Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 144 : Menyenangkan Suami


__ADS_3

Marsha mengedipkan matanya tak percaya. Otaknya yang dipenuhi dengan hal-hal berbau plus dua satu sejak dini, membuatnya membayangkan lingerie yang dibelinya untuk pergi ke Bali dulu bersama Jeremy. Ia sama sekali belum memakainya dan hanya membawanya ke sana.


"Memang kakak mau apa?" Marsha menelan ludah susah payah karena sejatinya malu menanyakan hal itu.


"Menjadikanmu istri yang sesungguhnya," jawab Jeremy sambil membelai pipi sang istri mesra. Dia kembali mencium lembut bibir Marsha, sampai gadis itu perlahan menjauhkan kepala karena kehabisan napas.


"Tapi, aku harus bagaimana? Aku hanya sering melihat hal semacam itu, tapi belum pernah melakukannya."


Jeremy memulas senyum, hingga menangkup pipi Marsha yang dirasanya masih sangat polos. Dia mengecup kening istrinya itu lalu berucap-


"Kamu pikir aku sudah pernah melakukannya?"


"Kakak belum pernah melakukannya?" tanya Marsha dengan wajah kebingungan. "Masa?" Imbuhnya tak percaya. "Kakak pasti sudah pernah melakukannya dengan miss F."


Jeremy mengerutkan kening, hingga Marsha meraih pergelangan tangannya dan menunjukkan jemari tangan kanan pria itu.


"Miss F, miss Finger, Nona jari."


Jeremy tergelak, dia merasa gemas lantas memeluk tubuh Marsha yang sangat ramping.


"Dasar! Aku yakin semua pria pasti pernah melakukan itu sekali seumur hidupnya, coba tanya Peter kalau tidak percaya, yang aku maksud bukan itu, dan kamu pasti tahu," bisik Jeremy.


"Kalau begitu, aku akan pulang sekarang dan menunggu kakak di rumah untuk mempersiapkan diri," ucap Marsha, dia membalas pelukan Jeremy erat sambil menggoyangkan pelan tubuhnya ke kanan dan kiri.


"Ingat, kamu harus ikhlas memberikannya padaku, jangan meminta itu kembali saat aku sudah... "

__ADS_1


Marsha mengangguk cepat, bahkan membayangkan hal yang dimaksud Jeremy saja bulu kuduknya sudah menari-nari. marsha pun mengurai pelukan sang suami, ada satu tempat yang ingin dia datangi sekarang, jadi dia harus bergegas sebelum tempat itu menolak karena sudah penuh dengan orang yang hendak perawatan.


"Kabari aku kalau kakak sudah perjalanan pulang nanti," ucap Marsha. Dia tersenyum manis sebelum keluar dan menasehati Peter.


"Kak Pet, sembunyikan atau setidaknya hapus history di komputermu sebelum meninggalkannya dalam keadaan menyala."


Peter mengerutkan kening, dia tak mengerti dengan apa yang istri bosnya itu maksud.


_


_


Marsha mengatupkan bibir, dia membawa mobilnya menuju klinik kecantikan yang biasa didatanginya bersama sang mami. Resepsionis yang ada di depan pun menyambutnya dengan ramah karena tahu kalau Marsha adalah salah satu pelanggan setia di sana.


"Kamu mau perawatan apa hari ini, tumben tidak reservasi seperti biasanya," ucap si resepsionis sambil menunjukkan papan promo di salon hari itu.


"Aku ingin melakukan perawatan miss Vi."


Resepsionis itu mengerjap tak percaya, hingga untuk memastikan dia pun bertanya," Apa perawatan seperti yang dilakukan oleh dokter Kimi?"


Marsha mengangguk, tapi resepsionis itu malah mengerutkan kening lalu menggaruk tengkuk.


"Apa umurmu sudah dua puluh tahun? Perawatan itu hanya dianjurkan untuk wanita dengan usia minimal dua puluh tahun."


Resepsionis itu tak bicara asal, karena sepengetahuannya Marsha baru saja lulus SMA.

__ADS_1


"Masih Juli tahun depan," jawab Marsha merujuk pada umur yang ditanyakan oleh si resepsionis.


"Tidak bisa, umurmu kurang enam bulan untuk bisa melakukan perawatan itu."


Marsha pun membuang napas kasar, hingga berbisik lagi-


"Aku sudah menikah, dan aku harus menyenangkan suamiku malam ini."


Sang resepsionis pun menelan ludah, dia yang sudah berumur hampir tiga puluh tahun masih saja jomlo, sedangkan Marsha yang baru lulus SMA sudah menikah dan bahkan ingin perawatan demi memanjakan suaminya.


"Lihat!"


Marsha menunjukkan cincin pernikahannya, tapi sayang nampaknya resepsionis itu tak percaya. Hingga dia menunjukkan foto pernikahannya.


"Tapi tetap saja kamu tidak bisa melakukan perawatan itu."


"Aku hanya ingin peternakanku terlihat glowing dan semak belukarnya rapi, apa tidak bisa aku mendapat treatment untuk itu."


Resepsionis itu membuang napasnya, dia sepertinya tahu apa yang Marsha inginkan saat ini. Dia pun mengeluarkan satu brosur perawatan khusus 'nona Vi' seperti yang diinginkan Marsha.


"Ini namanya waxing miss Vi, ada full Brazillian wax, postage stamp, martini grass, Brazilian triangle, bikini wax, kami punya 8 model lihat saja sendiri," ucap resepsionis.


Marsha pun mengamati setiap gambar jenis waxing yang ditunjukkan, hingga dia merasa lucu jika memilih model heart attack untuk semak belukar yang dia sebut tadi.


"Kamu yakin? meski ini keliatan bagus tapi seperti namanya, suamimu bisa kena serangan jantung kalau kamu memilih yang ini."

__ADS_1


Marsha mencebikkan bibir, dia lantas bertanya dengan gaya sedikit sombong.


"Mana yang sering mamiku pilih? Aku ingin yang sama seperti mamiku."


__ADS_2