Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE

Pernikahan Tak Terduga : UNEXPECTED MARRIAGE
Bab 81 : SAH


__ADS_3

Marsha dan Zie sibuk membenarkan kain yang mililit bagian bawah tubuh Marsha. Untung saja cukup mudah, tapi tetap saja memakan waktu sedikit lama untuk merapikan dan memastikan penampilan Marsha kembali seperti sedia kala. Kimi sampai menyusul ke kamar, dia takut hal yang buruk terjadi pada putrinya. Hingga, wanita itu bernapas lega saat mendapati Marsha berjalan keluar.


“Kenapa lama? Apa kamu grogi?” goda Kimi.


“Grogi apa itu grogi? Tidak level dengan yang namanya grogi,” jawab Marsha jemawa, tapi setelah sampai di bawah dan melihat begitu banyak orang. Marsha keder juga.


Gadis itu menghentikan langkah, dia bahkan menggenggam erat sisi kebayanya karena takut. Satu bisakan terdengar di telinganya hingga membuatnya tertegun.


“Sya, lihat ini! semua orang pasti berharap kamu akan menjalani hidup yang bahagia dengan Jeremy. Bagaimana kecewanya orangtuamu dan orang-orang ini jika tahu bahwa kamu hanya bersandiwara. Sya, coba pikirkan bahwa menikah adalah ibadah. Hentikan niatanmu untuk terus berhubungan dengan Andro. Ia mungkin memang sudah berubah, tapi tetap saja lebih baik kamu berbakti dan mencintai suamimu. Karena saat sudah menjadi istri , suami adalah imam yang harus kamu hormati dan patuhi.”

__ADS_1


“Ah … setan, pergi kamu!” ucap Marsha karena kesal dengan pikirannya sendiri. Terang saja ucapannya itu membuat Kimi dan Zie molotot.


Dua wanita itu kaget, untung saja jarak mereka masih lumayan jauh dari para tamu undangan. Kimi menyeggol lengan putrinya, meminta Marsha untuk tidak bicara sembarangan.


“Sya, bisa tidak mulutmu itu dikunci untuk satu jam ke depan, jangan sampai kamu membuat acara sakral pernikahan berantakan,” bisik Kimi dengan nada mengancam.


Zie pun mengangguk, dia meminta sahabat baiknya itu untuk tidak mencari gara-gara barang sebentar saja. “Sya, lebih baik kamu mingkem, takutnya khodammu ngamuk.”


Pria itu tersenyum ke arahnya, tapi tetap saja hanya umpatan yang Marsha ucapkan di dalam hati.

__ADS_1


“Lihat dia! Lihat dia! Pandai sekali bermain drama telenovela, bukankah seharusnya dia grogi? Semoga dia gagal mengucapkan kalimat akad sebanyak tiga kali.”


Marsha mengerjab, lagi-lagi dirinya berpikir yang tidak-tidak. Ia pun duduk di sebelah Jeremy, menuruti kata Kimi dan Zie untuk tidak buka suara, hingga saat penghulu bertanya dan menggoda, Marsha hanya tersenyum tipis. Gadis itu menggunakan bahasa isyarat, mengedip, mengangguk dan menggeleng. Marsha benar-benar mengunci mulutnya.


Setelah serangkaian kata yang dianggap Marsha hanya basa-basi, akhirnya tiba juga waktu Jeremy untuk mengucapkan ikrar mengambil Marsha sebagai istrinya. Tak tanggung-tanggung Richie menikahkan putri tunggalnya sendiri. Dengan ini seharusnya Marsha sadar bahwa pernikahan memang sesuatu yang sakral. Sang Papi bahkan memasrahkan secara langsung dirinya ke Jeremy.


Marsha menatap wajah Richie yang tegang, pria itu bahkan berbicara dengan nada suara bergetar. Sebuah tamparan besar bagi Marsha, dia heran mendapati orang-orang juga menitikkan air mata. Marsha bingung apa yang terjadi, apakah menikah semengharukan ini? dia bertanya-tanya di dalam hati.


Tatapan Marsha kosong, dia bahkan tidak bisa mendengar dengan jelas kalimat yang diucapkan oleh Jeremy, hingga dia tersentak saat semua orang meneriakkan satu kata secara bersamaan.

__ADS_1


“SAH.”


"Sah? sudah sah?" Marsha akhirnya buka suara, dia bingung menatap Jeremy yang menepuk puncak kepalanya mesra.


__ADS_2