Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 65 : Aku atau Duitku?


__ADS_3

Malam harinya Kimi kebingungan, putrinya dikabarkan belum pulang oleh sang pembantu rumah. Ia bahkan mencoba menelepon ke nomor Zie, tapi gadis itu juga tidak tahu di mana keberadaan Marsha sekarang.


Kimi mondar-mandir, dia terlihat cemas hingga Mia yang kebetulan melintas di depan ruang kerjanya menyapa dan bertanya ada apa.


“Ah … anakku, jam segini belum pulang.”


Mia mengatupkan bibir, Kimi belum tahu bahwa dirinya adalah kekasih Jeremy – sang calon menantu. Mencoba menenangkan Kimi, Mia pun menawarkan membelikan wanita itu minum. Dan meski Kimi menolak, tapi Mia tetap berlari menuju kantin. Ia mengambil ponsel dari dalam jas snelinya dan mengirimkan sebuah pesan ke Jeremy.


[ Dokter Kimi cemas, Marsha sepertinya belum pulang ke rumah. Apa mungkin dia menghubungimu? ]


Tak ada balasan. Mia memilih untuk bergegas kembali ke ruangan Kimi untuk memberikan minuman yang baru saja dia beli.


“Dokter jangan terlalu cemas, mungkin ponsel Marsha mati.” Mia mencoba menenangkan, dia melihat Kimi frustrasi, padahal sebentar lagi wanita itu harus melakukan room visit.


“ Mia apa kamu bisa membantu? aku tetap tidak bisa tenang. Marsha anak gadisku satu-satunya, jika sampai terjadi sesuatu padanya jelas aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri.”

__ADS_1


“Katakan saja! apa yang bisa aku lakukan untuk dokter!” Mia meneguk saliva, dia mengangguk saat Kimi memintanya untuk menggantikannya malam ini memeriksa beberapa pasien.


_


_


Sementara itu, Marsha yang kesal karena ditinggalkan Zie memilih pergi menemui Andro. Ia memakai taksi untuk sampai ke kampus pacarnya itu dan bahkan meminta untuk dibayari dulu.


“Ya ampun, Baby. Kenapa bisa?”


“Ini karena mutasi rekeningku diketahui Mami, aku membelikanmu motor, dan apa itu kemarin. Ah … lupa.” Marsha menyuapkan makanan ke dalam mulut, dia tak peduli dan yakin Andro akan membayarinya makan.


Namun, tak diduga saat akan membayar Andro berkata bahwa dia tidak punya uang. Marsha pun melotot sampai biji matanya hampir copot. Ia merasa malu di depan kasir, apa lagi saat Andro malah seperti memojokkannya.


“Baby, masa lima ratus ribu aja kamu nggak punya?” tanya Marsha, pipinya berubah warna menjadi merah karena malu.

__ADS_1


“Iya Beb, kamu tahu sendiri berapa uang sakuku,” ucap Andro.


Marsha pun mencebik kesal, akhirnya di memilih untuk melepas gelang emas di tangan dan memberikannya ke pihak restoran sebagai jaminan. Gadis itu mendiamkan Andro, dia merasa cowok itu keterlaluan hingga ingat bahwa selama ini memang dirinya lah yang selalu membayar makanan setiap kali mereka pergi berkencan.


“Kamu marah?” tanya Andro seperti tanpa dosa. Seharusnya dia tahu karena sejak tadi Marsha sudah cemberut.


“Sepertinya yang Zie bilang benar, aku sudah terlalu banyak mengeluarkan uang untukmu, tapi kamu untuk membayariku makan saja tidak mau,” ujar Marsha.


“Bukan tidak mau Sya, tapi tidak mampu.” Andro membela diri, dia raih tangan Marsha dan berusaha untuk membujuk gadis itu. “Kamu tahu ‘kan untuk kuliah saja aku hampir tidak mampu, untung kamu memberiku motor jadi BPKB nya bisa aku gadaikan di tokopakedi.”


“Memang di sana bisa gadai?” tanya Marsha yang malah penasaran.


“Bisa, tinggal datang ke gerainya. Dari pada aku hutang panjol lebih baik menggadaikan BPKB.”


Marsha terdiam, dipikir-pikir jika dia terus bersama Andro tetap saja akan dihukum orangtuanya.

__ADS_1


“Beb aku mau nanya, kamu cinta aku atau duitku?”


__ADS_2