Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 28 : Seni Pertunjukan


__ADS_3

Marsha manyun, dia tarik Kimi menjauh dari Richie. Gadis itu menjulurkan lidah mengejek sang papi lantas berucap, “Jangan harap Papi punya kesempatan bermesra-mesraan dengan Mami meski aku sudah menikah nanti!”


“Hei, kenapa seperti itu? apa yang mau kamu lakukan?”


“Aku akan membuatkan cucu untuk Papi agar Papi kerepotan.” Setelah menjawab seperti ini Marsha pun mengaduh kesakitan karena Kimi mencubit lengannya. Sang ibunda seolah ingin mengingatkan bahwa dia tidak boleh memikirkan soal memiliki anak atau hamil di usia belia sesuai dengan permintaan Kimi ke Jeremy.


“Iya Mami aku tahu,” ujar Marsha. “Lagi pula siapa yang mau hahahihi sama bocah tua,” gumamnya dalam hati.


Setelah semuanya siap, mereka pun berangkat ke acara persemian gedung baru rumah sakit milik Kimi. Di sana Jeremy dan Cantika juga turut hadir, mana mungkin nenek cantik itu melewatkan kesempatan menunjukkan ke semua orang bahwa putri tunggal Kimi Tyaga adalah calon cucu menantunya. Dia sedang sibuk berbincang dengan Nova yang juga sudah datang bersama keluarga, saat Jeremy tanpa sengaja menabrak pelayan karena dia sibuk mencari Mia.


Jeremy mengirim pesan dan bahkan menghubungi kekasihnya itu. Namun, Mia sengaja membuat diam ponselnya dan dimasukkan ke dalam tas. Dokter cantik itu memilih untuk tidak hadir ke acara Kimi dan berjaga di UGD rumah sakit. Mia merasa hanya akan sakit hati dan iri jika melihat bagaimana Jeremy dan Marsha dielu-elukan di sana nanti. Baginya menjaga hati dengan menghindar seperti ini jauh lebih baik, dari pada harus datang, berpura-pura bahagia tapi merasakan sesak di dadanya.


“Woi!”

__ADS_1


Jeremy yang masih mencari keberadaan Mia berjengket kaget, dia menoleh dan reflek memundurkan badan saat melihat siapa yang menyapanya bak mau mengajak tawuran. Pria itu terpaksa tersenyum karena Richie dan Kimi berjalan mendekat, sedangkan si empunya suara sudah tersenyum mengejek karena tahu dirinya terkejut.


“Dasar! Bisa tidak kamu bersikap lebih manis, kamu sudah mengenakan gaun indah tapi tetap saja bertingkah,” bisik Jeremy ke telinga Marsha, nampak begitu mesra hingga mereka pun menjadi pusat perhatian para tamu.


“Terima kasih sudah memuji gaunku indah, tapi oh … tidak bisa!” Marsha tersenyum manis setelah menjawab Jeremy.


Sadar bahwa Cantika dan Nova memandang ke arah mereka, Marsha pun berpura-pura membetulkan bagian depan jas yang dikenakan Jeremy.


“Apa yang kamu lakukan?”


Jeremy merasa seperti dikerubuti mahkluk tak kasat mata, kuduknya merinding mendengar ucapan gadis di hadapannya ini. Bagaimana bisa Marsha dengan mudahnya berakting dan senatural ini? Jeremy mulai sedikit takut, hal ini seolah memberikan sinyal kepadanya bahwa Marsha tidak bisa dianggap enteng. Gadis ini licik juga.


“Apa ini yang kamu inginkan?”

__ADS_1


Jeremy tersenyum dengan sudut bibir. Ia menggertak Marsha, terlebih dia sudah yakin bahwa Mia tidak datang ke acara Kimi. Ia menautkan jemari tangannya ke jemari putri Richard Tyaga itu.


“Sandiwara?” tebak Marsha, senyum menghina pun dia tunjukkan. Ia sadar alis Jeremy berkerut untuk beberapa detik setelah dia mengucapkan kata itu. Membaca ekspresi lawan adalah salah satu hal yang Marsha pelajari setelah bertemu Jeremy. Ia meyakini bahwa pria yang sedang menatapnya ini juga pasti mengambil keuntungan dari pernikahan mereka nanti, jadi dia juga akan melakukan hal yang sama.


“Aku suka pelajaran seni,” ujar Marsha dengan senyum lebar. Ia hampir saja membuat Jeremy tergelak, untung saja pria itu bisa menahan diri.


“Ya, sandiwara adalah bagian dari seni pertunjukan, aku ingin lihat seberapa baik dirimu dalam hal ini,” sindir Jeremy.


_


_


_

__ADS_1


Ada 3 bab ya geng


__ADS_2