Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 151 : Mencari Pahala


__ADS_3

Jeremy tersipu malu mendengar pernyataan cinta dari Marsha. Ia kecup lembut bibir istrinya lantas mengangkat tubuh Marsha yang polos tanpa busana. Marsha kaget, tapi secara impulsif dia melingkarkan tangannya karena takut terjatuh.


“Kak!”


Marsha tersenyum malu-malu, dia tahu bahwa Jeremy belum puas bercinta dengannya. Pria itu menurunkan tubuhnya setelah masuk ke kamar mandi, setelah itu menyudutkan dirinya ke tembok yang dingin lalu mencium bibir lagi. Marsha sedikit kuwalahan, tapi dia juga kembali terbakar hasrat untuk bercinta kembali. Jeremy mencekal pergelangan tangan kirinya, membawa jemarinya untuk mengusap mahkluk purba di bawah sana. Dengan bibir yang masih saling bertaut, Marsha membelai dan meremas. Dia menggigit kecil bibir sang suami.


Jeremy pun kembali tegang, dia membalik tubuh Marsha lalu menekan sedikit punggung gadis itu ke bawah. Ia meraih betis kanan Marsha dan membuat telapak kaki istrinya itu bertumpu pada closet, tanpa aba-aba Jeremy menumbukkan keperkasaannya.


Marsha kaget, dia menumpukan tangan ke dinding seolah mencari pegangan. Jeremy memegangi kedua pinggangnya dan mulai bergerak pelan. Marsha tak bisa menahan desaah kenikmatan yang keluar dari mulut. Tubuhnya terhempas seirama dengan hentakan pinggang Jeremy, dia satukan rambut panjangnya ke depan.


Seperti kehilangan kewarasan, desahaan Marsha semakin tak terkendali, apalagi Jeremy sesekali mencium dan menggigit punggung juga ceruk lehernya.


“Kak Je!”


“Apa Sya, enak ‘kan?” goda Jeremy, suaranya parau dan berat.


Peluh sudah membasahi pelipis, tapi Jeremy tetap bekerja untuk mencapai puncak kenikmatan lagi. Marsha mengangguk menjawab pertanyaannya itu, dan dengan suara tak kalah parau Marsha berkata ‘iya’. Gadis itu sudah tak ingat lagi dengan kuliahnya yang akan dimulai satu jam lagi. Saling memuaskan hasrat dengan Jeremy baginya jauh lebih penting.

__ADS_1


_


Marsha dan Jeremy benar-benar terlambat pagi itu, setelah menghabiskan waktu berduaan hampir satu jam, mereka turun dengan pakaian yang berbeda seperti saat pergi ke kamar tadi. Orang rumah yang menyadarinya hanya diam dan berpura-pura tidak tahu. Cantika bahkan mengangguk santai tanpa menggoda saat cucu-cucunya itu pamit pergi untuk kuliah dan bekerja.


“Setelah kuliah cepat pulang, jangan kluyuran.” Jeremy menyematkan helaian rambut Marsha ke belakang telinga, dia mengecup kening gadis itu lantas menoleh ke kiri dan ke kanan sebelum menyambar bibir.


“Kak Je!”


“Apa Marshaku?”


Pipi Marsha merona merah, dia yang gemas langsung memeluk Jeremy erat. “Aku sayang kakak,”ucapnya. Entah sudah berapa kali dia mengungkapkan perasaannya sejak bangun pagi.


**


Setengah jam kemudian, Marsha sampai di kampus. Ia yang sadar sudah terlambat mengikuti mata kuliah pertamanya memilih berbelok ke kantin. Apa yang dia lakukan dengan Jeremy tadi membuat perutnya keroncongan, hingga tak hanya sepiring nasi goreng, tapi Marsha juga memesan semangkuk bakso. Ia menikmati makanan itu sambil bermain ponsel, ternyata Zie mengirim pesan dan bertanya di mana posisinya sekarang.


Bukannya membalas dengan pesan biasa, Marsha malah mengirim foto selfie dengan piring nasi goreng yang sudah tandas, juga semangkuk bakso yang baru akan dia santap.

__ADS_1


“Dasar Marsha, dia ini!”


Zie menggerutu, dia memilih tak membalas dan berencana menyusul sang sahabat ke kantin setelah kuliah selesai nanti.


Namun, Sial benar nasib Zie, dia yang jomlo malah harus mendengar alasan Marsha yang terlambat, karena baru saja melakukan tugas sebagai istri Jeremy.


“Aku sibuk mencari pahala Zie, pagi, siang dan malam, tiga kali sehari. Aku tahu banyak dosa, jadi sekarang aku menimbun pahala dengan menyenangkan suami.”


Zie menatap kesal Marsha, dia yang merasa kesal dengan spontan berkata,”Berikan nomor kak Peter!


aku juga mau punya pacar om-om.”


_


_


_

__ADS_1


Scroll ke bawah 👇


__ADS_2