu memang diculik, astaga gadis ini benar-benar.” Bukannya korban yang takut, tapi kali ini si penculik yang frustrasi. Marsha bahkan memajukan bibir. Ia lalu merapat ke pintu mobil dan berkata terserah.


“Mungkin ini jalan takdirku, tidak jadi menikah dengan uncle Jerami,” gumamnya dalam hati.


Sementara itu, Rey baru saja selesai mandi. Tak perlu dijelaskan juga kenapa dia lama berada di dalam sana. Panggilan alam siapa yang bisa mencegahnya, apa lagi jika semalam baru saja makan ayam mutilasi level lima.


Rey dengan santai mengeringkan rambut dengan handuk yang melingkar di leher, dia melihat beberapa panggilan tak terjawab dari Marsha. Keningnya mengkerut hingga kaget membaca pesan yang dikirimkan gadis itu padanya.


“Tunggu, kenapa dia berubah pikiran?” gumam Rey. Ia pun mencoba menghubungi ponsel Marsha tapi tidak tersambung. Hingga pikiran buruk tiba-tiba melintas. Pria itu menghubungi orang suruhannya, dan ternyata orang itu masih dalam perjalanan dan belum sampai ke rumah Richard Tyaga.

__ADS_1


“Sial! apa yang terjadi?” Rey gusar. Ia mematikan ponsel dan mencoba menghubungi Richie.


_


_


“Ke mana anak itu, kenapa lama sekali. Memang dia tadi berkata apa saat keluar?” tanya Kimi ke MUA yang mendandani sang putri.


“Mau menemui temannya,” jawab MUA itu apa adanya.


Kimi pun turun ke bawah, dia mencari Marsha di halaman tapi batang hidung putrinya itu belum terlihat. Hingga, Richie berteriak memanggil namanya sambil berlari menuruni anak tangga.


“Rey menelepon, dia berkata bahwa Marsha memintanya untuk membantu kabur hari ini, tapi orang yang akan membantunya kabur belum sampai ke rumah, dan sekarang Marsha tidak bisa dihubungi.”


Kimi malah memundurkan kepala, dia bingung dengan cerita suaminya. Ia bahkan menggeleng berpikir Richie sedang berhalusinasi. “Apa maksudmu, Marsha izin turun ke MUAnya untuk bertemu temannya.”

__ADS_1


“Hish …. “ Richie berlari menuju gerbang disusul Kimi yang seketika merasa hal yang buruk mungkin saja terjadi.


“Mana? dia tidak ada, dia benar-benar hilang. Marsha mungkin diculik,” kata Richie.


“Apa? diculik?” Kimi syok bukan kepalang, dia bahkan limbung ke belakang, beruntung sang suami menahan punggungnya. “Kasihan sekali penculik yang menculiknya,” gumamnya.


_


_


“Om … apa maksudnya ini? aku diculik? Om disuruh siapa? dibayar berapa? Berapa uang tebusan yang Om minta ke papiku nanti?” Marsha duduk bersama ketiga penculiknya. Ia dibawa ke sebuah gudang kosong jauh dari kota.


Namun, bukannya diikat atau dibekap mulutnya, penculik-penculik itu memilih membiarkan Marsha bertingkah semuanya, gadis itu sejak tadi bercerita tentang karma, uang haram, dan bahkan menyedihkan jika anak-anak mereka diberi makan dari hal yang tidak benar. Marsha menjadi pendakwah dadakan, meski cerewet tapi penculik itu tidak menganggapnya sebagai ancaman. Ia bahkan meminta sarapan bubur ayam.


“Dari pada menjadi penculik, kenapa om-om sekalian tidak meminta pekerjaan halal ke papiku, bagaimana kalau menjadi bodyguardku?”

__ADS_1


Ketiga penculik itu saling pandang, hingga sebuah panggilan masuk ke salah seorang penculik dari Mr. NT.


[ Bunuh saja gadis itu, ikat dia di dalam dan bakar gudangnya ]


__ADS_2