
Marsha menggigit bibir bawahnya. Saat kulitnya menempel dengan permukaan kulit Jeremy ada sensasi nyaman nan erotis yang seketika menyergap tubuh. Usia Marsha memang masih terbilang muda, tapi untuk hal semacam ini dia cukup menguasai atau mungkin memang beginilah naluri manusia.
Ceruk lehernya menjadi sasaran Jeremy untuk mendaratkan sebuah kecupan, tak ingin membuat dirinya terbuai sendiri dengan fore play yang dilakukan, Marsha balas menyentuhkan pipinya ke pipi Jeremy. Ia menggaruk lembut punggung pria itu sambil menahan gelenyar geli di lehernya. Marsha tergelak, dia tertawa saat milik Jeremy terasa menyentuh kulit paha. Suaminya itu sudah tak tahan lagi, dan dia pun jemawa karena bisa membuat Jeremy kecanduan dengan tubuhnya.
Marsha menangkup pipi Jeremy agar bisa memandangi wajah tampan suaminya itu, dia tak tahu kapan pastinya jatuh cinta. Namun, hanya wajah Jeremy lah yang kini memenuhi kepala Marsha. Ia dengan rakus mencium bibir Jeremy, bahkan mendominasi tanpa rasa malu. Marsha tahu pria terkadang senang dengan wanita yang agresif di atas ranjang, jadi kali ini dia ingin menunjukkan bahwa dirinya juga bisa memimpin permainan.
Ciuman penuh gairah itu semakin menghanyutkan Jeremy dan Marsha ke samudera asmara. Marsha bahkan mengangkat kepala karena tidak ingin sampai pagutan bibir mereka terlepas. Jeremy yang sadar apa yang diinginkan Marsha mulai menarik turun panties gadis itu sampai lutut. Tangannya menelusup di bawah badan Marsha dan langsung membalik posisi mereka.
Jeremy menekuk dua lutut dan Marsha pun menghentikan ciuman yang membuat bibirnya terasa kebas. Gadis itu menyeringai, sebelum memegang milik Jeremy yang sudah tegak berdiri. Ia mengangkat sedikit pantat lalu melesatkan mahkluk purba perkasa itu ke dalam persemayamannya. Jeremy dibuat mendesis, sedangkan Marsha sendiri mengerang halus.
Entah ini benar atau tidak, Marsha juga tidak tahu. Baru kali ini dia memimpin permainan setelah menjadi istri Jeremy yang sesungguhnya.
__ADS_1
Setidaknya inilah yang dia pelajari dari video gulat nikmat koleksi di hardisknya . Jeremy bahkan dibuat menganga kala milik Marsha menjerat di bawah sana. Ia menikmati apa yang dilakukan Marsha tapi sekaligus bertanya-tanya, dari mana istri kecilnya ini belajar memanjakan kejantanannya seperti ini.
Marsha menggerakkan pelan pinggul ke depan dan belakang secara konstan di atas tubuh Jeremy. Gadis itu tak menghentak brutal hingga otot surganya bisa memberikan pijatan maksimal.
“Sial, dia benar-benar profesional.” Jeremy menjambak sisi rambut. Melihat Marsha meliuk di atas tubuhnya membuat Jeremy tak kuasa. Ia memegang dua sisi pinggang Marsha, mengangkat pinggul gadis itu lalu menghentakkan miliknya.
Marsha mendesah, dia tak bisa menahan gelenyar aneh yang semakin mendesak tubuh. Melihat Marsha tak berdaya Jeremy membalik posisi mereka lagi. Tanpa memberi jeda dia menumbukkan miliknya dengan cepat. Tubuh Marsha tersentak seirama dengan gerakan Jeremy, ******* semakin santer terdengar dari bibir keduanya. Marsha hanya bisa mendesah menyebut kata ‘Kak’ berulang-ulang. Tangannya meremas sprei ranjang karena gelombang itu hampir datang menerjang.
Remasan tangan Marsha di sprei perlahan mengendur, dia sibuk mengatur napas begitu juga dengan Jeremy. Pria itu menyembunyikan wajah di sisi kiri kepala Marsha. Napasnya yang memburu membuat Marsha memulas senyuman bahagia. Ia peluk tubuh Jeremy dengan sebelah tangan. Pria itu mengangkat kepala dan memandangi wajahnya penuh cinta.
“Istri siapa ini?” goda Jeremy. Ia mencium kening Marsha dalam-dalam, bahkan sebelum istrinya itu membalas ucapannya.
__ADS_1
“Istri Uncle Jerami,” jawab Marsha. Ia memindai wajah Jeremy dan kembali menyatakan perasaannya.
“I Love You, Om!”
_
_
_
Scroll ke bawah 👇
__ADS_1