
"Sya!"
Jeremy memanggil nama Marsha tanpa suara. Matanya yang sudah terbuka melihat dengan jelas bagaimana wajah istrinya yang sedih.
Marsha yang melihat Jeremy sadar langsung bangun hingga genggaman tangan pria itu terlepas. Ia buru-buru memanggil perawat dan kebetulan Kimi masih berada di luar bersama Richie.
"Mi, kak Je sadar."
Kimi dan Richie saling pandang, hingga dia bergegas masuk setelah meminta sang suami memanggil perawat dan dokter yang bertanggungjawab terhadap menantunya.
Marsha berdiri mematung di dekat pintu saat Jeremy diperiksa. Pandangannya terus tertuju kepada pria yang baru saja lolos dari maut itu. Marsha bersyukur, dia lega saat dokter berkata Jeremy hanya perlu melewati masa pemulihan.
"Mami tinggal dulu!" Bisik Kimi ke telinga Marsha. Dia keluar sambil bertanya beberapa hal ke dokter yang merawat sang menantu.
Marsha masih mematung di tempatnya. Ia diam dan hanya memandangi Jeremy yang juga tak bergerak. Pria itu menatap langit-langit kamar perawatan. Mungkin dia sedang bersyukur tidak mati di tangan orang jahat.
Memberanikan diri mendekat, Marsha kembali duduk di samping Jeremy. Gadis itu memindai wajah suaminya lalu membetulkan selimut yang membalut tubuh pria itu.
"Om butuh apa? Om mau apa? Bilang saja ke aku," ucap Marsha. Dia menjadi sangat manis, sampai membuat Jeremy tersenyum sendiri.
"Aku haus, Sya!"
"Tunggu! Aku tanya mami dulu. Om boleh minum nggak."
__ADS_1
Marsha berdiri, tapi pergelangan tangannya lebih dulu dicekal oleh Jeremy.
"Boleh. Tadi dokter bilang aku boleh makan. Kamu pasti tidak mendengarkan. Kamu tidak perhatian," ujar Jeremy.
"Siapa yang tidak perhatian? Aku bahkan tidak sedetikpun beranjak dari sini setelah Om dipindah," amuk Marsha. Dia merasa tidak terima dengan apa yang baru saja dikatakan sang suami.
Jeremy semakin menarik sudut bibir. Hingga memejamkan mata sejenak karena merasakan sedikit nyeri di bagian perut.
"Om kenapa?" Tanya Marsha mulai panik lagi.
"Aku haus Marsha. Aku mau minum," ulang Jeremy.
"Aku mau tanya mami dulu, aku tidak mau sembarangan Om." Marsha melepas cekalan tangan Jeremy dengan lembut. "Aku cuma sebentar, oke!" Imbuhnya.
_
_
Beberapa jam kemudian, Jeremy dipindah ke ruang perawatan VVIP. Dia mulai belajar duduk, seperti apa yang disarankan oleh dokter.
Kebetulan Cantika dan Rey sudah kembali ke sana. Keduanya bersyukur melihat Jeremy sudah bangun dan bisa bercanda, meski wajahnya masih sedikit pucat.
"Jangan kencang-kencang bicaranya, Nek! dia baru tidur."
__ADS_1
Jeremy melarang Cantika ribut sambil menoleh Marsha yang tidur di ranjang kusus penunggu pasien. Gadis itu benar-benar tak mau pulang, sampai Kimi harus membawakan baju ganti dan perlengkapan milik Marsha.
Rey yang menyaksikan bagaimana Marsha takut kehilangan kakaknya pun paham. Ia menatap Jeremy yang masih memandangi sang kakak ipar
"Rey, betulkan selimut Marsha! dan naikkan suhu AC-nya," pinta Jeremy.
Tak menunggu lama, Rey bergegas melakukan apa yang sang kakak minta. Dia mendekat dan menyelimuti Marsha lalu menaikkan suhu pendingin ruangan.
"Malam ini, tidak perlu menungguiku di sini. Kalian pulang saja. Aku tidak mau kalau nenek sampai sakit."
Jeremy seperti melarang Cantika dan Rey berada di sana. Dua orang itu pun paham, mungkin yang Jeremy butuhkan hanya kehadiran Marsha.
Beberapa jam kemudian, raung perawatan Jeremy sudah sepi. Hanya tinggal dirinya dan Marsha yang sangat kelelahan sampai tertidur pulas. Jeremy masih duduk dengan posisi ranjang setengah ditegakkan. Bibirnya tak berhenti menipis melihat istri yang tiga belas tahun lebih muda darinya itu meringkuk seperti anak kucing kedinginan.
Jeremy bingung dengan apa yang dia rasa. Ia takut terjadi sesuatu yang buruk pada Marsha di kafe itu. Lalu sekarang, dia bahagia melihat sang istri tertidur pulas setelah mencemaskan kondisinya.
"Lihat gadis nakal itu! dia sampai seperti orang yang sudah tidak tidur tujuh hari tujuh malam," gerutu Jeremy.
Namun, tak dia sangka. Marsha tiba-tiba saja bangkit. Jeremy kaget bahkan melotot. Mata istrinya itu nampak terpejam tapi sudah dalam posisi duduk. Tangan Marsha bergerak gesit masuk ke dalam kausnya sendiri. Gadis itu melepas bra lalu melemparnya tepat mendarat di paha Jeremy.
"Bocah ini!"
Jeremy kaget setengah mati, karena setelah melakukan itu Marsha kembali merebahkan badan dan tidur.
__ADS_1
"Lihat siapa yang akan kebingungan mencari kutang besok pagi," ucap Jeremy.