Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 134 : Apa Mau Aku Ulangi?


__ADS_3

Marsha menyusul Jeremy ke kamar, dia benar-benar melakukan apa yang diinginkan oleh suaminya itu. Marsha yang merasa berhutang budi memang sudah bertekad untuk membalas kebaikan sang suami dengan menuruti apapun keinginan pria itu. Ia meminta Jeremy duduk di closet yang ditutup, dengan cekatan membasuh dan menggosok punggung pria itu dengan sabun.


Jangan pikir Jeremy akan telanjaang bulat, itu hanya ada imajinasi kalian saja. Pria itu memakai celana pendek, dan kini sedang tertawa senang karena sang istri memijat punggungnya memutar dengan lembut.


"Sya, ini baru namanya istri soleha." Jeremy terkekeh kecil.


Namun, karena pujian berbau sinidiran itu Marsha kesal dan malah memukul punggungnya sampai mengaduh. Marsha menyiram kaki dan membasuh tangannya dengan air dari shower sebelum memilih keluar sambil memajukan bibir.


"Sudah, jangan lama-lama mandinya nanti masuk angin," ucap Marsha.


Celana jeans yang dikenakan gadis itu nampak basah meski sudah digulung. Jeremy tiba-tiba saja berpikir untuk membelikan baju Marsha.


Menggunakan jari telunjuk dan ibu jari. dia menyipitkan mata seolah mengukur tinggi istrinya dari jarak jauh.


***


Malam harinya, si istri yang sedang baik karena merasa berhutang budi membantu sang suami mengganti perban di perut. Marsha sudah diberitahu Kimi caranya. Dengan cekatan dia melepas perekat dan kasa yang tertempel perut Jeremy. Gadis itu meminta sang suami berdiri sedangkan dia duduk di tepian ranjang.


Perlahan Marsha mengusap lembut bekas operasi itu sebelum menempelkan kasa baru.


Jeremy nampak canggung, dia memegangi kaus yang dinaikkan ke atas sambil diam-diam mencuri pandang ke Marsha.

__ADS_1


"Sudah, sekarang tidur! istirahat!"


Jeremy menurunkan kausnya lalu menurut. Ia naik ke atas ranjang lalu miring ke samping kanan agar tidak menekan lukanya yang ada di sebelah kiri. Marsha yang tidur di sebelah kanannya nampak sibuk bermain ponsel, hingga Jeremy diam-diam menatap lekat.


"Sya, berapa ukuran celanamu?"


Marsha yang sibuk stalking media sosial Zie seketika menoleh bingung.


"Celana? Buat apa nanya ukuran celana? Rahasia!" jawab Marsha dengan nada ketus.


"Bagaimana kalau jalan-jalan dan belanja ke Mall?"


Jeremy menawarkan ide dan langsung ditolak oleh Marsha tanpa berpikir. "Tidak, kakak masih tidak boleh banyak gerak, kecuali kakak mau pergi pakai kursi roda," ucapnya.


Marsha mengembuskan napas dari hidung lalu meletakkan ponsel di nakas. Ia merebahkan badan lalu mencari posisi enak agar nyaman bicara dengan Jeremy. Gadis itu menarik guling dan menjadikannya sekat di antara dirinya dan sang suami.


"Ya sudah kalau tidak mau, aku juga tidak mau pergi jalan-jalan, kecuali kakak sudah sembuh."


"Apa kamu mencemaskanku?" selidik Jeremy. Ia menarik kedua sudut bibir dan terus memandangi wajah gadis berumur sembilan belas tahun di sampingnya ini.


"Tentu, aku takut terjadi sesuatu ke kakak."

__ADS_1


"Bagaimana kalau hari itu aku tidak selamat?"


"Kakak apaan sih," amuk Marsha. Wajahnya sudah tertekuk bak uang seribuan lama. "Kalau kakak tidak selamat, aku tidak tahu harus berbuat apa."


"Kata Mami kamu menangis sepanjang malam di samping ranjangku, apa yang kamu tangisi?"


"Kakak lah, apa lagi?" potong Marsha dengan bibir komat-kamit.


"Kenapa kamu menangisi aku? bukankah kamu akan bebas kalau terjadi hal yang buruk padaku?"


Perlahan Jeremy menurunkan guling yang menjadi pembatas mereka tanpa Marsha sadari. Gadis itu nampaknya marah bahkan ingin membalik badannya untuk memunggungi, tapi Jeremy lebih dulu menahan dengan memegang lengannya.


"Apa kamu mulai menyukaiku?"


Marsha tak bisa menjawab. Ia bingung, apa mungkin? rasa takutnya saat Jeremy sekarat adalah tanda suka.


"Aku tidak tahu," jawab putri Richie itu dengan cepat, sebelum Jeremy menegakkan punggung dan menyambar bibirnya meski sekilas.


Marsha melotot. Ia hanya bisa mengedip berkali-kali karena kaget. Dadanya bahkan berdebar-debar tak karuan.


"Apa sekarang sudah suka?" goda Jeremy.

__ADS_1


"Apa kakak baru saja menciumku?" tanya Marsha yang tak percaya baru saja mendapat ciuman pertama dari Jeremy.


"Apa mau aku ulangi?"


__ADS_2