Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 25 : Kuy Nikah!


__ADS_3

Jeremy masuk ke dalam kafe dengan sedikit terburu-buru. Ia menggosok telinganya karena sejak tadi Marsha terus saja mengoceh seperti beo. Jeremy meninggalkan gadis itu tanpa tahu kalau Marsha memilih berdiri di parkiran lebih dulu untuk menunggu Andro datang.


“Kamu sendirian?” Mia menatap bingung saat melihat sang kekasih berjalan menuju mejanya seorang diri. Jeremy menoleh, dia memutar badannya ke belakang dan tak mendapati Marsha di dekatnya.


“Ah … kemana bocah itu,” gerutu Jeremy. Ia meminta Mia menunggu dan hendak menuju ke parkiran lagi, tapi urung karena Marsha sudah lebih dulu masuk bersama seorang pemuda yang dia tahu adalah Andro. Muka Jeremy berubah sedikit masam, dia jijik melihat Marsha menggandeng tangan Andro mesra. “Gaya pacarana anak zaman sekarang sungguh mengkhawatirkan,” gumamnya.


Mereka pun duduk di kursi yang sudah dipesan oleh Mia. Marsha bersebelahan dengan Andro sedangkan Jeremy dan Mia berada di seberang mereka. Nampak jelas perbedaan gaya pacaran sepasang kekasih dengan usia yang jauh berbeda itu. Jeremy dan Mia sudah memutuskan ingin makan dan minum apa, tapi Marsha dan Andro sejak tadi masih berdebat.


“Ah … ini tidak enak sayang, ini saja ya.” Marsha merajuk, di mata Jeremy bukannya terlihat imut tapi amit-amit.


“Ya sudah ini saja ya, kita samakan,” ucap Andro kemudian memanggil pelayan dan memberitahu pesanan mereka.


“Jika sama kenapa tidak sejak tadi saja, buang-buang waktu,” ketus Jeremy. Ia membuang muka dan menoleh saat Mia menyenggol lengannya. Pria tiga puluh tiga tahun itu membuang napas kasar dari mulut, dia menegakkan punggung lantas memulai perbincangan serius - yang dia pikir akan menentukan bagaimana nasip hubungan mereka ke depan.


“Kenapa buru-buru sih Om, kenalan dulu ‘kan bisa.” Marsha mematahkan keinginan Jeremy untuk mulai berbicara serius, gadis itu mengulurkan tangan ke Mia dan tersenyum lebar.

__ADS_1


“Aku Marsha, senang bisa bertemu dengan pacar calon suamiku,” ucapnya tanpa beban. “Dan kenalkan ini Andro, pacarku!”


Seperti anak kecil yang senang bisa bertemu dengan temannya, Marsha pun tertawa-tawa, dia memegang lengan Andro dan merapatkan badan. Sungguh kelakuan putri tunggal Richie itu sangat mencengangkan. Jeremy lagi-lagi berpikir bahwa dia benar-benar akan mengambil alih beban, masalah, dan pengacau di keluarga Tyaga.


“Sudah perkenalannya, kami tidak bisa basa-basi Marsha,” ujar Jeremy dengan mimik wajah yang dibuat tegas.


Namun, bukannya takut, Marsha malah mencebikkan bibir. Untuk beberapa detik, gadis itu terlibat adu pandang dengan Andro.


“Begitulah dia, kamu pikir aku akan bertahan berapa lama menikah dengan pria tua seperti dia.” Marsha mengatakan itu ke Andro, tapi tetap saja nada sindirannya menghujam sampai ke dada Jeremy.


Bukannya takut, Marsha malah tertawa. Pundaknya mengedik lalu menyambar minuman yang baru saja diletakkan pelayan di atas meja. Gadis itu merasa tidak perlu menghormati Jeremy secara berlebihan. Baginya pria itu hanya biang masalah. Marsha juga tidak akan pernah menganggap Jeremy suami, di dalam otaknya itu sebaik-baiknya posisi Jeremy adalah kakak baginya, dan sejelek-jeleknya posisi pria itu adalah musuh yang patut dibasmi.


“Apa kita bisa serius?” Mia angkat bicara, meski dia sungkan dan takut jika Marsha mengadu pada Kimi bahwa dia adalah kekasih Jeremy.


Mereka akhirnya berbicara dengan serius, dari mulai berdebat meminta Jeremy dan Marsha jujur saja ke keluarga, bahwa mereka sudah memiliki kekasih masing-masing, sampai berniat membuat perjanjian untuk menyembunyikan hubungan mereka ini dari orang lain.

__ADS_1


“Untuk membuang sial. Ya, aku menikahi Marsha karena alasan itu,” ucap Jeremy. Ia tanpa sungkan menceritakan beberapa kesialannya ke Mia, Andro juga Marsha. “Semua kesialan itu datang bertubi-tubi setelah nenek memberitahuku,” imbuhnya.


“Jadi Om hanya ingin menjadikanku jimat buang sial gitu? Astaga … “ Marsha berlagak seolah tak percaya, tapi setelah itu dia mengepalkan ke dua tangan ke depan sampai membuat Mia yang duduk tepat di depannya kaget.


“Kalau begitu, aku adalah jimat paling mahal di dunia karena setiap bulan Om akan memberiku …. "


Marsha menjeda lisan, dia mengacungkan kelima jari kanannya lalu menekuk ibu jari, setelah itu dia menggerak-gerakan keempat jarinya yang masih terbuka sebagai kode nominal yang akan diberikan Jeremy untuk jatah bulanannya sebagai istri nanti.


“Kuy lah nikah!”


_


_


_

__ADS_1


bersambung dulu ya 🥰


__ADS_2